Niccolò Machiavelli dan Pengaruhnya

Saya membeli Il Principe karya Niccolò Machiavelli di Malang Center Point untuk mengisi waktu luang. Dari tempat jual buku saya pindah ke kafe dan mulai membaca. Beberapa bab kemudian, pikiran saya meninggalkan Firenze abad ke-16 dan berhenti di Orde Baru, pada sosok Ali Moertopo.

Machiavelli menulis untuk penguasa yang ingin mempertahankan negaranya: kapan ia perlu ditakuti, kapan ia perlu tampak murah hati, kapan ia harus bergerak diam-diam. Ali Moertopo mempraktikkan banyak nasihat itu. Lewat Operasi Khusus (Opsus), ia menggarap partai, ormas, dan tokoh politik dari belakang layar, dan Soeharto memegang kendali tanpa harus selalu tampil sebagai pihak yang menekan.
Ali Moertopo ikut merancang fusi sembilan partai menjadi dua pada 1973, di samping Golkar. Lewat konsep floating mass (massa mengambang), ia menjauhkan partai dari warga desa di luar masa kampanye. Orde Baru membanggakan ketertiban, tetapi ketertiban itu lahir dari kalkulasi intelijen dan rekayasa struktur sosial, jauh dari panggung formal.

Di kafe itu, saya membaca Machiavelli sebagai alat bedah. Ia menulis untuk pangeran Italia lima abad lalu, dan tulisannya membantu saya melihat cara Orde Baru membangun lalu menjaga kekuasaannya selama tiga dekade.

Published by

Hadi Nur

This blog is primarily written for my own purposes, and there has never been any claim that it is an original work.