
Memperkuda postdoc





Workshop berjalan lancar walaupun agak penat berbicara hampir selama 4 jam.



“Mereka tidak pernah berjasa dan menyumbang kepada kemajuan bangsa, namun kernya hanya menyindir, mengkritik dan menghina.”
— Anonim
Saya sering mengamati orang-orang yang menghabiskan waktunya menyindir, mengkritik, menghina dan mencari-cari kesalahahan. Saya bingung, apa motif mereka berbuat begini sedangkan mereka tidak pernah berjasa dan menyumbang untuk kemajuan bangsa. Apakah untuk pamer kepintaran dan sakit hati? Saya tidak tahu.

Jika direnungkan, semua konflik yang terjadi antara manusia disebabkan oleh masalah hati seperti dengki, cemburu, serakah, sombong, dan lain-lain. Semua persoalan ini dapat diselesaikan jika manusia tersebut memiliki rasa cinta satu sama lain.
Tulisan ini personal sifatnya, dan boleh dibaca oleh umum sebagai bacaaan ringan yang tidak perlu.
Saya dimasukkan dalam salah satu WhatsApp group yang terdiri dari golongan orang-orang terpelajar. Ceritanya mereka ingin memberikan kontribusi pada tanah air dan bangsa. Menolong bangsa. Komentar-komentar dalam grup ini didominasi oleh orang-orang tertentu saja. Walaubagaimanapun, saya hanya banyak menyimak dan jarang memberikan komentar karena fungsi forum ini bukanlah seperti yang saya harapkan. Ianya lebih banyak bercerita mengenai saya, saya, saya dan saya. Singkat cerita forum ini adalah forum pamer atas prestasi semu. Kadangkala saya tersenyum sendiri karena saya kenal latar belakang orang-orang tersebut.


Shalat jumat di Masjid Al-Jawahir. Jamaah perlu membawa sajadah sendiri. Suhu tubuh diperiksa sebelum masuk masjid dan berjarak ketika duduk dalam masjid. Alhamdullilah.
You must be logged in to post a comment.