Spekulasi

Penelitian ilmiah tidak mengharamkan spekulasi. Spekulasi selalu menjadi bagian terpadu dari sains, kadang-kadang tersembunyi di bawah istilah ‘hipotesis’. Memang, sains fundamental tanpa spekulasi sulit dibayangkan. Semua ilmuwan setuju bahwa spekulasi memiliki tempat yang sah dalam membangun teori-teori ilmiah, tetapi tidak ada kesepakatan tentang seberapa spekulatif suatu teori masih dianggap sebagai ilmiah. Untuk mengevaluasi seberapa spekulatif suatu teori, kita harus jelas mengapa kita berspekulasi. Apa tujuan kita saat berspekulasi? Terdapat tiga jenis spekulasi yang diusulkan oleh Clément Vidal:

  • Ilmiah: spekulasi adalah ilmiah jika kita memiliki alasan kuat untuk berpikir bahwa pengamatan atau eksperimen di masa depan akan menguatkan atau menolaknya.
  • Filosofis: sebuah spekulasi bersifat filosofis jika ia mengekstrapolasi dari pengetahuan ilmiah dan prinsip-prinsip filosofis untuk menjawab beberapa masalah filosofis yang mendasar.
  • Fiksi: spekulasi adalah fiksi jika melampaui spekulasi ilmiah dan filosofis.

Spekulasi fiktif ditemukan dalam sejarah kontrafaktual atau buku-buku fiksi ilmiah. Tujuan utama mereka adalah menghibur pembaca, tetapi nilai sejarah mereka sebagai disiplin atau usaha ilmiah terbatas. Spekulasi ilmiah atau filosofis berasal dari dorongan kita untuk melengkapi secara logis pengetahuan kita di bidang yang belum diselidiki. Yang penting, spekulasi ilmiah dan filosofis memiliki tujuan yang jelas, yaitu untuk memecahkan masalah ilmiah atau filosofis.

Tentu saja, status spekulasi dapat berubah seiring waktu, dan bahkan menjadi sains biasa. Misalnya, Giordano Bruno membuat spekulasi filosofis bahwa ada tata surya lain di alam semesta. Itu filosofis dan tidak ilmiah karena pada masanya tidak jelas apakah kita bisa memiliki teleskop dan metode pengamatan untuk menemukan planet ekstrasurya. Dengan kemajuan teknologi, spekulasi menjadi ilmiah, karena teknik pengamatan secara empiris dapat memeriksa klaim semacam itu. Akhirnya, status spekulasi menghilang sama sekali saat exoplanet pertama ditemukan. Saat ini, berburu dan menemukan exoplanet bukanlah spekulasi lagi, tetapi bagian dari ilmu astrobiologi. Namun, Bruno juga percaya pada spekulasi umum bahwa alam semesta dipenuhi dengan zat yang disebut “aether”, sebuah teori yang sekarang dianggap usang.

Rujukan: https://hadinur.net/2017/10/11/arti-kehidupan/

Print Friendly, PDF & Email

Published by

Hadi Nur

This blog is mainly written for my own purposes. There has never been any claim that this is an original work.