Mohammad Hatta

Bung Hatta, demikian Mohammad Hatta, proklamator Indonesia biasa dipanggil. Tokoh yang saya pikir adalah tokoh yang mempunyai wisdom (kebijaksanaan atau hikmah) yang tinggi. Ciri-ciri orang yang mempunyai wisdom tinggi adalah, murah hati (charity), sederhana (simplicity) dan rendah hati (humility). Ketiga-tiga ciri ini dipunyai oleh Bung Hatta.

Namun, tidak semua orang yang dikaruniai hikmah, sesuai firman Allah SWT di bawah ini.

Dia memberikan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa diberi hikmah, sesungguhnya dia telah diberi kebaikan yang banyak. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang mempunyai akal sehat. (Al-Baqarah ayat 269)

40859845764_218abef0bf_h

Hilangnya sejarah Islam

Sejarah Islam yang gilang-gemilang selama tujuh abad dari abad ke-7 sampai abad ke-14 telah hilang. Sekarang umat Islam dikuasai dan dikalahkan oleh peradaban lain. Ramai orang Islam yang kehilangan identitas. Sudah mulai kebarat-baratan, bahkan lebih barat dari orang barat, baik dari cara cara berpakaian sampai cara berpikir. Mereka dilanda inferiority complex, iaitu rasa rendah diri karena ketidakmampuan, yang kadang-kadang ditandai dengan perilaku agresif sebagai kompensasinya. Hal ini melanda semua aspek kehidupan, juga dalam dunia pendidikan tinggi. Orang Islam dan juga negara dirantau ini telah dijajah.

Apa penyebabnya?

Invasi Mongol adalah salah-satu yang menyebabkan hilangnya sejarah Islam. Dunia Muslim pada masa itu tidak dapat mengusir invasi Mongol karena perpecahan dan lemahnya institusi politik dan militer. Sejarah telah membuktikan bahwa perpecahan selalu mengarah pada invasi dan kekalahan, sementara persatuan telah membawa kerajaan Islam menjadi kerajaan yang luar biasa, yang membawa pengaruh kepada ilmu pengetahuan dan teknologi yang menguntungkan dunia.

Melihat situasi politik dirantau sekarang ini, saya bertanya, kenapa kita tidak belajar dari sejarah? 

Time heals almost everything. Give the time, some time. 

Akan bijaksana jika kita berpegang pada quote ini, segala sesuatu itu ada waktunya. Mungkin nenek moyang kita tidak merasa bahwa mereka akan keluar dari zaman penjajahan, namun dengan usaha yang gigih, dan juga ridho dari Allah SWT, semuanya berakhir.

history

Rujukan

Kesadaran palsu

Kita tidak dikatakan berpikir atau merubah sesuatu, jika pikiran tersebut hanya menerima dan hanya menjelaskan kenyataan atau fenomena yang ada.

Manusia yang hanya melekatkan hidup mereka untuk mencari kehidupan yang penuh dengan hal-hal yang simbolik, mereka tidak sampai pada eksistensi hidup sebagai manusia.

Manusia yang merefleksikan hidup mereka dalam komoditas, mereka hanya meletakkan diri mereka pada kebendaaan, seperti rumah, mobil, pakaian dan lain-lain. Hanya sampai disitu.

Ini benar-benar demi kekuasaan tanpa membawa ideologi

Saya jarang mengomentari masalah politik. Tapi jika berita ini betul, seperti yang sudah saya perhatikan sejak lama, sangatlah jelas bahwa partai-partai tidak mempunyai ideologi untuk diperjuangkan. Tujuan semua partai adalah sama, hanyalah untuk kekuasaan semata-mata, tanpa mengusung ideologi. Mungkin kekuasaan itulah ideologinya. Saya menjadi geli sendiri, kalau ini benar-benar terjadi.

kekuasaan.png

Fenomena ini telah dijelaskan oleh Herbert Marcuse dalam bukunya yang berjudul “One-dimensional man”. Sesuai dengan judulnya Marcuse menyampaikan bahwa masyarakat kita sekarang adalah masyarakat berdimensi satu. Masyarakat ini tidak mengenal adanya adanya oposisi ataupun alternatif.  Hal ini terlihat dari fenomena partai-partai politik, yang seolah-olah berbeda platform atau ideologi. Namun, semua ini tidak ada perbedaan. Perbedaan itu sebenarnya tidak ada. Jadi partai-partai hanya berfungsi untuk mengumpulkan suara untuk kekuasaan. Ideologi seperti sosialisme dan kapitalisme tidak ada bedanya atau sangat tipis bedanya.

