Bersihkan hati

Bukan otak saja yang perlu ditajamkan, tetapi hati nurani juga perlu diasah. Zaman sekarang yang semuanya dapat diukur dan terbuka dengan informasi, manipulasi data dan informasi tetap dapat dilakukan untuk mendapat pujian dan kekaguman manusia yang silau dengan prestasi, termasuk prestasi yang semu. Oleh karena itu, hati nurani yang bersih dan terasah diperlukan supaya kita tidak tertipu. Seringkali kita lupa dan tidak sadar bahwa sebenarnya kita sering ditipu.

Wallahu a’lam

Menyikapi informasi

Pagi ini saya dinasehati oleh seseorang mengenai bagaimana menyikapi informasi yang kadang-kadang tidak ketahui apakah itu benar atau salah. Ini nasehat beliau.

Jangan terlalu percaya dan ambil pusing dengan informasi-informasi yang kita terima, terutama informasi mengenai politik, yang beredar di media massa dan juga sosial media. Hal ini dikarenakan informasi tersebut mungkin sudah direkayasa, diubah atau dibesar-besarkan sesuai dengan keinginan dan tujuan dari pembuat informasi tersebut. Jika kita ingin betul-betul paham, kajilah informasi tersebut secara menyeluruh dan detail. Buatlah riset atau penelitian yang mendalam. Jika tidak, abaikan saja informasi tersebut.

Media sosial seperti Facebook, Twitter dan lain-lain hanya membuat kita menjadi pengecut. Orang dapat bersembunyi dibalik komentar mereka. Kebohongan juga mudah dilakukan. Cara yang paling bagus untuk mengurangkan kebohongan adalah dengan cara bertatap secara langsung sehingga peluang untuk berbohong sedikit.

Sosial media bagus untuk membantu komunikasi tapi sangat buruk untuk pembangunan mental manusia.

Melihat hal yang positif

“I do think what this country has is a very responsive government, which is genuinely looking at long-term gain, not just short term,” Dutta said. “By spending so much on infrastructure, the benefits of which will only be felt 10-15 years from now, I think it is demonstrative of the government looking at a better Indonesia for the future. This is exactly the right vision we want to see in countries we want to invest in.”

Kita perlu melihat sesuatu berdasarkan pandangan orang lain, orang yang pakar dalam bidangnya. Saya melihat banyak diantara kita yang melihat dan memberikan komentar terhadap hal yang tidak kita kuasai dan mengerti secara dalam. Contohnya mengenai ekonomi Indonesia. Pembangunan infrastruktur yang dibangun besar-besaran di Indonesia mungkin tidak berdampak untuk masa pendek, tetapi untuk masa panjang. Namun banyak orang yang tidak sabar dan tidak melihat visi ini secara jelas. Kita perlu bijak melihat sesuatu. Wallahu’alam bishawab

Rujukan
https://asia.nikkei.com/Economy/Indonesia-absolutely-should-be-booming-says-HSBC-country-head