Kumpulan catatan kecil ini merefleksikan pengalaman dan pengamatan sehari-hari terhadap hal-hal sederhana di sekitar saya. Melalui situs ini, saya mencatat dan memperbarui momen-momen berharga dengan cara yang lebih praktis dan terorganisir.
June 2026 |
||||||
|---|---|---|---|---|---|---|
| Mon | Tue | Wed | Thu | Fri | Sat | Sun |
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
|
8
|
9
|
10
|
11
|
12
|
13
|
14
|
|
15
|
16
|
17
|
18
|
19
|
20
|
21
|
|
22
|
23
|
24
|
25
|
26
|
27
|
28
|
|
29
|
30
|
|||||
- 06/06/2026
-
-
Catatan pada 06/06/2026 05:45 pm - 06:15 pm
"Kerendahan Hati Intelektual"
Sejarah intelektual menunjukkan tokoh sebesar René Descartes, yang berabad-abad dipuja, dikutip, dan dijadikan fondasi keilmuan, ternyata bisa keliru. Ternyata pemisahan rasio dan emosi yang dianggap benar justru menyederhanakan manusia. Jika seorang filsuf besar bisa keliru, apalagi kita. Karena itu, kebijaksanaan bukan berlomba mengumpulkan penghargaan atau pengakuan yang bersifat semu, melainkan mampu melihat realitas dengan rendah hati dan sadar bahwa apa yang kita yakini bisa jadi diperbaiki nanti. Kesadaran kekurangan bukan tanda kelemahan intelektual, melainkan awal dari kedewasaan berpikir.
-
Menulis memberikan makna pada kehidupan kita; setiap kata yang ditorehkan adalah jejak langkah dalam menelusuri keindahan dan keajaiban dunia.