Angka-angka yang mengelabui

Sebagai seorang dosen dan peneliti saya selalu berhadapan dengan data dan angka-angka. Kalau tidak kritis dan tidak diperhatikan secara seksama, angka-angka tersebut dapat menutupi hakikat atau situasi sebenarnya dari sebuah keadaan — yang dapat berupa laporan mengenai prestasi dan kinerja dari individu atau institusi. Kadang-kadang ini digunakan untuk mengelabui — bahkan sengaja dibuat untuk menyesatkan opini publik. Tulisan di bawah ini adalah terjemahan dari paragraf pertama dari artikel Wikipedia yang berjudul “Misuse of statistics“.

Statistik, bila digunakan dengan cara yang menyesatkan, dapat mengelabui orang  untuk mempercayai sesuatu selain yang ditunjukkan oleh data. Artinya, penyalahgunaan statistik terjadi ketika argumen statistik menyatakan kepalsuan. Dalam beberapa kasus, penyalahgunaan mungkin tidak disengaja. Di sisi lain, itu bertujuan dan untuk keuntungan pelaku. Jika statistik salah diterapkan, ini merupakan kesalahan statistik.

Jebakan statistik palsu bisa sangat merusak dalam pencarian kebenaran dari ilmu pengetahuan. Misalnya, dalam ilmu kedokteran, mengoreksi kepalsuan bisa memakan waktu puluhan tahun dan menelan korban jiwa.

Penyalahgunaan bisa mudah terjadi. Ilmuwan profesional, bahkan ahli matematika dan ahli statistik profesional, dapat tertipu bahkan oleh beberapa metode statistik yang sederhana, meskipun mereka cermat dalam memeriksa semuanya. Ilmuwan telah dikenal membodohi diri mereka sendiri dengan statistik karena kurangnya pengetahuan tentang teori probabilitas dan kurangnya standarisasi pengujian mereka.

Ketika mencari contoh mengenai aplikasi statistik di internet, secara kebetulan saya menemukan di YouTube contoh dari penggunaan data yang sengaja dibuat untuk mengiring opini publik. Penjelasannya cukup lengkap dan jelas. Ini hanya contoh. Jangan kaitkan dengan politik, dan saya tidak tertarik dengan politik, walaupun mungkin ada maksud tersirat dari pembuatan data dan video ini oleh kedua belah pihak. Walaubagaimanapun, contoh ini menarik secara ilmu statistik.

Dari penjelasan video di atas terlihat dengan jelas bahwa data yang ditampilkan adalah data yang hanya menguntungkan pihak tertentu saja. Dalam statistik, ini disebut sebagai cherry picking yaitu hanya mengambil data yang terpilih saja. Di bawah ini penjelasan saya kepada mahasiswa saya mengenai topik ini.

Rujukan: https://en.wikipedia.org/wiki/Misuse_of_statistics | https://www.geckoboard.com/best-practice/statistical-fallacies/

Print Friendly, PDF & Email

Published by

Hadi Nur

Get in touch with me online. This blog has a table of content and mainly written for my own purposes and based on "Google here, Google there." There has never been any claim that this is an original work. You can use the customized search engine to search for anything on this website.