Statistik menulis

Iseng-iseng saya menghitung jumlah tulisan saya di blog ini sejak 10 Oktober 1999 dan tulisan pribadi di handphone menggunakan aplikasi Day One®. Tulisan saya di blog berjumlah 1203 dan diaplikasi Day One® sebanyak 323 tulisan. Total adalah 1526. Artinya rata-rata saya menulis satu tulisan setiap 4.6 hari sejak 10 Oktober 1999 sampai sekarang (7040 hari).

Indonesia-Malaysia Research Consortium (I’MRC)

Alhamdullilah, saya mengucapkan syukur kepada Allah SWT, usaha yang diperjuangkan selama ini secara perlahan-lahan untuk mewujudkan kerjasama dalam bidang pendidikan tinggi antara Malaysia dan Indonesia sudah mulai menampakkan hasil. Di bawah ini adalah sebahagian dari aktivitas Indonesia-Malaysia Research Consortium (I’MRC) yang saya catat. Saya mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang banyak membantu. Insya Allah usaha kita yang mulia ini dapat terlaksana untuk menjadikan Indonesia-Malaysia menjadi lebih maju!

Sejarah Indonesia-Malaysia Research Consortium (I’MRC)!

Plan

Rujukan
https://imresearchconsortium.ning.com/

I’MRC meeting at Universitas Negeri Malang

I attended Indonesia-Malaysia Research Consortium (I’MRC) meeting from 15 to 16 January 2019 at Universitas Negeri Malang to discuss the STEM Kits projects. The STEM Kits project is coordinated by Prof. Datuk Dr. Halimaton Hamdan (Universiti Teknologi Malaysia) and Assoc. Prof. Dr. Markus Diantoro (Universitas Negeri Malang).

Projects

  • Smoking awareness and nanodrug targeting educational kit. Coordinators: Prof. Dr. Noor Hayaty Abu Kasim (Universiti Malaya) and Assoc. Prof. Dr. Lia Yuliati (Universitas Negeri Malang).
  • Renewable energy educational kit: Solar Cell and Fuel Cell Kit. Coordinators: Prof. Dr. Hadi Nur (Universiti Teknologi Malaysia) and Assoc. Prof. Dr. Nandang Mufti (Universitas Negeri Malang).

46034733934_a17e201af3_b

46026549134_9c5bcbbcc3_b

Reference
https://imresearchconsortium.ning.com/cluster/stem-kits

Do’a untuk teman yang sakit

Telah tertulis dalam Al Quran dan wajib diimani bahwa manusia adalah mahluk yang intelek, mempunyai pilihan hidup dan juga pasti akan mengalami penderitaan. Konsep yang terintegrasi. Jadi, sebenarnya kita tidak perlu takut dalam menghadapi kematian dan juga penderitaan dalam hidup ini. Saya mendo’akan Prof. Tahir Ahmad dan juga Pn. Azleena Kasiran cepat sembuh dan tabah dalam menghadapi cobaan penyakit yang diderita.

Rujukan
https://hadinur.net/2017/10/21/searching-for-the-purpose-of-life/

Manusia sederhana

Setiap hari saya berinteraksi dengan orang-orang yang baru dikenal. Namun tidak banyak yang bersikap sederhana, tidak berpura-pura dan tidak banyak basa-basi. Saya lebih tertarik dengan orang yang sederhana dalam bersikap, orang yang tidak rumit, tidak banyak akting dan tidak ada penyimpangan psikologis yang serius. Orang yang sederhana tidak kompleks dalam bersikap. Hal ini juga nampak dari cara mereka bersikap di sosial media seperti Facebook, Twitter, Instagram dan lain-lain.

Secara umum, orang yang sederhana mempunyai keinginan dan kebutuhan yang tidak banyak sehingga dia puas dengan kehidupan yang sederhana dan tidak pamer di sosial media dan juga dikehidupan sehari-hari. Tidak rakus dan tamak. Hal ini akan memberi ketenangan pikiran dan kebahagiaan kepada mereka. Inilah yang menyebabkan mereka nampak sederhana dan tidak berpura-pura dalam bersikap.