Bekerja keras untuk mencapai suatu tujuan yang sesuai dengan kemampuan manusia normal adalah diperintahkan oleh agama. Saat ini, zaman tidak lagi diiringi dengan mukjizat seperti zaman nabi. Oleh karena itu, berlebih-lebihan dalam melakukan sesuatu yang sebenarnya untuk mencapai hal-hal di luar kepatutan dan kemampuan adalah tindakan yang perlu dihindari. Dalam konteks ini, prestasi yang terlihat melebihi kemampuan normal manusia dan juga tidak didukung oleh sarana dan prasarana dapat dipastikan berasal dari muslihat dan tipuan untuk mencapai tujuan, sehingga sangat tidak dianjurkan oleh agama.
“Dan janganlah kamu melampaui batas, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang melampaui batas.” (QS. Al-A’raf: 31)
Agama mengajarkan untuk tidak melampaui kemampuan dan tidak melakukan hal-hal yang tidak mengikuti asas kepatutan, baik itu dalam kehidupan sehari-hari maupun ibadah. Menggunakan trik dan muslihat untuk mencapai tujuan yang berlebih-lebihan tidak akan mendatangkan keberkahan. Oleh karena itu, penting untuk melakukan hal-hal yang sesuai dengan kemampuan serta menghindari trik-trik yang tidak baik dalam mencapai tujuan. Kita bisa melihat target-target yang tidak masuk akal yang berhasil dipenuhi dengan trik dan muslihat. Wallaahu A’lam.