Manusia akan kembali ke akar budayanya

Maksud saya menulis tulisan ini adalah untuk mengingatkan saya dan kita semua bahwa sebagai manusia, kita akan cenderung kembali ke akar atau kepada ‘asal’ kita. Saya pernah membaca pengalaman pak Rosihan Anwar, wartawan veteran Indonesia — dia menceritakan bahwa dulu sewaktu muda apabila beliau bertemu dengan pak Natsir, bekas perdana menteri Indonesia yang pertama, mereka selalu berbicara dengan menggunakan bahasa Belanda — namun ketika mereka bertemu dimasa tua pak Natsir cenderung untuk berbicara dengan menggunakan bahasa ibundanya, yaitu bahasa minang — karena beliau dibesarkan dalam budaya minangkabau. Ini menandakan, manusia cenderung kembali kepada akarnya yaitu dari mana mereka berasal dan dibesarkan — karena ini adalah fitrah manusia. 

Bagaimana kalau ‘akar’ tersebut diganti dengan ‘akar yang lain? Anda akan dapat membayangkan, bagaimana anak-anak kita membesar dengan ‘akar’ yang lain tersebut…     

Print Friendly, PDF & Email

Published by

Hadi Nur

Get in touch with me online. This blog has a table of content and mainly written for my own purposes and based on "Google here, Google there." There has never been any claim that this is an original work. You can use the customized search engine to search for anything on this website.