Artikel ini ditulis tentang seorang ilmuwan dari Osaka University yang saya kenal sejak 2006, yang telah pensiun sejak tahun 2014. Beliau adalah Prof. Michio Matsumura, mantan Profesor dan Direktur Research Center for Solar Energy Chemistry, Osaka University. Saya diperkenalkan kepada beliau oleh sahabat saya, Prof. Shigeru Ikeda, yang saat itu adalah associate professor di laboratorium beliau di Osaka University dan sekarang menjadi profesor di Konan University.
Pada tahun 2006, saya mengundang Prof. Matsumura ke Universiti Teknologi Malaysia (UTM) sebagai keynote speaker dalam Annual Fundamental Science Seminar (AFSS), acara yang diorganisir oleh Ibnu Sina Institute for Fundamental Science Studies, UTM. Itu adalah kunjungan pertama beliau ke Malaysia, dan beliau langsung tertarik untuk berkolaborasi dengan UTM. Akhirnya, sebuah MoU antara Graduate School of Engineering Science, Osaka University dan UTM ditandatangani pada tahun 2008. Sejak itu saya dan beliau menjadi koordinator untuk kerjasama ini. MoU tersebut masih berlaku hingga saat ini dan telah diperbarui beberapa kali.
Sejak penandatanganan MoU tersebut, Graduate School of Engineering Science, Osaka University, melalui Prof. Matsumura, telah mengirimkan profesor mereka hampir setiap tahun ke UTM. Prof. Matsumura juga telah menerima salah satu mahasiswa M.Sc. saya, Yun Hau Ng (sekarang profesor di City University of Hong Kong) sebagai mahasiswa Ph.D. beliau di Osaka University.
Dengan adanya pertemanan yang telah lama terjalin ini, saya kini diberi kepercayaan untuk menjabat sebagai Guest Professor di Graduate School of Engineering Science, Osaka University. Saat ini, sudah ada enam dosen dari UTM yang telah meraih Ph.D. dari Graduate School of Engineering Science, Osaka University. Selain itu, ada satu dosen dari Universitas Negeri Malang (UM) yang sedang menempuh program Ph.D., dan dua dosen lainnya akan berangkat ke Osaka pada bulan Oktober tahun ini.
Sejenak, saya berdiri di ambang pagi, di hadapan mahasiswa baru angkatan 2023, di awal perjalanan akademik yang belum terjamah. Di mata saya, mereka bukan hanya mahasiswa, tapi bagaikan anak-anak saya yang sedang mengawali suatu petualangan intelektual. Hari ini jam 7 pagi, dalam semilir angin pagi Universitas Negeri Malang (UM), saya menyeruakkan pikiran-pikiran dalam mata kuliah Sains Dasar Berkelanjutan (mata kuliah baru di UM); sebuah lembaran baru di universitas ini, khusus bagi mereka yang menapak di jalur sarjana.
Ada nuansa Jawa Timur yang menyelubungi ruangan, semua hadir dari sana, dengan kehadiran perempuan yang mendominasi dan hanya dua wajah laki-laki yang menyempil di antaranya. Dalam setiap perkataan seorang dosen, ada tanggung jawab yang mengalir, bukan hanya sekadar mengajarkan ilmu, tetapi juga menyulam inspirasi, khususnya saat pertama kali mereka menjejak di koridor universitas.
Kita, dengan pendekatan hati dan penuh dedikasi, berupaya menanamkan rasa bahwa mereka bukan hanya diterima, tapi juga menjadi bagian dari narasi besar ilmu pengetahuan. Sebagai pelengkap hari, saya membawa mereka menyusuri lab terpadu, mengharapkan bahwa dengan menyentuh dan merasakan fasilitas yang ada, api semangat mereka akan berkobar, dan sekaligus merajut koneksi emosional dengan dunia yang akan mereka geluti.
Semoga anak-anak kita ini menjadi pemimpin di bidangnya di masa depan!
