Mau dibawa kemana pendidikan kita?

[Tulisan ini adalah bahan renungan untuk kita memikirkan kemana tujuan pendidikan di universitas]

Kemaren saya jalan-jalan ke toko buku di Jusco Tebrau, Johor Bahru dan menemukan buku di bawah ini yang berjudul “A Whole New Mind: Why Right-Brainers Will Rule The Future” karangan Daniel H. Pink. Saya sempat memfoto sampul belakang buku tersebut, yang saya foto secara diam-diam (karena dilarang dilakukan di toko buku). Setelah saya telurusi di internet, ternyata buku ini adalah salah satu buku “New York Times bestseller“.

Adalah menarik, karena dalam buku tersebut dijelaskan bahwa untuk memasuki zaman konseptual (conceptual age), manusia perlu diasah untuk memanfaatkan “otak kanan” mereka. Orang yang ber-otak kanan adalah orang yang berperan dimasa sekarang dan masa yang akan datang. Kenapa? karena kemampuan otak kiri lambat laun akan digantikan oleh otomasi dan komputer. Pada zaman pertanian, industri dan informasi (zaman sekarang), ekonomi dan masyarakat dibangun di atas landasan logis dan kemampuan seperti kemampuan komputer. Gambar di bawah ini menggambarkan bagaimana otak kiri dan kanan berfungsi.

Di zaman sekarang, pengetahuan dan pemikiran manusia diarahkan untuk membentuk masyarakat yang lebih cenderung mempunyai kemampuan memanfaatkan otak kiri. Lihat saja, negara-negara maju banyak mencurahkan waktu dan dana untuk menghasilkan manusia yang mempunyai kemampuan otak kiri yang hebat. Tes-tes yang menguji otak seperti PSAT, SAT, GMAT, LSAT, MCAT telah menjadi alat yang sangat penting untuk masuk dalam masyarakat elit dan kelas menengah.

Nah, menurut Daniel H. Pink, dalam zaman konseptual, zaman yang akan datang setelah zaman informasi sekarang, kemampuan otak kanan akan lebih banyak digunakan. Terjadi pergeseran dari “otak kiri” ke “otak kanan”. Di zaman konseptual, kita perlu dilengkapi oleh enam hal seperti di bawah ini.

• Tidak hanya fungsi tetapi juga DESAIN
• Tidak hanya argumen tetapi juga CERITA
• Tidak hanya fokus tetapi juga SYMPHONY
• Tidak hanya logika tetapi juga EMPATI
• Tidak hanya keseriusan tetapi juga BERMAIN
• Tidak hanya akumulasi tetapi juga MAKNA

Secara ringkas, penjelasannya adalah seperti berikut:

DESAIN – Bergerak melampaui fungsi dengan melibatkan estetika.
CERITA – Kemampuan bercerita, bukan hanya argumen.
SYMPHONY – Menambahkan inovasi dan tidak hanya fokus kepada hal-hal rinci.
EMPATI – Di luar logika dan melibatkan emosi dan intuisi.
BERMAIN – Membawa humor dalam kehidupan sehari-hari.
MAKNA – memberikan makna bagi kehidupan.

Seperti yang diperlihatkan dalam gambar “otak kiri dan kanan” di atas, hal-hal yang disebutkan di atas akan membawa kebahagiaan hidup. Kebahagian tersebut didapatkan dari melakukan pekerjaan memuaskan, menghindari emosi yang negatif, jaringan sosial yang kaya, bersyukur dan optimisme.

Kembali lagi kepada perenungan. Universitas yang hanya mementingkan angka, seperti impact factor dari publikasi ilmiah, daripada proses yang lebih memberdayakan “otak kanan” akan menghasilkan orang-orang yang digambarkan oleh gambar “otak kiri” (silahkan lihat gambar di atas).

Salam,
Hadi Nur (Guru kimia di Universiti Teknologi Malaysia)

Published by

Hadi Nur

I enjoy living in Johor Bahru area and always seek the truth.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s