Lihat siapa yang bicara

Sekarang adalah musim kampanye politik di rantau ini. Seringkali kita melihat diskusi dan perdebatan mengenai isu-isu politik dan hal-hal yang berkaitan dengannya. Ada dua hal yang perlu dilihat dalam diskusi dan perdebatan tersebut. Pertama, siapa orangnya. Kedua, apakah pernyataan dari orang tersebut adalah pemikiran atau nasehat. Jika pernyataan tersebut adalah hasil pemikiran, kita mesti melihat siapa orang yang menyampaikan pemikiran tersebut. Apa latar belakang orang tersebut. Ini penting, karena pemikiran yang keluar dari seseorang adalah hasil dari pengalaman orang tersebut. Jika pernyataan tersebut adalah nasehat untuk kebaikan, lihatlah dan dengarkanlah apa yang disampaikan. Latar belakang orang yang menyampaikan tidak terlalu penting.

Saya mempunyai seorang kawan pria berumur 64 tahun, 6 kali kawin-cerai, dan menurut cerita beliau, hampir semua anak-anak beliau tidak hormat terhadap beliau. Kadang-kadang beliau bercerita mengenai pemikiran beliau mengenai falsafah hidup dan hubungan antara manusia. Kadang-kadang beliau menasehati saya mengenai pentingnya membaca Al-Quran dan beribadah. Melihat latar belakang beliau, saya kadang-kadang menolak pemikirannya. Namun semua nasehatnya tentang kebaikan saya terima.

Dengan prinsip di atas, kita dapat membuat keputusan untuk menerima pandangan atau pernyataan yang disampaikan orang lain.

Published by

Hadi Nur

I enjoy living in Johor Bahru area and always seek the truth.