Rujukan

Herbert Marcuse, “One-Dimensional Man” (1964). Routledge (2006).

 

Apa jenis kebahagiaanmu?

Pencarian kebahagiaan yang tidak pernah berakhir. Proses penemuan diri (self-discovery) yang juga tidak pernah berakhir.

41483578141_f1714eb553_h

41483578161_46742ab59e_h

41441870322_fb62777931_h

Apa jenis kebahagiaanmu yang utama?

  • Bahagia binatang ternak, yang terpenuhi urusan makan, minum dan segala kebutuhan biologis.
  • Bahagia binatang liar, bila berhasil menjadi ranking satu dan mengalahkan lawan.
  • Bahagia syaitan, yang melakukan tipu daya dan muslihat.
  • Bahagia malaikat, yang patuh, tidak memiliki syahwat dan tidak pernah marah.

 

Lihat siapa yang bicara

Sekarang adalah musim kampanye politik di rantau ini. Seringkali kita melihat diskusi dan perdebatan mengenai isu-isu politik dan hal-hal yang berkaitan dengannya. Ada dua hal yang perlu dilihat dalam diskusi dan perdebatan tersebut. Pertama, siapa orangnya. Kedua, apakah pernyataan dari orang tersebut adalah pemikiran atau nasehat. Jika pernyataan tersebut adalah hasil pemikiran, kita mesti melihat siapa orang yang menyampaikan pemikiran tersebut. Apa latar belakang orang tersebut. Ini penting, karena pemikiran yang keluar dari seseorang adalah hasil dari pengalaman orang tersebut. Jika pernyataan tersebut adalah nasehat untuk kebaikan, lihatlah dan dengarkanlah apa yang disampaikan. Latar belakang orang yang menyampaikan tidak terlalu penting.

Saya mempunyai seorang kawan pria berumur 64 tahun, 6 kali kawin-cerai, dan menurut cerita beliau, hampir semua anak-anak beliau tidak hormat terhadap beliau. Kadang-kadang beliau bercerita mengenai pemikiran beliau mengenai falsafah hidup dan hubungan antara manusia. Kadang-kadang beliau menasehati saya mengenai pentingnya membaca Al-Quran dan beribadah. Melihat latar belakang beliau, saya kadang-kadang menolak pemikirannya. Namun semua nasehatnya tentang kebaikan saya terima.

Dengan prinsip di atas, kita dapat membuat keputusan untuk menerima pandangan atau pernyataan yang disampaikan orang lain.

Julaybib dan status sosial

“Tidak tahu”, kata istri saya, ketika saya menanyakan apakah beliau tahu dengan Julaybib.

Julaybib adalah sahabat Rasullulah SAW yang pada zamannya juga tidak dikenal karena berkulit hitam dan buruk rupa. Garis keturunan Julaybib juga tidak diketahui dan tidak ada catatan siapa orang tuanya, sehingga beliau tidak bernasab. Beliau adalah orang Arab dari kaum Ansar di Madinah. Disebabkan keadaan fisiknya yang tidak menarik, masyarakat Madinah kurang suka dengan keberadaan beliau di kota tersebut. Bagaimanapun juga, akhlak dan perjuangannya membela Islam luar biasa, sehingga Rasullulah SAW dalam sebuah hadithnya mengatakan: “Sesungguhnya Julaybib ini sebahagian daripada aku dan aku ini sebahagian daripada dia”. Karena akhlaknya yang mulia, Julaybib dinikahkan oleh Rasullulah SAW dengan wanita cantik yang shalihah.

Kisah ini menjadi contoh, walaupun Julaybib tidak diabaikan dan dihargai oleh kebanyakan orang karena status sosialnya, beliau menjadi contoh bahwa status sosial dan prestasi dunia tidak menentukan penghargaan diberikan oleh Rasullulah SAW.

Seringkali dalam dunia yang narcissistic seperti sekarang ini, ramai orang yang ingin meninggikan status sosialnya dengan memamerkan prestasi mereka melalui status mereka di media sosial seperti di Facebook, Instagram, Twitter dan lain-lain. Mungkin ramai orang yang akan memuji dan kagum. Namun, apakah prestasi tersebut dihargai oleh Allah SWT?

Manusia yang hanya melekatkan hidup mereka untuk mencari kehidupan yang penuh dengan hal-hal yang simbolik, mereka tidak sampai pada eksistensi hidup sebagai manusia.