Membuang kesombongan

Hai Encik apa kabar?

Hampir setiap hari saya menyapa Encik, orang India, yang saya tidak tahu namanya, yang bertugas membersihkan blok C08 laboratorium saya di UTM. Beliau selalu duduk di kursi di depan laboratorium setiap selesai bekerja membersihkan blok C08. Kadang-kadang saya bercakap dengan beliau. Hal yang sama saya juga lakukan kepada Puan yang membersihkan bangunan Institut Ibnu Sina UTM dan juga kepada Pak guard penjaga pintu gerbang kampus UTM. Jarang saya tidak melambaikan tangan saya kepada Pak guard yang menjaga pintu masuk tersebut ketika masuk kampus.

Mengapa saya berbuat demikian?

Karena saya ingin membuang kesombongan. Saya merasa berdosa karena sombong dan menganggap diri ini lebih pintar dan lebih hebat dari orang lain.

Ya Allah! ampunilah dosaku, kesalahanku, kebodohanku, dan segala sesuatu yang melewati batas serta segala apa yang Engkau lebih mengetahui dari pada aku.

Print Friendly, PDF & Email

Published by

Hadi Nur

Get in touch with me online. This blog has a table of content and mainly written for my own purposes and based on "Google here, Google there." There has never been any claim that this is an original work. You can use the customized search engine to search for anything on this website.