Pak Bunbun Bundjali

Saya dan istri saya pergi ke Bandung pada tanggal 12 Maret 2022 untuk menghadiri pernikahan sepupu saya di Tani Mulya, Cimahi. Selama kami berada di Bandung, kami memutuskan untuk mengunjungi Masjid Salman ITB yang sangat syahdu. Setelah menunaikan shalat zuhur di Masjid Salman, saya secara kebetulan bertemu dengan Pak Bunbun Bundjali, dosen Radiokimia di ITB.

Ketika saya masih kuliah di ITB, saya pernah menjadi asisten praktikum radiokimia selama tiga tahun, dua tahun pada masa S1 dan satu tahun pada masa S2. Pak Bunbun selalu menyarankan saya untuk menjadi dosen Kimia di ITB. Meskipun saya sebenarnya pernah mendapatkan kesempatan menjadi dosen di ITB, namun saya memutuskan untuk kembali ke UTM saat terjadi krisis ekonomi pada tahun 1998. Ketika kami bertemu di depan tempat wudu di Masjid Salman, saya memberitahunya bahwa saya sudah pindah ke Universitas Negeri Malang. Ternyata beliau sudah mengetahuinya dan bertanya apakah saya sudah bertemu dengan Pak Detlev Naroso yang sekarang tinggal di Malang.

Saya sedikit terkejut mengetahui bahwa informasi perpindahan saya ke Indonesia sudah tersebar di kalangan dosen-dosen kimia di ITB. Saat saya bertanya tentang kegiatannya, Pak Bunbun menjawab bahwa ia hanya berjalan-jalan dan kadang-kadang pergi ke kebun binatang. Saya berharap beliau selalu sehat dan bahagia selalu. Waktu cepat berlalu, dan saya baru menyadari bahwa Pak Bunbun sekarang sudah pensiun. Saya berterima kasih atas semua nasihat dan dukungan yang diberikan oleh beliau selama saya masih berkuliah di ITB. Semoga beliau selalu sehat dan bahagia di masa pensiunnya.

Published by

Hadi Nur

This blog is primarily written for my own purposes, and there has never been any claim that it is an original work.