Sukses bermoralnya Arifin Panigoro

Buku ini dihadiahkan kepada saya oleh Prof. Raldi Antono Koestoer, profesor di jurusan Teknik Mesin, Universitas Indonesia, ketika beliau berkunjung ke Universiti Teknologi Malaysia pada 21 April 2010. Beliau mengatakan bahwa beliau ingin “meracuni” saya dengan virus “Technopreneur”.

“Sejuta kawan kurang, satu lawan jangan” merupakan salah satu kunci dari keberhasilan Dr. Arifin Panigoro yang mendapatkan Doktor Honaris Causa dari Institut Teknologi Bandung pada bulan Januari 2010. Prinsip yang menurut saya bukan saja diperlukan pada dunia bisnis, tetapi juga pada dunia sehari-hari. “Janganlah sekali-kali menyakitkan hati orang lain”, mungkin adalah prinsip yang boleh dipegang dalam pertemanan. Apa salahnya menahan diri untuk tidak menyampaikan sesuatu yang nantinya akan menyakitkan hati orang lain.

Ternyata prinsip berbisnis itu adalah cultural matters, seperti yang disampaikan oleh Jacob Oetama dalam kata pengantar buku Dr. Arifin Panigoro. Budaya, tata nilai, sikap, kerja keras, penghargaan, hemat dan jujur adalah beberapa pokok-pokok yang digunakan dalam keberhasilan.

Saya jarang sekali melihat orang yang “sukses” dalam arti kata sebenarnya, yaitu sukses dalam pandangan “moral”. Banyak di antara yang dianggap sukses, namun jarang yang sukses dalam mencapai integritas “moral” yang baik. Banyak orang-orang yang masih bermental “menerabas”, yaitu mental ingin mencapai sesuatu dengan mengabaikan nilai-nilai “moral”.