50 tahun

Saya mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan yang telah mengingatkan saya setiap tahun bahwa masa hidup di dunia sudah semakin berkurang, dan tahun ini umur saya telah mencapai 50 tahun. Semoga hidup kita diberkati oleh Allah SWT.

Inilah beberapa penjelasan terkait usia manusia dalam Al-Quran:

Semakin bertambah usia semakin lemah tangan menggenggam, karena Allah sedang mendidik kita agar melepaskan cinta dunia (QS Hud: 15-16).

Semakin bertambah usia semakin kabur mata kita, karena Allah sedang mencerahkan mata hati untuk melihat akhirat (QS Al-Isra: 72).

Semakin bertambah usia semakin sensitif perasaan kita, karena Allah sedang mengajarkan bahwa pautan hati dengan makhluk senantiasa menghampakan. Namun hati yang berpaut kepada Allah, tiada pernah mengecewakan (QS Al-Lukman: 22).

Semakin bertambah usia semakin gugur gigi-gigi kita, karena Allah sedang mengingatkan bahwa suatu hari kita akan gugur kedalam tanah selamanya (QS Ali Imran: 145).

Semakin bertambah usia semakin ditarik nikmat kekuatan tulang dan sendi kita, karena Allah sedang mengingatkan bahwa tak lama lagi nyawanya akan diambil (QS An-Nisa: 78).

Semakin bertambah usia semakin putih rambut kita, karena Allah sedang ingatkan kain kafan yang putih (QS Ali Imran: 185).

Begitu juga hati kita, semakin bertambah usia semakin sepi dan ingin bersendirian. Karena Allah sedang mendidik kita untuk melepaskan cinta manusia dan dunia (QS Al-An’am: 32).

 

Anti-mainstream

Dalam hidup, ada saja orang yang berani melawan arus (anti-mainstream), sehingga membuat orang-orang dikelilingnya menjadi terkejut, walaupun akhirnya kadang-kadang ditertawai oleh banyak orang. Ini contoh kejadian di Malaysia. Lihat sampai habis videonya 😅

Rakyat sudah semakin dewasa

"Saya salut dan bangga atas kemajuan dan kedewasaan rakyat dalam berdemokrasi. Dalam era demokrasi yang liberal ini, kita harus mulai terbiasa menerima, mendengar ucapan dan melihat tindakan yang aneh-aneh dan lucu-lucu. Ini demokrasi. Jadi kalau ada orang yang mengaku dia menang, itu tidak apa-apa, karena ini demokrasi. Tapi demokrasi itu ada aturannya. Jika ada orang yang datang dari luar negeri dan tiba-tiba dia menyatakan dirinya khalifah, tidak apa-apa. Biarkan saja. Rakyat sudah semakin dewasa. Walaupun ada kekecewaan ketika kalah, ibarat pertandingan tinju, setelah selesai, mereka angkat tangan, dan setelah itu mereka berpelukan walaupun berkeringat dan berdarah-darah. Mereka damai lagi. Para politisi, tirulah para petinju itu!" (Prof. Komarudin Hidayat)