How to be successful: play your cards right!

egocentric

I know some people who are considered successful in their careers. People who are good at playing their cards in finding opportunities to succeed and be famous. People are very egocentric and self-centered. Always working hard to achieve something and are always looking for ways to promote themselves, anywhere and anytime. Sometimes promote excessively their work. Although all these achievements are not ‘great’, they know how to update and sell their achievements.

Unfair as it may seem. However, this is the reality of life. If you know the trick, play your cards right!  However, history has proven that people who are opportunistic will not be remembered and will be quickly forgotten by society because they do not provide benefits to the community.

Visiting Medan with UTM Vice Chancellor

https://www.flickr.com/photos/hadinur/albums/72157623944615113

I and UTM Vice Chancellor, Prof. Dato’ Zaini Ujang visits Universitas Sumatera Utara (USU) and Universitas Negeri Medan (UNIMED). From the result of discussions with Prof. Syahril Pasaribu (the rector of USU) and Prof. Syawal Gultom (the Rector of UNIMED), several possibilities of cooperation have been identified. UNIMED will collaborate with the UTM Faculty of Education. Prof. Syahril Pasaribu very interested in the development of biomedical engineering studies program at USU. Thus, the possible cooperation will be with UTM Faculty of education and UTM Faculty of Biomedical & Health Science Engineering, respectively. UTM will send a delegation to Medan to discuss the collaboration in more detail. During this visit, Prof. Dato’ Zaini Ujang also give a presentation to the palm oil company representative at Grand Swiss-Belhotel, Medan. Our visit to the UNIMED also covered by Waspada newspaper. Please click here to read the coverage.

I would like to thank Dr. Mahmud (UNIMED), Dr. Marpongahtun (USU) and my relative, Rifnaldi (General Manager of Flexi Division, Sumatera Area, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk) and his wive Mika Yeni, which helped us during this visit.

UTM had received a visit by Universitas Riau

The delegation of the Universitas Riau (UR), led by Dr. Adhy Prayitno, Vice Rector of Cooperation, visited UTM. The visit was a follow-up of the visit of the UTM delegation to the UR on 15 May 2009. The purpose of this visit was to explore cooperation between UR and UTM, especially in the advanced study of the UR staff. This cooperation will be legalized by a Memorandum of Understanding (MoU) between two universities.

Sukses bermoralnya Arifin Panigoro

Buku ini dihadiahkan kepada saya oleh Prof. Raldi Antono Koestoer, profesor di jurusan Teknik Mesin, Universitas Indonesia, ketika beliau berkunjung ke Universiti Teknologi Malaysia pada 21 April 2010. Beliau mengatakan bahwa beliau ingin “meracuni” saya dengan virus “Technopreneur”.

“Sejuta kawan kurang, satu lawan jangan” merupakan salah satu kunci dari keberhasilan Dr. Arifin Panigoro yang mendapatkan Doktor Honaris Causa dari Institut Teknologi Bandung pada bulan Januari 2010. Prinsip yang menurut saya bukan saja diperlukan pada dunia bisnis, tetapi juga pada dunia sehari-hari. “Janganlah sekali-kali menyakitkan hati orang lain”, mungkin adalah prinsip yang boleh dipegang dalam pertemanan. Apa salahnya menahan diri untuk tidak menyampaikan sesuatu yang nantinya akan menyakitkan hati orang lain.

Ternyata prinsip berbisnis itu adalah cultural matters, seperti yang disampaikan oleh Jacob Oetama dalam kata pengantar buku Dr. Arifin Panigoro. Budaya, tata nilai, sikap, kerja keras, penghargaan, hemat dan jujur adalah beberapa pokok-pokok yang digunakan dalam keberhasilan.

Saya jarang sekali melihat orang yang “sukses” dalam arti kata sebenarnya, yaitu sukses dalam pandangan “moral”. Banyak di antara yang dianggap sukses, namun jarang yang sukses dalam mencapai integritas “moral” yang baik. Banyak orang-orang yang masih bermental “menerabas”, yaitu mental ingin mencapai sesuatu dengan mengabaikan nilai-nilai “moral”.

Bacaan shalat

1. Niat

Bacaan niat dilakukan sebelum melakukan sholat. Bacaan niat yang dilakukan berdasarkan jenis sholat yang akan dilakukan. Di bawah ini bacaan niat untuk sholat wajib:

Niat Sholat Subuh

أصلي فرض الصبح ركعتين مستقبل القبلة أداء/مأموما/إماما لله تعالى

Usholli Fardhol Subhi Rok’ataini Mustaqbilal Qiblati Adaa an (sholat sendiri)/Ma’muuman (menjadi ma’mum)/Imaaman (menjadi imam) Lillaahi Ta’aalaa

Artinya: “Saya berniat sholat fardu subuh dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala/Ma’mum karena Allah Ta’ala/Imam karena Allah Ta’ala”.

