Budaya ilmu masih tidak nampak

Tahun ini saya menghadiri dua seminar International, satu di Australia (International Conference On Nanoscience and Nanotechnology di Melbourne pada bulan Februari) dan satu lagi di Malaysia (International Graduate Conference on Science and Engineering, di UTM Johor Bahru kemaren). Saya hanya membandingkan dari aspek ‘budaya ilmu” yang direfleksikan dari kedua seminar tersebut, walaupun dua seminar ini tidak dapat dibandingkan dari segi kualitas paper yang dipresentasikan dan juga orang-orang yang datang menghadiri seminar tersebut.

Sewaktu di Australia, hampir semua sesi penuh dengan peserta-peserta yang mendengarkan presentasi. Para pesertapun aktif bertanya sewaktu seminar dan berdiskusi waktu jam istirahat. Di sini, peristiwa yang sama tidak terjadi. Hanya 6 dari 8 peserta yang datang — beberapa peserta hanya datang pada saat sesi mereka, kemudian hanya 2 orang peserta selain presenter yang ikut mendengarkan seminar sewaktu saya menjadi chairman dari salah satu sesi pada pagi hari. Padahal dari catatan buku abstrak lebih dari 200 peserta yang memberikan oral presentation di beberapa sesi paralel. Kemana para peserta yang lain? Tapi bagi saya kesimpulannya adalah ‘budaya ilmu masih belum nampak (ada)’.

Published by

Hadi Nur

I enjoy living in Johor Bahru area and always seek the truth.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s