My name is Hadi Nur. Currently, I am a Professor and Director of Institute of Ibnu Sina Institute for Scientific and Industrial Research (ISI-SIR), Universiti Teknologi Malaysia (UTM), and an Adjunct Professor at Universitas Negeri Malang (UM). Here are my curriculum vitae, a brief history, and an unfinished story of me. This blog is not a science blog, just a blog for thoughts and feelings. Please refer to this page for my scientific writings.

Number of posts: 1,754 | Number of pages: 36 | First post: 10 Oct 1999

Saring hal-hal negatif dari sosial media

Apakah anda ingin hidup tenang? Buang pikiran negatif dalam diri anda. Salah satu caranya adalah menyaring berita-berita negatif yang selalu masuk dalam sosial media anda.

Ilmuwan terkenal Zaman Keemasan Islam, Ibnu Sina pernah melakukan percobaan medis. Dia menempatkan dua ekor domba yang identik dalam dua kandang terpisah, dan dia menempatkan seekor serigala di samping salah satu kandang domba tersebut. Serigala itu hanya bisa dilihat oleh satu domba dan ditempatkan di luar pandangan domba yang satu lagi.

Beberapa bulan kemudian, anak domba yang dapat melihat serigala mati karena stres dan ketakutan, meskipun serigala itu secara fisik tidak mendekat atau bahkan mengancam domba tersebut. Domba lain yang tidak melihat serigala hidup dengan sehat dan bersemangat.

Eksperimen ini menunjukkan kekuatan dan pengaruh mental terhadap kesehatan dan tubuh kita. Ketakutan, kecemasan, stres, dan hal-hal negatif tidak menghasilkan apa-apa selain kerugian — bahkan jika kita tidak menyadari kerusakan yang ditimbulkannya pada diri kita.

Saring hal-hal negatif dari sosial media karena itu akan membunuhmu dari dalam.

Perlombaan tikus (rat race)

Perlombaan tikus (rat race) adalah usaha yang tidak pernah habis dan tidak berguna. Istilah ini biasanya dikaitkan dengan gaya hidup yang melelahkan dan berulang-ulang yang tidak menyisakan waktu untuk istirahat atau bersenang-senang.

Untuk orang yang berkecimpung dalam dunia akademik, nasehat saya adalah, jangan masuk dalam persaingan yang bodoh ini. Binalah lingkungan dan penelitian anda sendiri yang berimpak kepada mahasiswa, masyarakat dan dunia keilmuan. Carilah kebahagian dalam melakukannya.

Mentalitas serakah

Saya mendapat video yang dikirim oleh seorang teman di grup WhatsApp. Banyak interpretasi setelah melihat video ini. Saya melihatnya sebagai mentalitas serakah (greedy mentality) dari orang terkaya di dunia yang sekarang berusaha menguasai dunia dengan teknologi informasinya. Dia memanfaatkan kecanduan orang terhadap media sosial (social media addiction). Zaman sekarang candu bukan saja narkotika tetapi juga sosial media. Sungguh pintar dalam memanfaatkan sifat-sifat manusia. Ini dijadikan sebagai sarana untuk mengejar setiap peluang finansial.

Nampak jelas, pengejaran untuk mendapatkan keuntungan finansial ini didasari oleh sifat serakah. Kita akan menemukan bahwa usaha untuk mendapatkan keuntungan finansial yang besar tidak akan pernah berakhir. Hal inilah yang mendorong pemerintah Amerika Serikat mencoba membatasi usaha yang serakah, manipulatif, tidak bertanggung jawab dan tidak sensitif terhadap kebutuhan orang lain. Dalam video di atas terlihat bahwa Mr. Zuckerberg tidak mau mendedahkan privasi dirinya — sedangkan dia menggunakan data privasi orang lain untuk kepentingan bisnisnya. Banyak kritik mengenai cara kerja dan juga akibat dari bisnis sosial media ini.

Orang serakah itu tidak pernah merasa cukup dengan apa yang mereka punyai. Mereka kecanduan mengejar kekayaan yang tidak pernah terpuaskan. Ini adalah hasil dari sistem yang kita bangun selama ini.

Rayuan Pulau Kelapa

Rayuan Pulau Kelapa (Solace on Coconut Island) is an Indonesian song written by Ismail Marzuki (1914-1958), who wrote a number of popular tunes in the country’s early post-independence period. The lyrics praise Indonesia’s natural beauty, such as its flora, islands, and beaches, and profess undying love for the country. The song is a nostalgic favorite among Indonesian expatriates, particularly those who left the country for the Netherlands in the 1940s and 1950s, after independence.

Publikasi UM dan UTM

Saya telah diangkat sebagai adjunct professor Universitas Negeri Malang (UM) berdasarkan Keputusan Rektor Universitas Negeri Malang (UM) Nomor 1.2.22/UN32/KP/2077 sejak 1 Februari 2017, dan saya telah memberikan pidato ilmiah penganugerahan sebagai adjunct professor pada 29 Agustus 2017. Salah satu tugas saya sebagai adjunct professor adalah meningkatkan kerjasama dan publikasi internasional UM.

Hari ini, database Scopus telah mencatat bahwa Universiti Teknologi Malaysia (UTM) merupakan institusi luar negeri yang paling banyak berkontribusi kepada jumlah publikasi UM yang diindeks oleh Scopus. UTM menduduki peringkat ketiga setelah Universitas Brawijaya dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Saya mengucapkan terima kasih kepada teman-teman dosen di UM yang telah bekerja dengan keras menaikkan jumlah publikasi UM.

Guru-guru saya

Berikut ini adalah nama-nama dosen dan pembimbing yang mengajar saya selama saya kuliah di ITB, UNPAD, UTM dan Hokkaido University. Saya tulis di website ini tiga tahun yang lalu, dan baru saya update. Beberapa guru saya telah meninggal dunia (◼ ini data yang saya tahu). Seorang guru sangat berpengaruh kepada muridnya; dia tidak pernah tahu di mana pengaruhnya berhenti.