Keburukan diri sendiri

Dalam sebulan terakhir ini, saya mendapat pengalaman yang sangat penting dalam hidup saya, yaitu difitnah. Namun kita mesti percaya bahwa sebesar-besar keaiban (keburukan) adalah ketika kita mengira keburukan orang lain, sedangkan keburukan itu terdapat dalam diri kita sendiri. Alhamdullilah, walaupun saya terkejut dan sama sekali tidak menyangka bahwa orang tersebut memfitnah saya, namun saya yakin Allah SWT maha kuasa dan maha adil.

Agama Islam mengajarkan kita untuk memaafkan orang yang berbuat jahat kepada kita. Maafkan, maafkan dan maafkan.

fitnah.png

“Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.” (Surah Al-Hujurat [49:12])

Published by

Hadi Nur

An ordinary man is living in Johor Bahru, Malaysia, who likes to write anything. Here, the table of content of my blog posts and search what you are looking for here.