Sifat ilmuan sejati dan abal-abal

Dulu perkataan “abal-abal” digunakan dalam pergaulan, namun seiring dengan berjalannya waktu kata ini digunakan oleh media untuk sesuatu yang tidak betul atau tidak sepatutnya. Sekarang ada istilah “jurnal abal-abal”, jurnal yang tidak sepatutnya terbit karena tidak bermutu. Perkataan ini juga dapat digunakan untuk istilah yang lain, seperti “ilmuan abal-abal”. Berkenaan dengan istilah ini, ilmuan abal-abal berbeda dengan ilmuan sejati. Salah satu ciri ilmuan abal-abal adalah sombong. Selalu menonjolkan diri dan berkata besar. Artinya ada yang tidak betul atau tidak sepatutnya dari prestasi tersebut. Kenapa? Ini karena kesombongan adalah mekanisme pertahanan yang digunakan oleh pikiran bawah sadar (subconcious mind) untuk mencegah orang mengkritik mereka dan juga mekanisme untuk menutupi rasa rendah diri. Sifat ini tidak ditemui dalam diri orang-orang yang mempunyai ilmu dan kearifan (wisdom) yang tinggi. Ilmuan sejati itu rendah hati. Dia tahu bahwa di atas langit masih ada langit. Manusia tidak akan mampu menguak semua rahasia alam.