Bangsa Pecundang

Tulisan oleh Jilal Mardhani yang saya salin dari internet. Menohok sekali.

Bangsa Pecundang

Kelemahan apa yang menghantui bangsa ini sepanjang masa?

Pendidikan!

Sebab ia telah menjadi statistik komoditi yang menyesatkan. Tiket untuk mengejar kedudukan. Calo status. Mantera ajaib yang menyuburkan industri jasa paling menggiurkan sepanjang zaman. Termasuk politik birokrasi yang menanganinya.

Keprihatinan paling menjengkelkan terkait masalah pendidikan, bukan mengenai jumlah lulusan yang bersertifikat. Atau hal yang berkaitan dengan kecukupan jumlah (kuantitas) lembaga dan tenaga pendidik yang memproduksi sertifikatnya.

Keresahan itu justru pada soal mutu. Tentang penguasaan terhadap ilmu dan pengetahuan yang sejatinya berkembang abadi. Soal ‘keimanan’ setiap individu yang selalu giat mencari tahu dan memahami ilmu maupun pengetahuan yang dikuasai dan diminatinya.

Jika statistik jumlah sungguh penting dan bersuara, mengapa Indonesia yang memiliki jumlah perguruan tinggi jauh lebih banyak dibanding Cina, tak berkorelasi apapun terhadap berbagai indikator kemajuan? (https://tekno.tempo.co/read/1063613/guru-besar-itb-ke-menteri-riset-jangan-cuma-untuk-naik-jabatan).

Indonesia yang saat ini berpenduduk 262 juta, memiliki 4.579 perguruan tinggi, atau 1 perguruan tinggi untuk setiap 57.218 penduduk. Bandingkan dengan Cina yang ‘hanya’ memiliki 2.824 universitas walau penduduknya berjumlah 1,4 milyar (495.750 penduduk per universitas.

Secara statistik jumlah, kemewahan pendidikan Indonesia sesungguhnya hampir 10 kali lipat di depan Cina.

Tapi semua itu sama sekali tak berhubungan dengan kualitas manusia-manusia berpendidikannya, bukan?

Tak sepatah katapun yang mampu membantah sumbangsih pendidikan Cina yang jumlahnya tak seberapa dibanding Indonesia itu, terhadap kemajuan, kemandirian, harga diri dan martabat bangsanya.

Semoga bangsa yang tolol dan menyedihkan ini segera bangun dari tidur panjangnya.

Jilal Mardhani, 24-2-2018
Print Friendly, PDF & Email

Published by

Hadi Nur

This blog is mainly written for my own purposes. There has never been any claim that this is an original work.