Ceramah untuk PPI UTM

53752128_2534678749879887_156695688451719168_o

Ceramah didasarkan kepada topik-topik yang telah ditulis dalam blog ini, dan dapat dilihat dengan membuka tautan di bawah topik-topik tersebut, dari cara memandang hakikat penyelidikan atau penelitian sampai bagaimana menulis publikasi di jurnal.

Cara memandang
https://hadinur.net/2017/11/11/cara-memandang/

Originalitas dalam sains
https://hadinur1969.files.wordpress.com/2019/03/apa-itu-sains.pdf

Hilangnya sejarah Islam
https://hadinur.net/2018/04/19/9088/

Hikmah pendidikan tinggi
https://hadinur.net/2017/10/05/merenungkan-kembali-hikmah-pendidikan-tinggi/

Rasionalisasi pendidikan tinggi
https://hadinur.net/2018/05/08/rasionalisasi-pendidikan-tinggi/

Sudahkah kita memiliki budaya ilmiah?
https://hadinur.net/2008/06/01/sudahkah-kita-memiliki-budaya-ilmiah/

Hidup itu pilihan
https://hadinur.net/2017/11/05/hidup-itu-pilihan/

Kecerdasan
https://hadinur.net/2017/12/15/kecerdasan/

The genuine achievement or pseudo achievement
https://hadinur.net/2014/01/04/prestasi-sebenar-dan-semu/

Realism, idealism, desire culture and sharing culture
https://hadinur.net/2016/05/01/realism-idealism-desire-culture-and-sharing-culture/

Belajar dari angka nol
https://hadinur.net/2017/12/16/belajar-dari-angka-nol/

Good intention in scientific research
https://hadinur.net/2014/03/10/good-intention-in-scientific-research/

Salah kaprah dalam memandang prestasi keilmuan
https://hadinur.net/2017/07/18/salah-kaprah-dalam-memandang-prestasi-keilmuan/

Filsafat lebah dalam melakukan penelitian
https://hadinur.net/2017/10/20/filsafat-lebah-dalam-melakukan-penelitian/

Kearifan sebuah universitas
https://hadinur.net/2017/09/03/kearifan-sebuah-universitas/

Sudahkah kita memiliki budaya ilmiah?
https://hadinur.net/2008/06/01/sudahkah-kita-memiliki-budaya-ilmiah/

The way of PhD research in my lab
https://hadinur.net/2017/11/02/the-way-of-phd-research-in-my-lab/

Searching for the purpose of life
https://hadinur.net/2017/10/21/searching-for-the-purpose-of-life/

Kebahagiaan seorang penyelidik
https://hadinur.net/2017/11/12/kebahagiaan-seorang-penyelidik/

What is a Ph.D.?
https://hadinur.net/2016/06/01/what-is-a-phd/

Professional mentality of a professor
https://hadinur.net/2011/11/27/professional-mentality-of-a-professor/

What is scientific method?

https://hadinur.net/2008/08/08/what-is-scientific-method/

Research proposal and standard for PhD
https://hadinur.net/2017/10/24/research-proposal/

Komunikasi dalam bidang sains dan teknologi
https://hadinur.net/2017/11/09/komunikasi-dalam-bidang-sains-dan-teknologi/

Scholarly life with scientific research and publications
Scholarly life with scientific research and publications 2017

Elsevier scientific writing tutorial
Elsevier-scientific-writing-tutorial

Kisah perjuangan mahasiswa PhD menulis jurnal
https://hadinur.net/2017/06/24/kisah-perjuangan-mahasiswa-ph-d-menulis-jurnal/

Wallahu A’lam Bishawab

Jasad, ruh, jiwa dan nyawa

Saya yang sedang belajar mengenal diri.

Penjelasan sederhana mengenai perbedaan jasad, ruh, jiwa dan nyawa. Analoginya seperti komputer. Setelah penciptaan jasad (the physical body), Allah SWT meniupkan ruh (soul) ke dalam jasad. Jiwa (spirit) adalah sinergi antara panca indra dan perasaan dalam jasad. Nyawa (life) adalah gabungan antara jiwa dan ruh. Jika dicabut selesai fungsi jasad sebagai manusia yang hidup.

