Taliban

Tadi pagi saya berdiskusi dengan mahasiswa M.Sc. saya yang berasal dari Afganistan. Di Afganistan disamping bertugas sebagai dosen, beliau juga adalah politikus. Diskusi berjalan lancar dengan menggunakan Google Meet. Setelah selesai berdiskusi, saya menanyakan kabar mengenai situasi yang terjadi di Afganistan, dimana Taliban sudah hampir menguasai semua daerah penting di sana. Mahasiswa saya langsung menangis. Dia menceritakan bahwa keadaan mencekam. Berdasarkan hal ini, saya menjadi tertarik mencari informasi mengenai Taliban di internet, terutama dari Wikipedia.

Ideologi Taliban

Ideologi Taliban telah digambarkan sebagai menggabungkan bentuk “inovatif” hukum Islam syariah berdasarkan fundamentalisme Deobandi dan Islamisme militan yang digabungkan dengan norma-norma sosial dan budaya Pashtun yang dikenal sebagai Pashtunwali, karena kebanyakan Taliban adalah suku Pashtun [lihat Wikipedia].

Serangan Taliban 2021

Serangan Taliban 2021, juga dikenal sebagai Kejatuhan Afghanistan, adalah serangan militer berkelanjutan oleh Taliban dan kelompok militan sekutu, termasuk al-Qaeda, terhadap pemerintah Afghanistan dan sekutunya yang dimulai pada 1 Mei 2021, bersama dengan penarikan sebagian besar pasukan AS dan sekutu dari Afghanistan. Dalam tiga bulan pertama serangan, Taliban membuat kemajuan signifikan di pedesaan, meningkatkan jumlah distrik yang dikuasainya dari 73 menjadi 223, semakin mengisolasi pusat-pusat kota. Pada 10 Agustus, Taliban menguasai 65% dari wilayah negara itu. Serangan ini terkenal karena perolehan teritorial yang cepat dari Taliban, serta konsekuensi domestik dan internasionalnya. Pejabat AS memperkirakan bahwa ibukota Afghanistan, Kabul, bisa jatuh ke tangan Taliban dalam waktu 30 hingga 90 hari. Pada tanggal 15 Agustus, Associated Press melaporkan bahwa Taliban telah mencapai Kabul dan bahwa mereka sedang menunggu “pengalihan” kekuasaan [lihat Wikipedia].

Foto ini saya ambil dari Twitter jam 1.10 AM (16/08/2021)

Walaubagaimanapun, sampai sekarang, saya masih belum sepenuhnya mengerti mengapa ini terjadi. Ada baiknya kita membayangkan dunia yang aman dan damai seperti imajinasi John Lennon dalam lagunya yang berjudul “Imagine”. Lagu yang liriknya yang dianggap kontroversial karena anti-agama, anti-nasionalis, anti-konvensional, dan anti-kapitalis, namun populer. Silahkan dinilai sendiri.


Imagine there’s no heaven
It’s easy if you try
No hell below us
Above us only sky

Imagine all the people living for today
Imagine there’s no countries
It isn’t hard to do
Nothing to kill or die for
And no religion too
Imagine all the people living life in peace, you

You may say I’m a dreamer
But I’m not the only one
I hope some day you’ll join us
And the world will be as one

Imagine no possessions
I wonder if you can
No need for greed or hunger
A brotherhood of man
Imagine all the people sharing all the world, you

You may say I’m a dreamer
But I’m not the only one
I hope some day you’ll join us
And the world will be as one
Print Friendly, PDF & Email

Published by

Hadi Nur

This blog is mainly written for my own purposes. There has never been any claim that this is an original work.