Niat Sholat Zuhur

أصلي فرض الظهر أربع ركعات مستقبل القبلة أداء/مأموما/إماما لله تعالى

Usholli Fardhol Zuhri Arba’a Roka’aati Mustaqbilal Qiblati Adaa an (sholat sendiri)/Ma’muuman (menjadi ma’mum)/Imaaman (menjadi imam) Lillaahi Ta’aalaa.

Artinya: “Saya berniat sholat fardu zuhur empat rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala/Ma’mum karena Allah Ta’ala/Imam karena Allah Ta’ala”.

Niat Sholat Asar

أصلي فرض العصر أربع ركعات مستقبل القبلة أداء/مأموما/إماما لله تعالى

Usholli Fardhol Ashri Arba’a Roka’aati Mustaqbilal Qiblati Adaa an (sholat sendiri)/Ma’muuman (menjadi ma’mum)/Imaaman (menjadi imam) Lillaahi Ta’ala.

Artinya: “Saya berniat sholat fardu asar empat rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala/Ma’mum karena Allah Ta’ala/Imam karena Allah Ta’ala”.

Niat Sholat Magrib

أصلي فرض المغرب ثلاث ركعات مستقبل القبلة أداء/مأموما/إماما لله تعالى

Usholli Fardhol Magribi Tsalasa Rok’aati Mustaqbilal Qiblati Adaa an (sholat sendiri)/Ma’muuman (menjadi ma’mum)/Imaaman (menjadi imam) Lillaahi Ta’ala.

Artinya: “Saya berniat sholat fardu magrib tiga rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala/Ma’mum karena Allah Ta’ala/Imam karena Allah Ta’ala”.

Niat Sholat Isya

أصلي فرض العشاء أربع ركعات مستقبل القبلة أداء/مأموما/إماما لله تعالى

Usholli Fardhol ‘Isya i Arba’a Roka’aati Mustaqbilal Qiblati Adaa an (sholat sendiri)/Ma’muuman (menjadi ma’mum)/Imaaman (menjadi imam) Lillaahi Ta’aalaa.

Artinya: “Saya berniat sholat fardu isya empat rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala/Ma’mum karena Allah Ta’ala/Imam karena Allah Ta’ala”.

2. Iftitah

Doa iftitah dilakukan setelah mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga (untuk laki-laki) atau sejajar dengan dada (untuk perempuan) sambil membacakan “allahu akbar”. Kemudian tangan disedekapkan pada dada dan baru membacakan doa iftitah. Berikut bacaannya:

كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Kabiiraw walhamdu lillaahi katsiira wa subhaanallaahi bukrataw wa’ashiila.

Artinya: “Allah maha besar, maha sempurna kebesaran-Nya. Segala puji bagi Allah, pujian yang sebanyak-banyaknya. Dan maha suci Allah sepanjang pagi dan petang.”

وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيْفاً مُسْلِماً وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. إِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Wajjahtu wajhiya lilladzii fataras samawaati wal ardha haniifam muslimaw wamaa anaa minal musyrikiin. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi rabbil aalamiin. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiin.

Artinya: “Kuhadapkan wajahku kepada zat yang telah menciptakan langit dan bumi dengan penuh ketulusan dan kepasrahan dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku semuanya untuk Allah, penguasa alam semesta. Tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan demikianlah aku diperintahkan dan aku termasuk orang-orang yang muslim.”

3. Al-fatihah

Setelah doa ifititah telah selesai dibacakan, bacaan selanjutnya yaitu membaca surat al-fatihah.

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ . الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ . الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم . مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ . إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ . اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ . صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

Bismillahir rahmaa nirrahiim. Alhamdu lilla hi rabbil ‘alamin. Ar rahmaanirrahiim. Maaliki yaumiddiin. Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin. Ihdinash shirraatal musthaqiim. Shiraathal ladziina an’amta ‘alaihim ghairil maghduubi ‘alaihim waladh-dhaalliin.

