Alasan menjadi pemimpin

Niat memegang peranan yang sangat penting dalam menentukan arah atau tujuan dari setiap amalan kita. Kita mesti menghindari sifat riak, ujub dan sifat tercela lainnya dengan memulai dengan niat yang baik dan mempertahankan niat ini supaya tidak terbelok karena godaaan setan. Untuk itu, kita harus waspada dengan setiap amalan kita agar terhindar dari sifat-sifat tercela tersebut.

Kali ini saya menyoroti niat seorang pemimpin. Seperti yang kita lihat dan rasakan, tindak tanduk dari pemimpin dapat mencerminkan niatnya. Banyak orang yang menjadi pemimpin karena niat atau alasan yang salah. Alasan-alasan tersebut dapat berupa uang, kekuasaan dan prestise. Walaupun agak sukar mengetahui apa niat seseorang menjadi pemimpin, kita sebenarnya dapat menggali alasan seseorang untuk menjadi pemimpin yang baik dan mengetahui kualitas kepemimpinan mereka dengan tiga kata kunci, yaitu sasaran, rakyat, dan tanggung jawab.

Pemimpin perlu mengetahui dan menentukan sasaran yang akan dicapai selama mereka memimpin. Para pemimpin yang baik menggunakan sebagian besar waktu dan energi mereka untuk membantu orang lain menjadi lebih sukses, dengan membuat koneksi, memberikan umpan balik, dan menyediakan sumber daya yang mereka butuhkan. Jika seseorang telah menduduki posisi manajemen, maka orang tersebut sudah berada dalam peran dimana keterampilan kepemimpinan diperlukan. Oleh karena itu, mereka memiliki tanggung jawab sebagai seorang pemimpin.

Dengan berpedomankan alasan menjadi pemimpin di atas, sekarang kita dapat menilai kualitas pemimpin. Apakah mereka menjadi pemimpin karena alasan yang salah? Perhatikan kembali enam kata kunci yang saya tandai dengan huruf tebal, yaitu uang, kekuasaan, prestise, sasaran, rakyat, dan tanggung jawab. Silahkan gunakan akal sehat kita untuk menilai.

Print Friendly, PDF & Email

Published by

Hadi Nur

This blog is mainly written for my own purposes. There has never been any claim that this is an original work.