Mentor dan Kampus yang Sibuk

Tulisan saya mengenai pengalaman membimbing mahasiswa baru saja diterbitkan. Nur, H. (2026). Future scholars: A reflective analysis of student mentorship in scientific research. In A. P. Wibawa et al. (Eds.), The world of life-based learning (pp. 205–218). Springer Nature. (DOI: https://doi.org/10.1007/978-3-032-16731-6_15).

Di kampus, kita sering lupa: pendidikan bukan sekadar gelar. Ia tumbuh dari perjumpaan antara guru dan murid, dari bimbingan yang sabar, dari percakapan yang menyalakan pikiran. Tulisan ini mengingatkan bahwa riset adalah jalan terjal. Penuh ragu, gagal, lalu mencoba lagi. Karena itu mahasiswa tak hanya perlu ilmu, tapi juga seorang mentor yang menunjukkan arah saat kabut datang. Namun kampus hari ini terlalu sibuk: angka, kuota, administrasi, dan kelas yang sesak. Hubungan manusiawi pelan-pelan diganti sistem. Maka pesannya sederhana: universitas jangan menjadi pabrik ijazah. Ia harus tetap menjadi tempat manusia bertumbuh.

Di bawah ini adalah infografik dari tulisan saya yang dibuatkan oleh ChatGPT.

Published by

Hadi Nur

This blog is primarily written for my own purposes, and there has never been any claim that it is an original work.