Memperlihatkan dan menganalisis dampak

Seringkali kita berdebat dan melihat sesuatu fenomena atau peristiwa apa adanya, tanpa melihat esensi dibaliknya. Kadangkala kita tidak kritis. Seringkali kita tertipu dengan fakta-fakta yang diolah sedemikian rupa, dan kita dikelabui olehnya. Banyak fakta-fakta yang sengaja dilebih-lebihkan dan overclaim, melalui teks dan gambar di media sosial dan juga di media massa.

Kadang-kadang kita perlu melihatnya melalui penelitian ilmiah dengan menggunakan metoda-metoda riset yang sudah teruji kesahihannya. Cara yang paling mudah untuk memperlihatkan dampak adalah dengan menggunakan grafik dan statistik untuk memperlihatkan korelasi. Sebagai contoh adalah mengenai dampak dari suatu kebijakan dan pengaruhnya kepada masyarakat.  Namun, banyak yang terjebak dengan penggunaan statistik. Tidak semua korelasi membuktikan hubungan sebab-akibat. Kekeliruan ini juga dikenal dalam bahasa Latin sebagai cum hoc, ergo propter hoc*, yang artinya adalah “dengan ini, oleh karena itu,” dan terdapat kekeliruan logika.

Tadi pagi, saya mendengarkan presentasi mengenai dampak dari research university program kepada pembangunan negara. Namun masih belum jelas bagaimana dan apa kontribusi research university program ini kepada pembangunan negara. Ada kekeliruan logika. Apakah berhasil? Untuk menjawabnya perlu penelitian yang comprehensive dan dalam.

“Statistik itu seperti bikini, apa yang terlihat adalah menarik, tetapi apa yang terlindung itulah yang paling penting” — Aaron Levenstein

*Tautan ke Wikipedia.

Published by

Hadi Nur

I enjoy living in Johor Bahru area and always seek the truth.