Siapa yang pintar?

Politikus itu cerdas dan pada saat yang sama juga licik untuk mendapatkan kekuasaan. Karena cerdas dan licik, mereka sering berhasil merebut kekuasaan dengan menggunakan politik identitas dengan mempolitisasi suku dan agama. Hal ini telah mengakibatkan polarisasi dalam masyarakat multi-agama dan multi-rasial. Meski pemilihan umum dan pemilihan kepala daerah telah selesai, hingga kini pendukungnya masih bertarung dengan pendukung lawan politiknya. Hal ini terlihat dari komentar-komentar dari media sosial yang saya ikuti. Politikus ini tidak peduli dengan kehancuran masyarakat. Saya tidak tahu apa yang ada di benak para politisi ini. Mungkin hanya duit dari kekuasaan.

Video lucu ini saya download dari facebook dan saya modifikasi dengan mengubah kata katanya menjadi bahasa Indonesia.

Print Friendly, PDF & Email

Published by

Hadi Nur

This blog is mainly written for my own purposes. There has never been any claim that this is an original work.