Foto hari raya

Walaupun hujan lebat dan ramai yang sudah pulang kampung, kami staf Institut Ibnu Sina UTM masih menyempatkan diri berfoto bersama untuk menyambut hari raya.

Dosen kimia UTM

Ini adalah dosen kimia Universiti Teknologi Malaysia (UTM) untuk foto menyambut hari raya Idul Fitri. Banyak dosen muda dan saya satu-satunya profesor dalam foto ini. Setelah berhenti dari UTM pada bulan Mei 2002 ini dan pindah ke Universitas Negeri Malang (UM), saya berharap akan ada profesor baru di Departemen Kimia UTM. Waktu berlalu dengan cepat, tidak sadar saya telah meninggalkan Indonesia sejak tahun 1995.

Kartu dosen UTM

Kartu pengenal saya sebagai dosen di Universiti Teknologi Malaysia (UTM) telah berumur 11 tahun 6 bulan, ketika saya diangkat menjadi profesor di UTM pada tahun 2010. Kartu ini diperlukan untuk akses ke perpustakaan di UTM dan selalu disimpan di dompet saya — sampai terlihat lusuh.

Berpikir kritiskah kita?

Dengan teknologi informasi, manusia mudah sekali terhubung. Oleh karena itu, berpikir kritis sangat diperlukan untuk selalu menjaga supaya keputusan dan tindakan yang diambil berdasarkan pertimbangan yang bijaksana. Di bawah ini adalah tulisan yang menarik yang ambil dari postingan seorang teman di Facebook yang tulisan aslinya dalam bahasa Inggris.

Semua orang berpikir namun banyak pemikir kritis sebenarnya melakukan pemikiran kritis yang semu. Berpikir kritis dapat membantu kita membuat keputusan yang lebih baik dan memecahkan masalah, dan dapat mencegah kita tertipu atau dirugikan. Di bawah ini ada beberapa prinsip berpikir kritis.

  • Menyadari bahwa pemikiran cacat dan rentan terhadap kesalahan. Menyadari bahwa persepsi mungkin tidak akurat dan ingatan tidak sempurna. Memahami bahwa otak mengambil jalan pintas untuk membuat keputusan yang cepat dan mudah, yang berpotensi pada pemikiran yang bias.
  • Memikirkan bagaimana berpikir. Bertanya pada diri sendiri bagaimana mencari kebenaran dan menyadari bias dari apa yang ketahui. Menghindari penalaran yang melibatkan emosi dan intuisi. Mengaktifkan pemikiran tingkat tinggi yang prosesnya lebih lambat.
  • Keingintahuan dan belajar yang tinggi membuat bertanya. Terbuka terhadap jawaban, meskipun hal tersebut tidak ingin dengar.
  • Memisahkan identitas dari keyakinan. Menyadari bahwa sulit untuk menolak keyakinan yang dimiliki. Berusaha percaya pada hal-hal yang benar, dan tidak percaya pada hal-hal yang tidak benar, bahkan juga terhadap hal yang membuat tidak nyaman.
  • Menerima kritik dari orang lain. Menyadari bahwa argumen adalah proses kolaboratif untuk mencari kebenaran, dan mampu mengevaluasi dari sudut pandang lain secara adil.
  • Menggunakan bukti untuk sampai pada kesimpulan. Tahu bahwa klaim luar biasa memerlukan bukti yang juga luar biasa, dan klaim tanpa bukti perlu ditolak.
  • Menghindari pemikiran hitam-putih dan menyadari bahwa dunia ini kompleks. Menjadikan masalah menjadi dua ekstrem akan mempersulit memahami masalah dan menemukan solusi.
  • Rendah hati. Jujur ​​pada diri sendiri tentang apa yang diketahui dan tidak ketahui, dan menghindari terlalu percaya diri. Menyadari bahwa mungkin salah. Menghargai pendapat orang lain.

Berpikir kritis adalah sebuah perjalanan. Tetapi dunia ini penuh dengan informasi yang salah dan bias.

Rujukan: https://en.wikipedia.org/wiki/Critical_thinking

Profesor Adjung UTM

Setelah berhenti sebagai profesor di UTM pada 31 Mei 2022 dan pindah ke Universitas Negeri Malang (UM) pada 1 Juni 2022, saya masih terhubung dengan institusi yang telah membesarkan saya. Saya akan resmi menjadi Profesor Adjung di UTM mulai 1 Juni 2022.

Bangunan Institut Ibnu Sina

Satu persatu tugas saya sebagai Direktur Lembaga dan Pusat Penelitian selama lebih dari 7 tahun di UTM selesai. Hari ini, kontraktor melalui Jabatan Harta Bina UTM menyerahkan kembali bangunan yang telah direnovasi kepada pihak institut. Semoga fasilitas ini dapat dimanfaatkan oleh 6 Pusat Penelitian di bawah Institut Ibnu Sina. Semoga membawa kebaikan dan berkah untuk semua.

Sinisme

Saya masih berusaha memahami kenapa orang bersikap sinis. Hal ini dapat dibaca dan dirasakan dari komentar-komentar yang diucapkan dan ditulis oleh mereka, yang biasanya diluahkan di sosial media, yang kadang-kadang secara halus menyindir orang-orang yang mereka tidak senangi, dan sekaligus memamerkan prestasi diri. Sepertinya mereka ingin sekali dihargai dan dipuji oleh orang lain. Ini motif yang terbaca pada orang-orang yang sinis.

