Meyakini kematian

“Kita semua telah meyakini kematian, tetapi kita tidak melihat orang yang bersiap-siap menghadapinya! Kita semua telah meyakini adanya surga, tetapi kita tidak melihat orang yang beramal untuknya! Kita semua telah meyakini adanya neraka, tetapi kita tidak melihat orang yang takut terhadapnya! Maka terhadap apa kamu bergembira? Kemungkinan apakah yang kamu nantikan? Kematian! Itulah perkara pertama kali yang akan datang kepadamu dengan membawa kebaikan atau keburukan. Wahai, saudara-saudaraku! Berjalanlah menghadap Penguasamu (Allah) dengan perjalanan yang bagus.”

— Mukhtashar Minjahul Qashidin, halaman 483, tahqiq: Syaikh Ali bin Hasan Al Halabi

Tipe manusia

Kita memerlukan manusia yang paripurna, manusia yang memiliki cinta, cita-cita dan juga daya cipta. Tanpa cinta, manusia itu fanatik (bigot), dan tidak dapat hidup dengan harmoni dengan manusia yang lain, dan sukar menerima perbedaan.

Do’a kepada Allah

“Ya Allah, berikanlah aku kekuatan untuk mengubah apa yang dapat aku ubah. Ya Allah, berikanlah aku kesabaran untuk segala sesuatu yang tidak dapat aku ubah. Dan, berikanlah aku kebijaksanaan untuk dapat membedakannya.”

— Do’a untuk usaha dan kesabaran