Menulis atau Tidak Menulis?

Beberapa orang bertanya apakah saya sebaiknya berhenti menulis, ngeblog, atau memposting video kuliah dan opini di YouTube. Pertanyaan itu wajar. Apalagi beberapa tulisan saya belakangan ini menyentuh topik yang cukup sensitif di dunia akademik, seperti kualitas jurnal, etika akademik, arah pendidikan tinggi, hingga pertanyaan apakah kita benar-benar menciptakan pengetahuan atau sekadar menambah jumlah publikasi.

Bagi saya, menulis bukan sesuatu yang baru. Jauh sebelum media sosial, saya sudah menulis di blog dan surat kabar. Menulis adalah cara saya berpikir, merefleksikan pengalaman, dan berbagi pandangan.

Tujuan saya sederhana. Saya ingin menjaga percakapan intelektual tetap hidup. Tidak semua orang harus setuju. Jika satu tulisan saja membuat seseorang berhenti sejenak dan berpikir, itu sudah cukup.

Menulis dan memposting kuliah di YouTube juga menjadi cara saya tetap hadir secara intelektual di dunia akademik. Berbagi gagasan, pengalaman, dan refleksi adalah bagian dari bagaimana saya terus berpartisipasi dalam dunia akademik, bukan hanya melalui publikasi formal tetapi juga melalui ruang diskusi yang lebih terbuka.

Jadi jawabannya sederhana.

Saya mungkin tidak selalu berada di setiap ruang formal akademik, tetapi saya tetap berpikir, menulis, dan berbagi.

Published by

Hadi Nur

This blog is primarily written for my own purposes, and there has never been any claim that it is an original work.