Menghitung Sitasi, Kehilangan Ilmu

Setiap kali daftar World’s Top 2% Scientists terbit, humas kampus mengganti baliho. Rektor mengucapkan selamat, admin media sosial mengunggah foto dosen berlatar biru, dan pimpinan membacakan jumlah nama itu di pidato wisuda. Saya jarang mendengar pimpinan menjelaskan apa yang diukur daftar itu.

John Ioannidis dan rekannya menyusun daftar ini dari data sitasi Scopus milik Elsevier. Mereka menggabungkan jumlah sitasi, indeks-h, dan posisi penulis menjadi satu skor komposit, lalu mengurutkan ilmuwan per subbidang. Skor itu mencatat seberapa sering orang mengutip sebuah karya. Skor itu tidak mencatat apakah karya tersebut benar, berguna, atau mengubah pemahaman siapa pun. Ioannidis menulis banyak artikel tentang peneliti yang memanipulasi metrik, tetapi kampus kita membaca daftarnya seperti membaca klasemen liga.

Begitu kampus menjadikan sitasi mata uang, dosen belajar mencetaknya. Ada yang membentuk lingkaran saling kutip dengan kolega. Ada pula yang menitipkan nama di makalah orang lain atau memecah satu temuan menjadi lima artikel tipis. Charles Goodhart menggambarkan pola ini: orang yang dikejar target akan merusak ukuran yang menjadi dasar target itu. Ketika memasang baliho, kampus menyiarkan target tersebut kepada seluruh dosennya.

Mahasiswa doktoral ikut menanggung akibatnya. Mereka memilih pertanyaan penelitian yang cepat terbit. Dosen muda menghitung bahwa satu artikel memberi poin lebih besar daripada satu semester membimbing atau mengulang eksperimen yang hasilnya meragukan. Kepala laboratorium mengajukan pengadaan alat dengan janji jumlah publikasi, dan masalah yang sulit tetap tidak tersentuh. Lima tahun kemudian, kampus memiliki deretan nama di daftar dan hanya segelintir temuan yang masih dikutip karena isinya, bukan karena jaringannya.

Sitasi tetap berguna sebagai petunjuk awal tentang karya yang dibaca orang. Rektor, dekan, dan tim akreditasi perlu melangkah dari petunjuk itu ke karyanya sendiri. Tanyakan kepada setiap dosen tiga hal: temuan apa yang ia yakini benar dan bagaimana ia mengujinya. Jawabannya terlalu panjang untuk baliho. Senat bisa menampungnya dalam rapat evaluasi tahunan.

Published by

Hadi Nur

This blog is primarily written for my own purposes, and there has never been any claim that it is an original work.