Kerangka dalam memahami universitas

Universitas adalah institusi pendidikan tinggi yang bertujuan untuk memberikan pendidikan akademis dan ilmu pengetahuan yang berkualitas bagi para mahasiswanya. Universitas memainkan peran penting dalam memberikan pendidikan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Universitas dapat diklasifikasikan sebagai universitas miskin, kelas menengah, atau kaya berdasarkan sumber daya dan kualitas pendidikan yang dimilikinya.

Universitas miskin: Universitas miskin adalah universitas yang memiliki sumber daya yang terbatas, seperti fasilitas dan dana untuk penelitian. Ini dapat mempengaruhi kualitas pendidikan yang ditawarkan dan kinerja akademik. Universitas miskin seringkali memiliki masalah dengan pembiayaan dan kurangnya dukungan pemerintah.

Universitas kelas menengah: Universitas kelas menengah adalah universitas yang memiliki sumber daya dan kualitas pendidikan yang berada di antara universitas miskin dan universitas kaya. Universitas kelas menengah memiliki beberapa fasilitas dan dukungan yang memadai, tetapi tidak selengkap dan tidak sebaik universitas kaya.

Universitas kaya: Universitas kaya adalah universitas yang memiliki sumber daya yang lebih banyak dan memadai, seperti fasilitas yang baik, dan dana untuk penelitian, dan dukungan industri dan pemerintah. Universitas kaya seringkali memiliki fasilitas akademis dan penelitian yang lebih lengkap, sehingga dapat memberikan kualitas pendidikan yang lebih baik dan memungkinkan mahasiswa untuk memperoleh kualitas pendidikan yang lebih baik.

Perbedaan antara universitas miskin, kelas menengah, dan kaya dapat mempengaruhi kualitas pendidikan yang diterima oleh mahasiswa, dan memiliki implikasi yang signifikan bagi masa depan mereka. Memahami perbedaan antara universitas miskin, kelas menengah, dan kaya sangat penting untuk memahami dan menyusun rencana strategi universitas secara efektif. Kerangka ini menekankan bahwa memahami perbedaan-perbedaan tersebut dapat membantu membangun solusi yang lebih tepat dan menyusun rencana strategis untuk mencapai visi dan misi universitas.

Tabel kategorisasi universitas

Dari tabel di atas, saya melihat semua universitas papan atas di Indonesia masih berada pada posisi universitas kelas menengah yang perlu bekerja dan berprestasi, dikelola dengan baik dan perlu hemat, dan perlu fokus pada masa depan.

Tesis Ph.D.

Foto di bawah ini adalah saat pustakawan Universiti Teknologi Malaysia (UTM) berhasil menemukan tesis Ph.D. saya tahun 1998 dalam koleksi khas perpustakaan Raja Zarith Sofiah di UTM. Ini adalah momen ketika saya bersama delegasi dari Universitas Negeri Malang (UM) yang dipimpin oleh Prof. Hariyono, Rektor UM, melakukan kunjungan dinas ke UTM dari tanggal 30 Januari 2023 hingga 1 Februari 2023.

Prestasi yang semu

Fokus dari tulisan ini adalah mengenai prestasi yang dapat dikaitkan dengan realitas prestasi universitas yang semu. Tidak nyata dan palsu. Ada kepalsuan yang disengaja dan tidak disengaja, serta situasi di mana informasi yang diberikan tidak sepenuhnya akurat namun tidak sengaja. Namun, realitas yang dikaitkan dengan prestasi akademis mungkin tidak palsu. Masih ada kebenaran dan kejujuran walaupun masih banyak juga ditemukan kepalsuan yang diperlihatkan oleh prestasi semu.

Kita masih melihat bahwa universitas-universitas di negara berkembang masih bergantung kepada pencapaian semu yang bergantung kepada bibliometri dan sitasi padahal ini seringkali tidak relevan dengan keunggulan akademik. Ada beberapa alasan mengapa universitas di negara berkembang masih bergantung pada pencapaian semu yang bergantung pada bibliometri dan sitasi, meskipun ini seringkali tidak relevan dengan keunggulan akademik:

  • Sistem evaluasi yang ada di negara berkembang seringkali tidak cukup baik untuk mengevaluasi kualitas riset dan pendidikan secara komprehensif. Bibliometri dan sitasi mudah diukur dan dapat digunakan sebagai proxy untuk mengevaluasi kualitas riset.
  • Kekurangan sumber daya yang membuat universitas-universitas di negara berkembang kesulitan dalam mengumpulkan data yang diperlukan untuk mengevaluasi kualitas riset dan pendidikan secara komprehensif.
  • Ada tekanan untuk meningkatkan peringkat universitas di dunia, yang dapat menyebabkan fokus pada pencapaian semu yang diukur dengan bibliometri dan sitasi.
  • Seringkali, perguruan tinggi di negara berkembang masih belum memiliki sistem yang memadai untuk mengevaluasi kinerja dosen dan mahasiswa, sehingga mereka mengandalkan bibliometri dan sitasi sebagai indikator dari kinerja akademis.

