Jadilah seperti Pluto

Tahun 2006, International Astronomical Union (IAU), mendeklarasikan bahwa Pluto tidak lagi sebuah planet. Tahun 2019, National Aeronautics and Space Administration (NASA), kembali mengatakan bahwa Pluto kembali sebagai planet. Walaupun begitu, Pluto tetap mengitari matahari seperti biasa sama seperti yang dia lakukan selama milyaran tahun. Pluto tidak peduli apa yang dikatakan orang kepada dia. Jadilah seperti Pluto!

Rujukan
https://www.loc.gov/everyday-mysteries/item/why-is-pluto-no-longer-a-planet/
https://www.sciencealert.com/nasa-administrator-jim-bridenstine-says-pluto-is-a-planet

What is an expert?

Sometimes we find people who recognized and regarded as an expert, and some people claim they are expert.

The following is my explanation of the definition of an expert. To me, the expert is “someone who had mastered in his field of expertise, so that he can provide a very fast response (sometimes occurs without thinking – and may emerge from the unconscious) when he got stimuli associated with his expertise.”

For example, an experienced professor who teaches ‘chemical thermodynamics’ will quickly answer students’ questions (with correct answers) about the areas of his expertise without thinking hard. This professor is categorized expert in ‘chemical thermodynamics teaching.’

Perhaps, the above definition is closely related to the so-called “Skilled Memory and Expertise” (K. Anders Ericsson and James J. Staszewski).

Mengenai pencitraan

Menurut akal sehat saya, esensi dari pencitraan, yaitu branding yang berlebih-lebihan, adalah ketidakjujuran. Seringkali pencitraan yang dilakukan oleh organisasi sampai individu sebenarnya memoles sesuatu menjadi lebih menarik, lebih hebat, lebih fenomenal, lebih cerdas, lebih sederhana, lebih kaya, lebih cantik dan segala hal yang tujuannya melebih-lebihkan. Dalam arti kata, ada faktor ketidakjujuran dalam pencitraan. Hal ini seringkali kita perhatikan di media sosial, sepertinya ada sesuatu yang ditutup-tutupi dari ketidakjujuran tersebut.

Jujurlah pada diri sendiri dan jujurlah pada kehidupan. Dengan begitu, hidup ini akan lebih nyaman untuk dijalani.

“Dalam tradisi dan adab Islam, jangankan pencitraan, mengajukan diri untuk dipilih sebagai pemimpin merupakan hal yang tidak etis. Nabi Muhammad SAW tidak suka ketika sahahat beliau terlihat sangat berambisi untuk menjadi pemimpin.”

Adab menuntut ilmu

Imam Al-Ghazali sudah menulis mengenai adab menuntut ilmu 10 abad yang lalu yang saya pikir masih relevan untuk zaman sekarang.

Poster lima adab menuntut ilmu menurut Imam Al-Ghazali yang temui di internet.

Universitas kita

Beberapa hari yang lalu saya menelepon seorang sahabat di kampung halaman. Lama juga kami ngobrol kesana kemari karena sudah lama kami tidak bertegur sapa. Bercerita mengenai keluarga, kisah-kisah lucu dan juga pekerjaan. Karena sahabat saya tersebut adalah seorang dosen, pembicaraan akhirnya sampai pada pendidikan tinggi. Beliau bercerita dengan cara berseloroh mengenai perguruan tinggi tempat beliau bekerja, sehingga saya tertawa. Ini anekdot beliau.

Beliau mengibaratkan universitas tempat beliau bekerja seperti wanita yang sangat menyenangkan jika dilihat karena kecantikannya. Pada suatu kesempatan, ketika bersalaman dengan sang wanita cantik tersebut, wanita tersebut batuk-batuk. Ketika ditanya, mengapa saudari batuk? Wanita tersebut menjawab bahwa dia sakit paru-paru yang sudah parah—menderita kanker paru-paru stadium empat! Itulah anologi dari kondisi universitas saya, kata sahabat saya tersebut, rancak dipandang, tapi sebenarnya sakit. Rancak dilabuah.

Wallahu A’lam Bishawab

Tahniah Farid!

Alhamdullilah, Farid si anak bujang tadi menelepon Bapaknya memberitahu bahwa dia diterima bekerja yang sesuai dengan bidangnya di Kuala Lumpur. Bapaknya sudah menawarkan si anak bujang untuk melanjutkan Ph.D. dengan beasiswa dari Bapaknya, tapi si anak bujang tidak berminat. Walaubagaimanapun, Bapaknya senang. Tahniah Farid! Semoga dapat beradaptasi dengan orang-orang ditempat baru. Semoga Allah SWT melindungi kita semua.