Artinya: “Dengan nama Allah yang maha pengasih, maha penyayang. Segala puji bagi Allah, tuhan seluruh alam, yang maha pengasih, maha penyayang, pemilik hari pembalasan. Hanya kepada engkaulah kami menyembah dan hanya kepada engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus (yaitu) jalan orang-orang yang telah engkau beri nikmat kepadanya, bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Setelah membaca al-fatihah, bacaan selanjutnya adalah ayat pendek. Pilihlah bacaan ayat pendek yang dapat kamu hafal.

4. Rukuk

Bacaan sholat selanjutnya yaitu rukuk. Gerakan rukuk yaitu mengangkat kedua tangan dan membaca “allahu akbar”. Kemudian badan dibungkukkan dan kedua tangan memegang lutut. Usahakan antara punggung dan kepala sama rata.

Setelah itu membaca: “سبحان ربي العظيم وبحمده” sebanyak 3 kali.

“Subhaana robbiyal ‘adziimi wabihamdih” sebanyak 3 kali.

Artinya: “Maha suci tuhan yang maha agung serta memujilah aku kepadanya.”

5. Iktidal

Setelah rukuk, bangkit dan tegak dan mengangkat kedua tangan setinggi telinga (laki-laki) atau dada (perempuan) sambil membaca:

سمع الله لمن حمده

Sami’allaahu liman hamidah

Artinya: “Allah maha mendengar terhadap orang yang memujinya.”

Setelah berdiri tegak, lalu membaca :

ربنا لك اللحمد ملء السموات وملء الأرض وملء ما شئت من شيء بعد

Robbanaa lakal hamdu mil us samawaati wamil ul ardhi wamil u maa syi’ta min syain ba’du.

Artinya: “Ya Allah tuhan kami, bagimu segala puji sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh sesuatu yang engkau kehendaki sesudah itu.”

6. Sujud

Selesai melakukan iktidal, lakukan sujud dengan meletakkan dahi di lantai yang telah diberikan alas bersih. Ketika turun ke bawah dari posisi iktidal, lakukan sambil membaca “Allahu akbar” dan sujud dengan membacanya 3 kali.

سبحان ربي الأعلى وبحمده . Sebanyak 3 kali.

Sub haana robbiyal a’la wabihamdih.

Artinya: “Maha suci tuhan yang maha tinggi serta memujilah aku kepadanya.”

7. Duduk di Antara Dua Sujud

Setelah sujud dilakukan, langkah selanjutnya yaitu duduk sambil membaca:

رب اغفررلي وارحمني واجبرني وارفعني وارزقني واههدني وعافني واعف عني

Robbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa’aafinii wa’fu ‘annii.

Artinya: “Ya Allah ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku, cukupkanlah segala kekurangan dan angkatlah derajatku, berilah rizki kepadaku, berilah aku petunjuk, berilah kesehatan kepadaku dan berilah ampunan kepadaku.”

Setelah selesai membaca lakukan gerakan sujud dengan bacaan yang sama sebelumnya. Selesai sujud, berdiri lagi dan melanjutkan rakaat selanjurnya. Jumlah rakaat tergantung dengan jenis sholat yang dilakukan.

8. Tasyahud Awal

Tasyahud awal dilakukan pada rakaat kedua. Setelah sujud yang kedua, posisi tasyahud awal yaitu dengan sikap kaki tegak dan kaki kiri diduduki sambil membaca:

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِاَ . للَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ

Attahiyyaatul mubaarokaatush sholawaatuth thoyyibaatu lillaah. Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rohmatullahi wa barokaatuh. Assalaaamu’alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish shoolihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar rosuulullah. Allahumma sholli ‘alaa Muhammad.

Artinya: “Segala penghormatan, keberkahan, salawat dan kebaikan hanya bagi Allah. Semoga salam sejahtera selalu tercurahkan kepadamu wahai nabi, demikian pula rahmat Allah dan berkah-Nya dan semoga salam sejahtera selalu tercurah kepada kami dan hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad.”

9. Tasyahud Akhir

Tasyahud akhir dilakukan pada rakaat terakhir. Bacaan dan posisi gerakannya sama dengan tasyahud awal dengan ditambah selawat nabi.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللَّهُمَّ باَرِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa shollaita ‘alaa Ibroohim wa ‘alaa aali Ibroohimm innaka hamiidum majiid. Alloohumma baarik ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa baarokta ‘alaa Ibroohim wa ‘alaa aali Ibroohimm innaka hamiidum majiid.

Artinya: “Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana engkau telah memberikan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya engkau maha terpuji lagi maha mulia. Ya Allah, berilah keberkahan kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana engkau telah memberikan keberkahan kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya engkau maha terpuji lagi maha mulia.”

