Tata Kelola Sidang Doktor di ITB

Saya mendapat tugas sebagai penguji eksternal sekaligus penyanggah dalam sidang disertasi doktor di Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan topik penelitian mengenai komputasi desain katalis PdZn untuk reaksi hidrogenasi CO2 menjadi asam format. Ini merupakan kali kedua saya terlibat sebagai penguji dalam sidang doktor di ITB. Sebelumnya, sepuluh tahun yang lalu, saya berperan sebagai penguji sekaligus ko-promotor, dan kali ini sebagai penguji eksternal. Saya juga pernah menulis di blog ini mengenai serba-serbi sidang doktor di beberapa negara.

Sidang doktor di ITB dikelola secara sistematis, salah satunya melalui rapat pendahuluan untuk mengatur tata cara, urutan penanya, dan fokus pertanyaan agar tidak terjadi tumpang tindih. Mekanisme ini serupa dengan yang diterapkan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), tempat saya juga beberapa kali bertugas sebagai penguji.

Melalui koordinasi awal tersebut, seluruh penguji memiliki pemahaman yang sama mengenai ruang lingkup evaluasi. Hal ini membuat diskusi berlangsung lebih terarah dan efisien.

Pada saat sidang utama, alur kegiatan berjalan sesuai pedoman yang telah ditetapkan. Kandidat diberikan waktu khusus untuk mempresentasikan hasil penelitiannya, kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dilakukan secara bergiliran. Setiap penguji memperoleh alokasi waktu yang jelas, sehingga diskusi berjalan seimbang dan tidak didominasi oleh satu pihak.

Peran Ketua Sidang sangat penting dalam menjaga suasana forum tetap kondusif. Ketua Sidang memastikan bahwa diskusi berjalan tertib serta tetap menjunjung tinggi etika akademik.

Sebagai penyanggah, beberapa bulan sebelum sidang saya telah menyampaikan catatan penguatan substansi yang kemudian diakomodasi dalam naskah tesis pada penelitian mengenai komputasi desain katalis PdZn untuk reaksi hidrogenasi CO2 menjadi asam format. Saya menilai kualitas penelitian kandidat sudah sangat baik dan semakin diperkuat melalui penambahan analisis berbasis Prinsip Sabatier dan volcano plot yang memanfaatkan data ΔE dan Ea melalui hubungan BEP. Setelah sesi tanya jawab, sidang dilanjutkan dengan rapat penilaian, di mana seluruh penguji memberikan evaluasi secara independen sebelum keputusan yudisium diumumkan secara terbuka.

Secara keseluruhan, tata kelola sidang doktor di ITB menunjukkan disiplin waktu, koordinasi yang matang, serta kepemimpinan sidang yang kuat menjadikan proses evaluasi berlangsung objektif, efektif, dan bermartabat.

Published by

Hadi Nur

This blog is primarily written for my own purposes, and there has never been any claim that it is an original work.