Kematian

Beberapa tahun yang lalu ayah saya menghadiahkan buku yang berjudul “Psikologi Kematian” kepada saya. Di bawah ini adalah hal yang penting (ada di youtube) yang disampaikan oleh penulis, Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, dalam buku ini.

Kematian itu bukan untuk ditakuti. Menurut ajaran Islam, kematian itu positif. Islam mengatakan raji’un yang bermaksud pulang atau kembali. Pulang itu adalah kata yang indah. Coba kita renungkan, peristiwa pulang yang indah dan penuh dengan kebahagiaan. Pulang ke rumah, pulang kampung bertemu dengan keluarga. Orang yang merantau pasti akan rindu untuk pulang. Betapa sengsaranya jika orang tidak tahu peta rumahnya untuk pulang.

Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, itu kalimat yang indah, bahwa manusia akan pulang ke rumah Allah dan menyatu dengan Allah. Setiap hari seorang muslim sering sekali menyebut nama Allah.

Hal ini seperti yang terjadi dalam kehidupan. Mana yang lebih menggembirakan menelepon orang tua di kampung atau bertemu langsung dengan mereka? Tentu lebih menyenangkan dan bahagia bertemu secara langsung.

Jadi, kematian itu positif, karena itulah pintu gerbang untuk mendekatkan diri pada Allah, tempat asal usul kita. Para sufi mengatakan bahwa kehidupan di dunia ini adalah tempat bercocok tanam. Setelah meninggal dunia barulah kita mendapatkan hasil dari panen tersebut. Sama halnya dengan hari wisuda yang ditunggu-tunggu.

Kalau orang takut mati, tanyakan saja kepada mereka, bagaimana kalau dia tidak mati? Kalau dia tidak berani pulang, berapa umur yang mereka inginkan? Manusialah yang mempersulit hidupnya sendiri, sehingga takut mati. Allah telah memberikan fasilitas hidup untuk bercocok tanam, maka tanamlah pohon kebaikan. Sebagai seorang muslim kita wajib percaya bahwa semua kebaikan itu akan digandakan pahalanya di akhirat. Kenapa tidak kita ikuti saja jalan dan fasilitas yang diberi ini?

Terima kasih Prof. Komaruddin!

Published by

Hadi Nur

My name is Hadi Nur, a professor at Universiti Teknologi Malaysia (UTM) and an adjunct professor at Universitas Negeri Malang (UM). I can be reached easily online. Here, the table of content of my blog posts and search what you are looking for here.