Kyai Ahmad Dahlan

 

Perjuangan Kyai Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah pada tahun 1912 untuk mencerdaskan anak bangsa telah membuahkan hasilnya sekarang, dimana 13.000 Masjid dan Mushola, 19.951 sekolah, 457 rumah sakit, 176 universitas dan perguruan tinggi telah didirikan oleh Muhammadiyah. Insya Allah ini adalah karena keikhlasan beliau dalam berjuang. Mungkin keikhklasan ini yang perlu dipunyai oleh para guru-guru, dosen-dosen dan profesor-profesor di negara kita agar pendidikan kita maju.

Amal usaha Muhammadiyah dalam angka:
1. 13.000 Masjid dan Mushola
2. 19.951 Sekolah (TK sampai SMA/SMK/MA)
3. 457 Rumah Sakit (RS, RSIB, Klinik)
4. 176 Perguruan Tinggi
5. 635 Panti (Panti Asuhan, Panti Jompo, Panti Khusus)
6. 437 Baitul Mal
7. 764 BPR Syariah
8. 102 Pesantren

Sumber: Laporan PP Muhammadiyah di Muktamar 47 tahun 2015

Di bawah ini adalah cerita dan foto Kyai Ahmad Dahlan yang diambil dari website berikut ini: https://www.facebook.com/PeryarikatanMuhammadiyah

36913584774_23f499933f_b

Madrasah Ibtidaiyah Diniyah Muhammadiyah Kyai Ahmad Dahlan di Kauman Yogyakarta, tahun 1912. Dikelola mandiri, dengan mengadopsi sistem pendidikan Belanda.

Di awal berdirinya Persyarikatan Muhammadiyah, Kyai Ahmad Dahlan dianggap menyimpang oleh banyak orang dan sering dijuluki sebagai kyai kafir, karena mendirikan sekolah umum (yang dianggap berasal dari barat) dan merubah sistem Pendidikan Islam yang pada waktu itu identik dengan dunia Pesantren yang menggunakan metode pengajaran Sorogan, Bandongan atupun Wetonan (yaitu: Murid/Santri duduk melingkari Guru/Kyai yang duduk berada di tengah-tengahnya), menjadi sistem klasikal barat (yaitu: dengan menggunakan meja, kursi, dan papan tulis serta guru berdiri di depan untuk mengajar).

Pada masa itu, cara pengajaran tersebut masih dianggap asing bagi kalangan masyarakat santri, bahkan sering dikatakan sebagai sekolah kafir.

Hingga suatu saat Kyai Ahmad Dahlan kedatangan tamu seorang Kyai dari Magelang, yang mengejeknya dengan sebutan kiai kafir dan kiai palsu karena mengajar dengan menggunakan alat-alat sekolah milik orang kafir (model sekolah Belanda).

Karena ejekan tersebut, Kyai Dahlan berkomentar,

“Maaf, Kyai, saya ingin bertanya dulu. Kyai datang ke Kauman ini dari Magelang tadi naik apa, jalan kaki?”

“Hahahaha”, Kiyai dari Magelang pun tertawa atas pertanyaan Kyai Dahlan tadi.
“Saya tidak mau menyiksa tubuh saya dari Magelang ke sini jalan kaki,” kata Kyai Magelang ini.

Kyai Dahlan pun segera bertanya kembali, “Kalau begitu naik apa Kyai?”, tanya Dahlan.

“Ya naik kereta, wong saya itu tidak bodoh, hanya orang yang bodoh saja, yang jalan kaki dari Magelang ke Yogja” Jawab Kyai Magelang.

“Kalau begitu hanya orang Bodoh yang menyebut sekolah ini sekolah kafir”, ujar Dahlan.

“Mengapa?”, tanya sang Kyai Magelang keheranan.

“Karena Kereta Api perlengkapan dan perlatannya dibuat oleh orang kafir”,  jawab Dahlan telak.

Kyai Magelang terbengong-bengong.

Demikianlah cara Kyai Ahmad Dahlan dalam memberikan penjelasan kepada orang-orang yang meremehkan dirinya.