10. Salam

Setelah membaca selawat nabi, lanjutkan dengan membaca salam sambil menoleh ke kanan dan ke kiri.

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

“Assalaamu alaikum wa rahmatullah”

Artinya: “Semoga keselamatan dan rahmat Allah dilimpahkan kepadamu.”

Semua bacaan sholat di atas hendaknya dibaca dengan tidak terburu-buru agar tidak berantakan. Lakukanlah sholat tepat waktu setiap hari sesuai dengan kewajiban yang telah ditetapkan.

Thank you very much for my birthday wishes

Today I have received many kind wishes for my 41st birthday and want to thank all those who have sent messages or e-mails; they are really appreciated. Those wishes were also on my Facebook wall.  It was an awesome social media birthday!

To all of my students and friends, thank you so much for birthday cake surprise!

https://www.flickr.com/photos/hadinur/4582963001/

 

https://www.flickr.com/photos/hadinur/4583591740/

That’s life

That’s life, are the words that came out from our mouth when we are facing with the problem. Depending on how we deal with the problem, we can assume that the problem of life is actually a ‘game of life’. The game of life can be considered seriously or just as a game. So, the key is, if we see everything is a heavy burden, it would be difficult to handle. But if you look at them as a light burden, then, they become easy to handle – like the above funny cartoon which I found in the internet.

A realistic vision of a higher education institution

Yesterday, I took around by Dr. Handojo Djati Utomo, a lecturer at Singapore Polytechnic (SP), to look around the campus of SP, the oldest polytechnic in Singapore. He explained the involvement of SP in supporting Singapore to become a developed country. The above photos described the vision of SP: “A leading institution that prepares our students to be work-ready, life-ready and world ready.” In my opinion, this is an excellent example of the vision of an institution of higher education. A vision that is grounded to the earth.

Indeed, there is nothing wrong with making whatever vision. But, creating a glorious vision – sometimes makes people feel ’embarrassed’ to read it.

The first workshop on Internationalization Policy for Higher Education

The first workshop on internationalization policy for higher education in Malaysia has been held at the UTM campus in Kuala Lumpur. This workshop was attended by representatives from the Ministry of Higher Education and also representatives from several universities in Malaysia. In this workshop, the initial framework for the internationalization policy of higher education has been successfully discussed. Many suggestions and input have been received from participants.

h-index = the quality of a scientist?

Do you know h-index? To find out what’s h-index, just click the link below.

http://en.wikipedia.org/wiki/H-index

Easily, h is the number of manuscripts greater than h that have at least h citations. For example, an h-index of 20 means that there are 20 items that have 20 citations or more.

Well, now you’ll understand that the h-index is an instrument to determine the quality of a scientist. Many argue that the h-index is not important, particularly those someone who claims himself to be a scientist, but do not have h-index value or possess a low value of h-index.

Prof. J. E. Hirsch, a physicist who proposed the h-index to evaluate the quality of scientists, wrote in his paper entitled “An index to quantify an individual’s scientific research output“:

From inspection of the citation records of many physicists, I conclude:
(1) A value m ~ 1, i.e. an h-index of 20 after 20 years of scientific activity, characterizes a successful scientist. (2) A value m ~ 2, i.e. an h-index of 40 after 20 years of scientific activity, characterizes outstanding scientists, likely to be found only at the top universities or major research laboratories. (3) A value m ~ 3 or higher, i.e. an h-index of 60 after 20 years, or 90 after 30 years, characterizes truly unique individuals. The m-parameter ceases to be useful if a scientist does not maintain his/her level of productivity, while the h parameter remains useful as a measure of cumulative achievement that may continue to increase over time even long after the scientist has stopped publishing altogether. Based on typical h and m values found, I suggest that (with large error bars) for faculty at major research universities h ~ 10 to 12 might be a typical value for advancement to tenure (associate professor), and h ~ 18 for advancement to full professor. Fellowship in the American Physical Society might occur typically for h ~ 15 to 20. Membership in the US National Academy of Sciences may typically be associated with h ~ 45 and higher except in exceptional circumstances.

So, how do we evaluate our scientists? What are the criteria? In my opinion, this is an important aspect to be considered, especially in giving the award in the field of science and technology.

https://live.staticflickr.com/2099/1849906451_ae625371b3_b.jpg

Chemistry Nobel laureate (1991), Prof. Richard R. Ernst, a high-quality scientist, paid a rare and special visit to the NMR laboratory of Ibnu Sina Institute for Fundamental Science Studies, UTM.