Pendefinisian beban tugas staf akademik yang jelas di Universitas Teknologi Malaysia (UTM) adalah langkah penting yang membawa banyak keuntungan. Dengan adanya beban tugas yang jelas, universitas dapat mengukur kinerja staf akademik secara lebih objektif, merencanakan kegiatan dengan lebih efisien, dan menilai sumber daya manusia dengan lebih tepat. Selain itu, dengan data mengenai beban tugas staf akademik, universitas dapat menyusun rencana strategis yang lebih kuat, yang memungkinkan universitas untuk merumuskan visi dan misi yang lebih terarah serta merencanakan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Berikut ini adalah beban tugas yang saya emban sebagai dosen di UTM sebelum saya pindah ke Universitas Negeri Malang (UM) pada tahun 2022. Saat ini, status saya di UTM adalah sebagai profesor adjung.
Buku saya, berjudul “Filsafat Sains dalam Konteks: Interpretasi Filosofis untuk Pendidikan Tinggi Indonesia“, telah berhasil diterbitkan. Buku ini bertujuan untuk menerangkan bagaimana filsafat dapat membentuk pemahaman kita tentang ilmu pengetahuan dan menunjukkan bagaimana pemahaman ini dapat diterapkan dalam konteks sistem pendidikan tinggi Indonesia. Silakan kunjungi UMM Press untuk mendapatkan buku ini.
Dengan rendah hati, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua yang telah meluangkan waktu untuk mendoakan dan mengucapkan selamat ulang tahun kepada saya di hari istimewa ini, ketika saya bersyukur kepada Allah SWT atas berkah usia 54 tahun. Semoga di tahun-tahun mendatang, rahmat dan keberkahan dari Allah SWT senantiasa menyertai langkah saya. Terima kasih atas doa, kasih sayang, dan kehangatan yang telah kalian sampaikan.
Di sudut yang paling tersembunyi dari ruangan yang disebut waktu, berdirilah saya, tenggelam dalam renungan di balik layar blog, saksi bisu atas perjalanan pikiran dan pena saya sejak 1999. Saya Hadi Nur. Saya merenungkan umur, yang seperti sungai, mengalir tanpa henti, membawa debu dan partikel-partikel kenangan, mengendap di dasar memori.
Tak ada yang perlu dibanggakan dari menjadi tua, bukan? Namun, ada sesuatu yang mendasar yang terus menerus mengalir bersama waktu itu: sebuah perubahan. Perubahan yang saya rindukan bukanlah yang bersifat duniawi, melainkan sebuah transformasi yang membawa saya lebih dekat kepada-Nya, Tuhan yang Maha Esa.
Saya, yang kini menjabat sebagai Profesor dan Kepala UPT Laboratorium Terpadu di Universitas Negeri Malang (UM), Adjunct Professor di Universiti Teknologi Malaysia (UTM), dan Guest Professor di Osaka University, telah melalui perjalanan yang panjang. Sebelum bergabung dengan UM, saya berlabuh di UTM, mulai dari peneliti pasca-doktor hingga menjadi profesor penuh selama hampir 12 tahun. Ini adalah modal utama saya, pengalaman yang tak ternilai untuk bekerja di tanah air sendiri.
Namun, sekali lagi, ini bukanlah sebuah kebanggaan. Ini adalah perjalanan.
Sebagai seorang profesor, saya memiliki tanggung jawab yang meluas dalam mengajar, melakukan penelitian ilmiah, membimbing mahasiswa, dan menjadi editor untuk berbagai jurnal. Saya juga menempati berbagai posisi akademik, administratif, dan penelitian di dalam universitas.
Namun, di balik semua itu, ada sebuah ruang yang saya ciptakan untuk diri saya sendiri: sebuah blog. Sejak tahun 1999, saya telah menulis lebih dari dua ribu postingan dalam bentuk blog di hadinur.net. Namun, hanya blog di situs ini saja yang terbuka untuk umum.
Saya menulis, bukan untuk mencari pengakuan, melainkan untuk berdialog dengan diri saya sendiri, untuk menggali lebih dalam apa yang tersembunyi di balik kata-kata dan apa yang tersirat di balik pemikiran.
Jika Anda ingin mengakses CV saya, terhubung dengan saya secara langsung, menemukan informasi spesifik di situs web tersebut, atau mengatur pertemuan, silakan gunakan kalender pemesanan yang disediakan. Namun, di balik itu semua, saya berharap, Anda dapat melihat saya sebagai Hadi Nur, seorang manusia yang terus mencari, terus menggali, dalam perjalanan untuk menemukan esensi dari diri sendiri dan kehidupan ini.
