Psikologi kekalahan

Dalam hidup yang penuh dengan kompetisi ini, kalah dan menang itu hal yang biasa. Walaubagaimanapun, reaksi setiap orang atau sekelompok orang akan berbeda-beda terhadap kekalahan. Hal ini bergantung kepada tujuan dari setiap orang atau kelompok dalam kompetisi tersebut. Ada yang melampiaskan kata-kata keras, kotor dan penuh dengan emosi di media sosial, menyebarkan berita-berita palsu (hoax), bahkan ada yang sampai depresi ketika kalah dalam kompetisi. Disamping itu, hal ini juga bergantung bagaimana orang dan sekelompok orang tersebut menjalani gaya hidup kompetitif melalui kompetisi yang mereka hadapi. Ada orang atau sekelompok orang yang mungkin akan merasa kehilangan mata pencaharian, uang, kesempatan dan rasa harga diri dengan kekalahan, sehingga mereka sangat kecewa sehingga tidak dapat menerima kekalahan. Yang paling parah, mereka dengan segala upaya, walaupun sebenarnya kalah, berusaha untuk menang, dengan cara apapun.

Jika seseorang atau sekelompok orang tersebut berfokus untuk tidak akan kalah, mereka gagal dalam memperolehi hikmah dari kompetisi tersebut. Mereka tidak melihat dengan kacamata yang besar mengenai tujuan dari kompetisi tersebut dibuat. Pandangan mereka sempit, dan cenderung egois dan memikirkan diri sendiri. Mereka berpikir kompetisi yang dihadapi adalah segala-galanya dalam hidup mereka. Mereka tidak bijaksana dalam memandang kehidupan yang fana ini.

Mengubah keyakinan adalah langkah pertama yang harus dilakukan bagi pihak yang kalah. Jangan bertanya mengapa Anda kalah, tetapi berpikir bahwa sebenarnya Anda bisa menang, hanya saja Anda telah membuat sesuatu kesalahan. Dengan begitu, Anda tidak merasa diri menjadi pecundang.

Dalam Al-Quran dikatakan bahwa kompetisi adalah untuk melakukan kebaikan: “Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.” (QS: al-Baqarah: 148)

“Persaingan sehat baik untuk semua. Berurusan dengan kemenangan dan kekalahan di setiap arena persaingan adalah seperti mendapatkan kekebalan terhadap penyakit”.

 

Published by

Hadi Nur

An ordinary man living in Johor Bahru, Malaysia who likes to write anything. This is table of content of my blog posts.