Rujukan
https://bit.ly/2HuQToD (Youtube)
○ Video lengkap penjelasan jasad, ruh, jiwa dan nyawa
https://quran.com/89/27-30?translations=20,33
○ Jiwa yang tenang kembali kepada Allah SWT (surga).
https://quran.com/15/26?translations=20,33
○ Penciptaan manusia dari tanah.
https://quran.com/25/54?translations=20,33
○ Penciptaan manusia dari tanah dan air.
https://quran.com/23/12-14translations=20,33
○ Tujuh proses penciptaan manusia dari saripati dan air mani.
https://quran.com/17/85?translations=20,33
○ Ruh itu adalah urusan Allah SWT.
https://quran.com/39/6?translations=20,33
○ Ruh ditiupkan dalam jasad, lalu pendengaran dan hati.
https://quran.com/32/9?translations=20,33
○ Kami berikan kepada setiap jiwa petunjuk.
https://quran.com/91/8?translations=20,33
○ Jiwa yang menerima penunjuk.
https://quran.com/32/13?translations=20,33
○ Jiwa yang menerima penunjuk.
https://quran.com/9/118?translations=20,33
○ Jiwa yang sempit dan luas.
https://quran.com/86/4?translations=20,33
○ Jiwa dijaga Allah SWT. Jiwa kotor dan bersih.
https://quran.com/40/17?translations=20,33
○ Jiwa diminta pertanggungjawaban.
https://quran.com/24/24?translations=20,33
○ Lidah, tangan dan kaki menjadi saksi.
https://quran.com/36/65?translations=20,33
○ Jasad menjadi saksi.
https://quran.com/75/2?translations=20,33
○ Jiwa yang menyesal (neraka).
https://quran.com/81/14?translations=20,33
○ Jiwa sadar yang dilakukan.
https://quran.com/82/5?translations=20,33
○ Jiwa sadar apa yang dilakukan dan dilalaikan.
https://quran.com/39/42?translations=20,33
○ Allah memegang jiwa ketika mati dan menahan ketika tidur.
https://quran.com/5/60?translations=20,33
○ Manusia yang dikutuk oleh Allah SWT.
https://quran.com/91/7-10?translations=20,33
○ Beruntunglah orang yang menyucikan jiwa. Berbuat baik.
https://quran.com/2/265?translations=20,33
○ Membelanjakan hara untuk keteguhan jiwa.
https://quran.com/92/18?translations=20,33
○ Menafkahkan harta untuk membersihkan jiwa.
https://quran.com/2/154?translations=20,33
○ Orang gugur dijalan Allah tidak mati. Jiwa tidak mati.
https://quran.com/29/57?translations=20,33
○ Yang merasakan mati adalah jiwa.
https://quran.com/21/8?translations=20,33
○ Makna jasad.
https://quran.com/10/92?translations=20,33
○ Makna badan.
https://quran.com/5/3?translations=20,33
○ Makna mayat.
https://quran.com/74/38-45?translations=20,33
○ Tiap-tiap jiwa bertanggungjawab. Surga dan neraka.
https://quran.com/79/2?translations=20,33
○ Malaikat yang mencabut nyawa dengan keras dan lemah-lembut.

Jangan sesali apa yang telah terjadi

Mengetahui dan belajar sejarah penting untuk mengetahui makna dan hikmah kehidupan. Yang paling penting adalah, jangan sesali apa yang telah terjadi. Jangan selalu berandai-andai dengan skenario “bagaimana jika”. Ini yang disebut sebagai alternate history atau sejarah alternatif.

47265953101_a73cb173d9_h

Sejarah alternatif adalah genre fiksi spekulatif yang terdiri dari cerita-cerita di mana satu atau lebih peristiwa sejarah terjadi secara berbeda. Kisah-kisah ini biasanya berisi skenario “bagaimana jika” pada titik-titik penting dalam sejarah dan menyajikan hasil selain yang ada dalam catatan sejarah. Cerita-cerita tersebut bersifat dugaan tetapi terkadang didasarkan pada fakta.

Saya tidak pernah mengira saya akan tinggal di Malaysia dalam waktu yang sangat lama, lebih dari 20 tahun. Saya juga tidak mengira saya akan menjadi profesor di Universiti Teknologi Malaysia (UTM). Dulu, semua ini adalah ghaib. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Masa depan juga ghaib. Itulah sebabnya kita wajib beriman pada hal yang ghaib, beriman pada qada dan qadar.

Rujukan
https://en.wikipedia.org/wiki/Alternate_history
https://ms.wikipedia.org/wiki/Qada_dan_Qadar