Gambar Scanning Tunneling Microscope (STM) dari modifikasi permukaan yang diinduksi oleh emisi medan dari kata “Hadi Nur” pada permukaan Si(111) yang direkonstruksi 7 x 7. Menulis pada teras datar dengan menerapkan pulsa tegangan negatif kontinu sebesar 4.2 V selama 0.1 ms. Gambar memiliki ukuran pemindaian 45 nm x 75 nm.
Saya telah masuk dalam “World’s Top 2% Scientists” selama dua tahun berturut-turut (2021 dan 2022) berdasarkan Elsevier Data Repository yang disiapkan oleh Prof. John P.A. Loannidis dan timnya di Stanford University. “World’s Top 2% Scientists” merujuk pada database ilmuwan yang paling banyak dikutip dan tersedia untuk umum yang memberikan informasi standar tentang sitasi, h-index, co-authorship adjusted hm-index, sitasi pada karya di posisi penulis yang berbeda, dan indikator gabungan (c-score). Selama dua tahun terakhir (2021-2022), saya masuk dalam 2% ilmuwan teratas dunia dalam kedua kategori, yaitu “Career-Long Achievement” dan “Single Year Achievement”. Untuk tahun 2022, data yang tersedia dapat diakses melalui situs web Elsevier. Berikut adalah data saya yang telah diekstrak dari situs web tersebut.
Terdapat tiga peristiwa penting dalam perjalanan karir saya sebagai dosen. Pertama, ketika diangkat sebagai profesor di Universiti Teknologi Malaysia (UTM) pada tahun 2010. Kedua, ketika dianugerahkan gelar adjunct professor oleh Universitas Negeri Malang (UM) pada tahun 2017. Terakhir, saat menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai profesor di UM oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, yang berlaku mulai 1 Agustus 2021. Dalam penganugerahan tersebut, ada istilah penting yang diharapkan, yaitu ‘keprofesoran’, yang merujuk pada sifat dan kewibawaan sebagai profesor. Kewibawaan ini tidak dapat dinilai hanya dari angka-angka, seperti jumlah publikasi dan sitasi, karena kewibawaan tersebut hanya dapat dilihat melalui pandangan rekan-rekan sejawat (peer group).
Pengukuhan sebagai profesor di Universitas Negeri Malang (UM) tahun 2022, satu tahun setelah ditetapkan sebagai profesor oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Republik Indonesia.
Jika kita merujuk pada istilah keprofesoran, itu mengacu pada profesionalisme dan profesi. Menurut penjelasan yang saya baca di Wikipedia, profesi adalah sekelompok individu yang disiplin, mematuhi standar etika, menganggap diri mereka sendiri, dan diterima oleh publik sebagai memiliki pengetahuan dan keterampilan khusus dalam badan pembelajaran yang diakui secara luas yang berasal dari penelitian, pendidikan, dan pelatihan pada tingkat yang tinggi dan siap untuk menerapkan pengetahuan ini serta mempraktikkan keterampilan ini demi kepentingan orang lain. Definisi ini, menurut saya, cocok untuk orang yang telah menjadi profesor.
Dari sudut pandang filosofis, profesi sebagai profesor tidak hanya sekadar gelar atau posisi, tetapi juga representasi dari pencarian berkelanjutan akan pengetahuan dan kebenaran. Dalam konteks epistemologi, profesor berperan sebagai penjaga dan penyebar pengetahuan, memastikan bahwa apa yang diketahui oleh manusia terus berkembang dan diperbaharui. Mereka berfungsi sebagai jembatan antara masa lalu dan masa depan, menghubungkan pengetahuan yang telah ada dengan inovasi yang akan datang.
Dari sudut pandang filosofis, keprofesoran mencerminkan dedikasi dan komitmen seseorang untuk menguasai dan memajukan suatu bidang ilmu. Profesor tidak hanya mengejar kebenaran dan pengetahuan, tetapi juga membina generasi berikutnya dengan memberikan bimbingan dan inspirasi.