Menurut literatur, sinisme adalah sikap yang ditandai dengan ketidakpercayaan pada motif orang lain. Sinisme disebabkan oleh hal-hal seperti berikut:

  • sakit hati, frustrasi, pengalaman pribadi yang negatif, termasuk mekanisme perlindungan diri;
  • mengalami krisis intrapersonal dan eksistensial, kehilangan ambisi, jatuhnya ilusi dan harapan, dan rasa ketidakadilan di dunia;
  • perasaan ancaman dan rasa tidak aman, kehilangan dukungan dalam hidup;
  • rasa bersalah, dihukum karena keunggulan mereka sendiri;
  • egois dan bangga;
  • keinginan untuk mengekspresikan kepribadian, melawan stereotip dan kesesuaian.

Rujukaa: https://en.wikipedia.org/wiki/Cynicism_(contemporary)

Alumni UTM yang profesor di Indonesia dan luar negeri

[Diupdate 5 April 2022]

Jumlah alumni Universiti Teknologi Malaysia (UTM), program Magister dan Ph.D., yang berasal dari Indonesia yang telah menjadi profesor diberbagai universitas di Indonesia dan luar negeri telah bertambah menjadi 48 orang. Tahniah!

Luar negeri

  • Prof. Dr. Ahmad Hoirul Basori (King Abdulaziz University)
  • Prof. Dr. Muhammad Taher (International Islamic University Malaysia)
  • Prof. Dr. Nangkula Utaberta (UCSI University)

Indonesia

  • Prof. Dr. Abdullah (Universitas Diponegoro)
  • Prof. Dr. Adi Surjosatyo (Universitas Indonesia)
  • Prof. Dr. Agus Setyo Budi (Universitas Negeri Jakarta)
  • Prof. Dr. Agus Suprapto (Universitas Merdeka Malang)
  • Prof. Dr. Ahmad Saudi Samosir (Universitas Lampung)
  • Prof. Dr. Andi Adriansyah (Universitas Mercu Buana)
  • Prof. Dr. Anis Saggaf (Universitas Sriwijaya)
  • Prof. Dr. Asri Nugrahanti (Universitas Trisakti)
  • Prof. Dr. Azriyenni (Universitas Riau)
  • Prof. Dr. Bambang Pramudono (Universitas Diponegoro)
  • Prof. Dr. Didi Dwi Anggoro (Universitas Diponegoro)
  • Prof. Dr. Didik Prasetyoko (Institut Teknologi Sepuluh Nopember)
  • Prof. Dr. Hadi Nur (Universitas Negeri Malang)
  • Prof. Dr. Halifah Pagarra (Universitas Negeri Makassar)
  • Prof. Dr. Hartati (Universitas Negeri Makassar)
  • Prof. Dr. Istadi (Universitas Diponegoro)
  • Prof. Dr. Iwan Vanany (Institut Teknologi Sepuluh Nopember)
  • Prof. Dr. Kusmiyati (Universitas Dian Nuswantoro)
  • Prof. Dr. Lalu Mulyadi (Institut Teknologi Nasional)
  • Prof. Dr. Makmur Saini (Politeknik Negeri Ujung Pandang)
  • Prof. Dr. Moh. Khairudin (Universitas Negeri Yogyakarta)
  • Prof. Dr. Mohamad Djaeni (Universitas Diponegoro)
  • Prof. Dr. Muhammad Abdy (Universitas Negeri Makasar)
  • Prof. Dr. Muhammad Anshar (Politeknik Negeri Ujung Pandang)
  • Prof. Dr. Mukhamad Nurhadi (Universitas Mulawarman)
  • Prof. Dr. Nasfryzal Carlo (Universitas Bung Hatta)
  • Prof. Dr. Nilda Tri Putri (Universitas Andalas)
  • Prof. Dr. Okfalisa (Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim)
  • Prof. Dr. Pratikso (Universitas Islam Sultan Agung)
  • Prof. Dr. Putut Marwoto (Universitas Negeri Semarang)
  • Prof. Dr. Refdinal Nazir (Universitas Andalas)
  • Prof. Dr. Respati Wikantiyoso (Universitas Merdeka Malang)
  • Prof. Dr. Saktioto (Universitas Riau)
  • Prof. Dr. Saparudin (Universitas Sriwijaya)
  • Prof. Dr. Sarjon Defit (Universitas Putra Indonesia)
  • Prof. Dr. Setia Budi Sasongko (Universitas Diponegoro)
  • Prof. Dr. Siti Morin Sinaga (Universitas Sumatera Utara)
  • Prof. Dr. Siti Nurmaini (Universitas Sriwijaya)
  • Prof. Dr. Sugeng Wiyono (Universitas Islam Riau)
  • Prof. Dr. Sumeru (Politeknik Negeri Bandung)
  • Prof. Dr. Surya Afnarius (Universitas Andalas)
  • Prof. Dr. Sutrasno Kartohardjono (Universitas Indonesia)
  • Prof. Dr. Tamrin (Universitas Sumatera Utara)
  • Prof. Dr. Tutuk Djoko Kusworo (Universitas Diponegoro)
  • Prof. Dr. Zainuddin Nawawi (Universitas Sriwijaya)

_____

Catatan: Data alumni UTM yang bekerja diberbagai universitas di Indonesia dapat dicari melalui tautan ini.