Filsafat tanpa bingung

Saya seringkali bingung mendengar seorang yang mengaku filsuf (yang terkenal dengan kritiknya) dalam berkata-kata. Dalam beberapa hal, sesuatu yang sebenarnya sederhana, tetapi tidak disampaikan dengan cara langsung dan terstruktur bahasanya. Bahkan sang filsuf ini juga sering mengatakan orang lain dungu dan bodoh. Padahal sebenarnya orang yang mendengarnya tidak paham apa yang dia katakan. Saya pikir, dangkalnya pemahaman terhadap topik yang disampaikan menyebabkan munculnya permasalahan ini. Jika orang yang mengaku filsuf ini betul-betul pintar, kejelasan yang ingin disampaikan dapat tercapai jika menggunakan bahasa yang dapat dimengerti dan tidak membingungkan sehingga orang tidak salah dalam menafsirkannya. Jika Anda tidak dapat menjelaskannya secara sederhana, Anda tidak memahaminya dengan cukup baik. Jadi siapa sebenarnya yang dungu?

If you can’t explain it simply, you don’t understand it well enough.

Print Friendly, PDF & Email

Published by

Hadi Nur

This blog is mainly written for my own purposes. There has never been any claim that this is an original work.