Video unggulan

Kelima video ini adalah video unggulan yang ditampilkan di channel YouTube saya, yaitu pengukuhan saya sebagai guru besar di Universiti Teknologi Malaysia (UTM) tahun 2011, pengukuhan saya sebagai guru besar di Universitas Negeri Malang (UM) tahun 2022, orasi ilmiah saya di Dies Universitas Negeri Malang (UM) ke-68 tahun 2022, riwayat hidup saya, dan terakhir montase tentang ayah saya.

Alumni UTM yang profesor di Indonesia dan luar negeri

[Diperbarui pada 11 Januari 2023]

Jumlah alumni Universiti Teknologi Malaysia (UTM), program Magister dan Ph.D., yang berasal dari Indonesia yang telah menjadi profesor diberbagai universitas di Indonesia dan luar negeri telah bertambah menjadi 54 orang. Tahniah!

Luar negeri

  • Prof. Dr. Ahmad Hoirul Basori (King Abdulaziz University)
  • Prof. Dr. Muhammad Taher (International Islamic University Malaysia)
  • Prof. Dr. Nangkula Utaberta (UCSI University)

Indonesia

  • Prof. Dr. Abdullah (Universitas Diponegoro)
  • Prof. Dr. Adi Surjosatyo (Universitas Indonesia)
  • Prof. Dr. Agus Setyo Budi (Universitas Negeri Jakarta)
  • Prof. Dr. Agus Suprapto (Universitas Merdeka Malang)
  • Prof. Dr. Ahmad Saudi Samosir (Universitas Lampung)
  • Prof. Dr. Andi Adriansyah (Universitas Mercu Buana)
  • Prof. Dr. Anis Saggaf (Universitas Sriwijaya)
  • Prof. Dr. Asri Nugrahanti (Universitas Trisakti)
  • Prof. Dr. Azriyenni (Universitas Riau)
  • Prof. Dr. Bambang Pramudono (Universitas Diponegoro)
  • Prof. Dr. Didi Dwi Anggoro (Universitas Diponegoro)
  • Prof. Dr. Didik Prasetyoko (Institut Teknologi Sepuluh Nopember)
  • Prof. Dr. Fitra Lestari (Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim)
  • Prof. Dr. Hadi Nur (Universitas Negeri Malang)
  • Prof. Dr. Halifah Pagarra (Universitas Negeri Makassar)
  • Prof. Dr. Hartati (Universitas Negeri Makassar)
  • Prof. Dr. Hendriko (Politeknik Caltex)
  • Prof. Dr. Ifdil (Universitas Negeri Padang)
  • Prof. Dr. Istadi (Universitas Diponegoro)
  • Prof. Dr. Iwan Vanany (Institut Teknologi Sepuluh Nopember)
  • Prof. Dr. Kusmiyati (Universitas Dian Nuswantoro)
  • Prof. Dr. Lalu Mulyadi (Institut Teknologi Nasional)
  • Prof. Dr. Makmur Saini (Politeknik Negeri Ujung Pandang)
  • Prof. Dr. Moh. Khairudin (Universitas Negeri Yogyakarta)
  • Prof. Dr. Mohamad Djaeni (Universitas Diponegoro)
  • Prof. Dr. Muhammad Abdy (Universitas Negeri Makasar)
  • Prof. Dr. Muhammad Anshar (Politeknik Negeri Ujung Pandang)
  • Prof. Dr. Mukhamad Nurhadi (Universitas Mulawarman)
  • Prof. Dr. Nasfryzal Carlo (Universitas Bung Hatta)
  • Prof. Dr. Nilda Tri Putri (Universitas Andalas)
  • Prof. Dr. Noermijati (Universitas Brawijaya)
  • Prof. Dr. Okfalisa (Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim)
  • Prof. Dr. Pratikso (Universitas Islam Sultan Agung)
  • Prof. Dr. Putut Marwoto (Universitas Negeri Semarang)
  • Prof. Dr. Refdinal Nazir (Universitas Andalas)
  • Prof. Dr. Reni Suryanita (Universitas Riau)
  • Prof. Dr. Respati Wikantiyoso (Universitas Merdeka Malang)
  • Prof. Dr. Saktioto (Universitas Riau)
  • Prof. Dr. Saparudin (Universitas Sriwijaya)
  • Prof. Dr. Sarjon Defit (Universitas Putra Indonesia)
  • Prof. Dr. Setia Budi Sasongko (Universitas Diponegoro)
  • Prof. Dr. Siti Morin Sinaga (Universitas Sumatera Utara)
  • Prof. Dr. Siti Nurmaini (Universitas Sriwijaya)
  • Prof. Dr. Sugeng Wiyono (Universitas Islam Riau)
  • Prof. Dr. Sumeru (Politeknik Negeri Bandung)
  • Prof. Dr. Surya Afnarius (Universitas Andalas)
  • Prof. Dr. Sutrasno Kartohardjono (Universitas Indonesia)
  • Prof. Dr. Tamrin (Universitas Sumatera Utara)
  • Prof. Dr. Teddy Purnamirza (Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim)
  • Prof. Dr. Tutuk Djoko Kusworo (Universitas Diponegoro)
  • Prof. Dr. Zainuddin Nawawi (Universitas Sriwijaya)

_____

Catatan: Data alumni UTM yang bekerja diberbagai universitas di Indonesia dapat dicari melalui tautan ini.