Berusaha menjadi arif

Tiga hari yang lalu saya diundang memberikan ceramah di Fakulti Sains UTM. Karena pihak fakulti meminta saya untuk memberikan ceramah kepada dosen-dosen muda di fakulti, maka mereka memberikan judul ‘back to theory’. Maksudnya adalah untuk memberikan pemahaman kepada staf-staf muda mengenai riset. Karena kurang sesuai, saya menukar judul tersebut menjadi ‘back to basics’.

Dalam ceramah tersebut saya bercerita mengenai pengalaman saya selama 25 tahun, mulai menjadi mahasiswa Ph.D. di UTM sampai menjadi saya sekarang ini. Dari level tidak tahu apa-apa, level bodoh, sampai pada posisi sekarang ini — sebagai profesor dan direktur dari sebuah institut di UTM.

Dalam presentasi saya menunjukkan grafik di bawah ini.

Apa yang diperolehi dari grafik di atas. Pertama adalah, bahwa semua orang berasal dari fasa ‘bodoh’ dan tidak arif. Kedua, tidak semua orang akan sampai pada tingkat bijak (wisdom). Ketiga, tidak sepatutnya kita menyalahkan orang-orang yang masih dalam proses belajar tersebut sebagai orang yang salah — menyindir mereka, dan memamerkan bahwa kita lebih hebat dari mereka. Memamerkan bahwa kita sudah sampai pada level dimana mereka belum sampai tahap itu. Itu tidak arif, karena kita semua pernah menjadi orang ‘bodoh’ yang tidak tahu apa-apa. Itu namanya sombong. Allah SWT sangat tidak suka kepada orang yang sombong. Itu sifat iblis.

Berusahalah menjadi orang yang arif!

Published by

Hadi Nur

My name is Hadi Nur, a professor at Universiti Teknologi Malaysia (UTM) and an adjunct professor at Universitas Negeri Malang (UM). I can be reached easily online. Here, the table of content of my blog posts and search what you are looking for here.