Wawasan kebangsaan

Pada hari ini, saya mengikuti wawancara sebagai calon pewawancara beasiswa LPDP di Hyatt Regency Hotel di Yogyakarta. Terdapat 23 orang calon pewawancara dari berbagai universitas di Jawa Timur dan Jawa Tengah yang juga ikut diwawancara. Topik yang dibahas dalam wawancara adalah wawancara kebangsaan, yang bertujuan untuk memastikan bahwa para pewawancara memiliki wawasan kebangsaan yang baik dan dapat menjadi pewawancara yang berkualitas sehingga calon penerima beasiswa LPDP dapat kembali berkontribusi di tanah air setelah menyelesaikan pendidikan mereka di luar negeri dengan beasiswa LPDP.

Saya diwawancara oleh Pak Jamal pada pukul sekitar 14.30 siang. Sebelum wawancara, saya menjawab beberapa pertanyaan melalui komputer yang bertujuan untuk menguji wawasan kebangsaan saya. Pertanyaan-pertanyaan tersebut mencakup topik toleransi, pandangan yang tidak radikal, nasionalisme, dan cinta tanah air. Wawancara saya direkam untuk keperluan evaluasi selanjutnya.

Pada awal wawancara, Pak Jamal menanyakan pandangan saya tentang situasi Indonesia yang saat ini marak dengan gerakan anti-pemerintah dan radikalisme. Saya menjawab pertanyaan tersebut berdasarkan pengalaman pribadi saya, seperti ketika saya kuliah di ITB dan memiliki teman akrab yang bukan orang asli Indonesia. Saya juga menceritakan pengalaman saya saat menjadi dosen di Malaysia dan terlibat dalam pertentangan etnis di sana. Saya menekankan bahwa saya adalah orang yang moderat dan memiliki cinta yang besar terhadap tanah air Indonesia. Hal ini pula yang mendorong saya untuk kembali ke Indonesia setelah tinggal di luar negeri selama hampir 27 tahun.

Saya berharap bahwa wawancara ini dapat memperlihatkan bahwa saya adalah calon pewawancara beasiswa LPDP yang berkualitas dan dapat menjadi bagian dari program tersebut.

Published by

Hadi Nur

This blog is primarily written for my own purposes, and there has never been any claim that it is an original work.