Mengenai kepuasan dan kebahagiaan

124010Kepuasan tidak sama dengan kebahagiaan. Kepuasan hanya bertahan pada jangka masa yang pendek, sedangkan kebahagiaan lebih lama bertahan efeknya. Salah satu contoh kepuasan adalah menerima pujian. “Pujian dapat meningkatkan kebahagiaan“, kata para peneliti, walaupun sebenarnya kebahagiaan tersebut sebenarnya adalah hanyalah kepuasan. Mungkin ini adalah alasan mengapa banyak orang yang suka pamer supaya dipuji, supaya puas. Karena pujian tersebut sifatnya jangka pendek, maka frekuensi untuk pamer perlu tinggi supaya selalu puas. Akhirnya ketagihan. Ini fenomena yang kita temui dalam media sosial, pamer supaya dipuji. Inilah yang membuat Mark Zuckerberg, pendiri Facebook, menjadi sangat kaya raya karena sekarang manusia mempunyai platform untuk mendapatkan kepuasan dari pujian. Mungkin dia paham betul dengan psikologi manusia dan dia manfaatkan menjadi peluang bisnis yang sangat menguntungkan.

Kebahagiaan adalah emosi yang datang dan pergi, dan bergantung bagaimana cara kita memandang kehidupan. Di bawah ini adalah cara untuk memandang kehidupan supaya tetap bahagia, walaupun dalam keadaan senang dan susah.

"Betapa indahnya menjadi orang yang beriman! Ada kebaikan baginya walau apa pun yang terjadi padanya - dan tidak ada seorang pun, selain dia, yang menikmati berkah ini. Jika dia menerima hadiah, dia berterima kasih kepada Allah atas karunia yang membawa kebaikan baginya. Dan jika kesulitan menimpanya, dia sabar, dan kesengsaraan ini juga membawa kebaikan baginya" (Muslim).

Sakit mental

Seringkali tanpa kita sadari, kita mungkin berhadapan dengan orang yang menderita sakit mental dan menyebabkan masalah dalam masyarakat. Salah satu penyakit mental tersebut adalah delusional disorder yang jumlah penderitanya tidak banyak, hanya 0.2% dari populasi. Ciri-ciri penderita penyakit mental ini adalah seringkali mengalami delusi, dan menganggap hal-hal yang sebenarnya adalah khayalan, dan tidak pernah terjadi, adalah benar terjadi.

External examiner at IIUM

I am an external examiner for Ph.D. thesis of Nurlina Yusof. She passed her PhD viva voce today with minor revision. Congratulations! Nurlina was supervised by Prof. Dr. Irwandi Jaswir, Prof. Dr. Parveen Jamal and Prof. Dr. Mohammed Saedi Jami). The other examiners were Prof. Dr. Ahmed Jalal Khan Chowdhury and Prof. Dr. Tan Chin Ping. The chairman of the viva-voce was Prof. Dr. Wahabuddin Ra’ees.

We are the winners

There are three types of victories in this life:

    • Winner with the numbers. We win when we get the highest score. More than everyone else.
    • Winner with integrity. We win without bullying and/or destroying others, and without overclaim.
    • Winner with the value. We value others the most. Victory is not just about winning, it is about doing good to others. Sayyidina Muhammad, peace be upon him, told us the best of people are those that bring most benefit to the rest of mankind.

We hope to win all three of the above categories.