Silent mode is on

Silent mode is on

In a world where everyone is over-exposed, the coolest thing you can do is maintain your mystery to avoid falsification. Misinformation and disinformation aren’t real new, but digital and social media are not the problem allowing misleading, false, and harmful content to spread at a rate that is completely fine endangering society.

Tawadhu’

tawadhu'.png

“Lihatlah dunia dengan cara menunduk, maka kamu termasuk orang yang bersyukur,” adalah prinsip dari sifat tawadhu’. Ciri-ciri orang tawadhu’ adalah sebagai berikut:

  • Suka tidak terkenal karena tidak senang dipuji.
  • Menerima kebenaran dari siapapun, baik dari orang yang terpandang maupun orang kedudukannya rendah.
  • Mencintai fakir miskin dan tidak malu bergaul bersama mereka.
  • Selalu bersedia menolong orang lain.

Penyakit ‘ain

Nabi Shallallahu’alaihi Wassalam bersabda:

“Jika salah seorang dari kalian melihat pada diri saudaranya suatu hal yang menakjubkan maka do’akanlah keberkahan baginya, karena ‘ain itu benar adanya.”

(HR. An Nasa-i no. 10872, disahihkan Al Albani dalam Shahih An Nasa-i).

Ain adalah penyakit atau gangguan yang disebabkan pandangan mata.

Manusia yang mencerahkan

“Masih adakah manusia alternatif yang mencerahkan kehidupan saat ini? Kebanyakan yang ada saat ini adalah manusia tamak, egois, narsistik dan oportunis, yang hanya membuat kehidupan ini lebih suram dan gelap.”

Hadi Nur

Capitalist mindset

“When education institutions are controlled by a secular-capitalist mindset, then anything will be assessed from the commercialization point of view, what not to be traded on behalf of the income generation.”

— a greedy human perspective

Selamat Idul Adha 1442 H

Filosofi di balik Udhiyyah (أضحية) atau Qurban (قربان‎) adalah bahwa itu adalah demonstrasi penyerahan diri kepada Tuhan, kepatuhan penuh pada kehendak atau perintah Tuhan dan pengorbanan miliknya. Ibrahim menunjukkan semangat ketundukan dan pengorbanan ini dengan cara terbaik. Ketika dihadapkan dengan tantangan cinta dan kesetiaan, dia memilih untuk tunduk tanpa syarat kepada Tuhan dan menekan keinginan dan cinta pribadi untuk keluarga dan anaknya. Qurban untuk membunuh hawa nafsu dengan menempatkan pisau keberanian dan perlawanan pada kebencian, kecemburuan, kesombongan, keserakahan, permusuhan, cinta dunia dan penyakit hati lainnya.