Akal sehat saja tidak cukup

Sebagai dosen dan juga peneliti saya selalu berusaha menggunakan kemampuan analisis dengan menggunakan pengetahuan yang saya miliki untuk menjelaskan sesuatu. Banyak yang menyangka hanya dengan menggunakan akal sehat (common sense) sudah cukup untuk memahami sesuatu. Penggunaan akal sehat ini sering dikatakan oleh seorang filsuf abal-abal yang sering memaki orang yang tidak dia sukai dengan perkataan “dungu”, seakan-akan hanya dia saja yang pintar di dunia ini.

Walaubagaimanapun, menggunakan akal sehat saja tidak cukup. Perlu pengetahuan untuk menjelaskan sesuatu dengan jelas. Sebagai contoh, untuk melakukan riset kimia material, kita perlu memahami ilmu yang berkaitan dengan struktur padatan, ilmu spektroskopi, kalkulus dan sebagainya. Akal sehat hanyalah penilaian praktis yang masuk akal mengenai hal-hal sehari-hari, atau kemampuan dasar, bukan khusus, untuk memahami dan menilai dengan cara yang dimiliki oleh hampir semua orang. Akal sehat menyiratkan sedikit banyak pendidikan dan kebijaksanaan.

Sebagai seorang peneliti, perlu penggunaan cara berpikir yang sistematis dan dalam untuk melakukan analisis. Daniel Kahneman membedakan dua cara berpikir yang disebut sebagai “sistem 1” yang cepat, naluriah dan emosional; dan “sistem 2” yang lebih lambat, lebih deliberatif, dan lebih logis. Ilmuwan perlu menggunakan “sistem 2′ dalam berpikir. Oleh karena itu, tidak ada penelitian yang buru-buru. Perlu waktu untuk menyusun kerangka berpikir dan menganalisis data-data supaya kesimpulan yang didapatkan adalah benar dan tepat. Untuk filsuf abal-abal yang suka berdebat, yang diperlukan adalah “sistem 1” yang sifatnya naluriah dan cepat dalam merespon. Di bawah ini adalah contoh mengenai perbedaan antara “sistem 1” dan “sistem 2” yang kalau gambarnya diklik akan terhubung dengan video penjelasannya di YouTube.

Berapa harga bola pingpong jika harga total raket lebih mahal €1 dari bola pingpong, dengan kata lain harganya adalah 1€ ditambah dengan harga bola pingpong sama dengan €1.10?

Print Friendly, PDF & Email

Published by

Hadi Nur

This blog is mainly written for my own purposes. There has never been any claim that this is an original work.