Dalam perspektif etika, peran profesor dapat dilihat sebagai manifestasi dari tanggung jawab moral untuk membimbing dan mendidik orang lain. Menurut pandangan deontologis Kantian, tindakan seorang profesor seharusnya didasarkan pada kewajiban moral untuk mengedukasi tanpa memandang konsekuensi pribadi. Selain itu, dari sudut pandang utilitarian, upaya profesor dalam menyebarkan pengetahuan dan keterampilan berkontribusi pada kebahagiaan dan kesejahteraan terbesar bagi masyarakat luas.
Patut dipahami bahwa profesor adalah jabatan. Dari jabatan ini, diharapkan seseorang dapat mengembangkan bidang ilmu yang diembankan kepadanya. Oleh karena ini adalah jabatan, diharapkan seorang profesor tersebut dapat bertindak layaknya sebagai sebuah institusi kecil untuk menjalankan tugasnya. Hal ini dapat dilihat di negara-negara maju seperti Jepang, Eropa, dan Amerika Serikat, di mana seorang profesor mengetuai sebuah unit kecil yang mempunyai tanggung jawab dalam pengembangan pendidikan dan riset. Di universitas di Jepang, unit ini dinamakan sebagai Koza. Sebuah Koza mempunyai laboratorium diketuai oleh seorang profesor, dan terdiri dari associate professor, assistant professor, postdoc, mahasiswa B.Sc., M.Sc., dan Ph.D. Dengan begitu, proses dalam pengembangan pendidikan dan riset dapat dilakukan dengan lebih terarah dan mendalam karena setiap Koza mempunyai spesialisasi dalam bidang ilmu tertentu. Dari sinilah keprofesoran itu dapat diwujudkan dan berkembang dengan baik.
Melalui kacamata filsafat organisasi, struktur seperti Koza mencerminkan prinsip-prinsip sinergi dan holisme, di mana keseluruhan lebih besar daripada jumlah bagian-bagiannya. Ini sejalan dengan pemikiran Aristotelian tentang komunitas akademik sebagai ekosistem yang saling bergantung. Selain itu, dari sudut pandang filsafat ilmu, spesialisasi dalam Koza memungkinkan pendalaman pengetahuan yang lebih intensif, yang pada gilirannya mendorong kemajuan ilmiah dan teknologis yang lebih signifikan.
Namun, tulisan ini sebenarnya mengkritik diri sendiri. Setidaknya dengan menulis ini, saya sadar akan tugas berat yang ada di tangan saya sebagai seorang profesor. Saya diingatkan untuk selalu menjunjung tinggi etika, integritas, dan komitmen terhadap penelitian dan pendidikan, demi kepentingan masyarakat dan kemajuan ilmu pengetahuan.
Dalam refleksi eksistensial ini, muncul kesadaran bahwa peran profesor bukan hanya profesi, tetapi juga panggilan hidup yang menuntut autentisitas dan tanggung jawab pribadi. Menurut filsuf seperti Sartre dan Heidegger, individu harus hidup sesuai dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang mereka anggap penting. Dengan demikian, sebagai profesor, ada tuntutan internal untuk terus berkembang, tidak hanya dalam pengetahuan tetapi juga dalam karakter, sehingga dapat menjadi teladan dan inspirasi bagi orang lain.
Akhirnya, melalui lensa filsafat pendidikan, peran profesor dapat dilihat sebagai agen transformasi sosial. Mengikuti pemikiran Paulo Freire tentang pendidikan sebagai praksis pembebasan, profesor memiliki potensi untuk memberdayakan individu dan komunitas melalui pengajaran yang kritis dan reflektif. Dengan demikian, komitmen terhadap etika dan integritas bukan hanya demi kepentingan pribadi atau institusional, tetapi juga sebagai kontribusi terhadap terciptanya masyarakat yang lebih adil dan tercerahkan.
Kelima video ini adalah video unggulan yang ditampilkan di channel YouTube saya, yaitu pengukuhan saya sebagai guru besar di Universiti Teknologi Malaysia (UTM) tahun 2011, pengukuhan saya sebagai guru besar di Universitas Negeri Malang (UM) tahun 2022, orasi ilmiah saya di Dies Universitas Negeri Malang (UM) ke-68 tahun 2022, riwayat hidup saya, dan terakhir montase tentang ayah saya.
You must be logged in to post a comment.