Cerita mengenai pulang

Saya sedang menulis cerita tentang kepulangan saya ke tanah air setelah 26 tahun tinggal dan bekerja di luar Indonesia. Pertengahan tahun 2022 saya akan berhenti menjadi profesor di Universiti Teknologi Malaysia (UTM) dan akan aktif menjadi profesor di Universitas Negeri Malang (UM). Untuk saat ini, saya masih memberikan kata sandi untuk cerita ini. Jika Anda berminat membacanya, silahkan kirim e-mail ke hadi@hadinur.net untuk meminta kata sandi, dan klik gambar di bawah ini untuk membacanya.

Foto saya di linkedin

Foto saya mengenakan toga Universiti Teknologi Malaysia (UTM) ternyata menarik perhatian orang di Linkedin. Setelah enam hari, foto ini telah dilihat lebih dari 52 ribu kali dengan lebih dari 1300 suka. Entah kenapa foto ini menarik perhatian. Minat orang terhadap perubahan wajah dari waktu ke waktu mungkin menjadi daya tarik tersendiri, seperti fenomena Sultan Gustaf Al Ghozali, mahasiswa asal Semarang yang viral karena selfie-nya laku hingga miliaran rupiah.

Booster dose completed

The Ministry of Health of Malaysia said that individuals vaccinated with AstraZeneca must get a booster AstraZeneca three months after their second dose. Today I got a booster dose of AstraZeneca.

Panel kimia fisika

Ini panel kimia fisika (dosen dan staf laboratorium), Departemen Kimia, Universiti Teknologi Malaysia (UTM) yang merayakan pensiunnya dua guru besar yaitu Prof. Madzlan Aziz dan Prof. Abdul Rahim Yacob yang pensiun dua tahun lalu. Karena pandemi, baru bisa dirayakan sekarang. Sampai bulan Mei 2022 tinggal saya satu-satunya profesor di Departemen Kimia UTM, dan tidak ada lagi profesor setelah saya pindah ke Universitas Negeri Malang (UM).

Selamat Dr. Harry Budiman!

Hari ini saya menghadiri sidang terbuka promosi doktor Dr. Harry Budiman di Universitas Indonesia (UI). Saya mengucapkan selamat kepada Dr. Harry Budiman dan juga tim promotor; Dr. Jarnuzi Gunlazuardi (Promotor), Dr. Rahmat Wibowo (Kopromotor) dan Dr. Oman Zuas (Kopromotor).


Sidang terbuka promosi doktor di UI ini dilakukan setelah saya menjadi penguji ujian proposal doktor di Universitas Airlangga (UNAIR) yang berlangsung selama tiga jam sampai jam satu siang Waktu Indonesia Barat (WIB) — sampai saya tidak sempat makan siang.