Taxi Grab dan taxi biasa

Hari ini saya ada urusan di Jabatan Pengajian Tinggi, Putrajaya. Pagi sesudah sarapan, walaupun ada pilihan yang lebih praktis menggunakan Taxi Grab berangkat dari Hotel Vistana ke Putrajaya yang jaraknya 47 km, saya lebih memilih menggunakan taxi biasa. Alasannya karena faktor kasihan. Kasihan melihat pengemudi taxi biasa yang dikalahkan oleh taxi Grab. Ditambah lagi dengan umur taxi yang sudah tua.

Dalam perjalanan ke Putrajaya, En. Mohd Musa, supir taxi, bercerita mengenai pandangannya mengenai kehidupan sebagai supir taxi di Kuala Kumpur selama 15 tahun yang penuh dengan tantangan. Keluar rumah jam 8 pagi dan pulang malam setiap hari. Inilah kehidupan di ibu kota.

Dan seharusnyalah kita yang diberi sedikit kelebihan rezeki membantu orang-orang seperti En. Musa. Inilah alasan saya lebih memilih taxi biasa untuk berjalan, walaupun sudah tidak bagus lagi kondisi taxinya. Berpihak pada kemanusiaan. Saya senang ketika beliau tersenyum ketika saya beri uang lebih kepada beliau. Alhamdullilah.

Published by

Hadi Nur

An ordinary man living in Johor Bahru, Malaysia who likes to write anything. This is table of content of my blog posts.