Berpikir kritiskah kita?

Dengan teknologi informasi, manusia mudah sekali terhubung. Oleh karena itu, berpikir kritis sangat diperlukan untuk selalu menjaga supaya keputusan dan tindakan yang diambil berdasarkan pertimbangan yang bijaksana. Di bawah ini adalah tulisan yang menarik yang ambil dari postingan seorang teman di Facebook yang tulisan aslinya dalam bahasa Inggris.

Semua orang berpikir namun banyak pemikir kritis sebenarnya melakukan pemikiran kritis yang semu. Berpikir kritis dapat membantu kita membuat keputusan yang lebih baik dan memecahkan masalah, dan dapat mencegah kita tertipu atau dirugikan. Di bawah ini ada beberapa prinsip berpikir kritis.

  • Menyadari bahwa pemikiran cacat dan rentan terhadap kesalahan. Menyadari bahwa persepsi mungkin tidak akurat dan ingatan tidak sempurna. Memahami bahwa otak mengambil jalan pintas untuk membuat keputusan yang cepat dan mudah, yang berpotensi pada pemikiran yang bias.
  • Memikirkan bagaimana berpikir. Bertanya pada diri sendiri bagaimana mencari kebenaran dan menyadari bias dari apa yang ketahui. Menghindari penalaran yang melibatkan emosi dan intuisi. Mengaktifkan pemikiran tingkat tinggi yang prosesnya lebih lambat.
  • Keingintahuan dan belajar yang tinggi membuat bertanya. Terbuka terhadap jawaban, meskipun hal tersebut tidak ingin dengar.
  • Memisahkan identitas dari keyakinan. Menyadari bahwa sulit untuk menolak keyakinan yang dimiliki. Berusaha percaya pada hal-hal yang benar, dan tidak percaya pada hal-hal yang tidak benar, bahkan juga terhadap hal yang membuat tidak nyaman.
  • Menerima kritik dari orang lain. Menyadari bahwa argumen adalah proses kolaboratif untuk mencari kebenaran, dan mampu mengevaluasi dari sudut pandang lain secara adil.
  • Menggunakan bukti untuk sampai pada kesimpulan. Tahu bahwa klaim luar biasa memerlukan bukti yang juga luar biasa, dan klaim tanpa bukti perlu ditolak.
  • Menghindari pemikiran hitam-putih dan menyadari bahwa dunia ini kompleks. Menjadikan masalah menjadi dua ekstrem akan mempersulit memahami masalah dan menemukan solusi.
  • Rendah hati. Jujur ​​pada diri sendiri tentang apa yang diketahui dan tidak ketahui, dan menghindari terlalu percaya diri. Menyadari bahwa mungkin salah. Menghargai pendapat orang lain.

Berpikir kritis adalah sebuah perjalanan. Tetapi dunia ini penuh dengan informasi yang salah dan bias.

Rujukan: https://en.wikipedia.org/wiki/Critical_thinking

Identitas diri

Kita perlu memahami bahwa manusia ada karena memiliki identitas. Website ini tanpa saya sadari juga untuk membangun identitas saya. Dalam politik, identitas memainkan peran penting dalam membangun kepercayaan publik. Reputasi yang dibuat untuk waktu yang lama dapat hancur seketika oleh kinerja yang buruk dan mungkin oleh fitnah. Oleh karena itu, permainan dengan menggunakan media untuk membangun identitas menjadi penting saat ini. Ada pendapat yang mengatakan bahwa ketakutan manusia terhadap kematian disebabkan oleh ketakutan akan kehilangan identitas.

Kartu pengenal saya sebagai dosen di Universiti Teknologi Malaysia (UTM) di bawah ini adalah juga identitas saya. Kartu ini telah berumur 11 tahun 6 bulan, ketika saya diangkat menjadi profesor di UTM pada tahun 2010. Kartu ini diperlukan untuk akses ke perpustakaan di UTM dan selalu disimpan di dompet saya — sampai terlihat lusuh.

Hakikat ilmu

Salah satu gambar yang saya suka dari buku “55 Mutiara Akhlak” oleh Vbi Djenggotten (nama pena dari Veby Wibawa). Ilmu itu bukanlah sebuah kemahiran dalam berkata-kata. Seringkali kita tertipu dan menyangka orang pandai merangkai kata-kata adalah orang yang berilmu dan pandai bekerja. Orang ini boleh jadi pandai berpolitik — mempengaruhi banyak orang untuk mengejar kekuasaan.

Jangan berdebat dengan orang bodoh

Saya sering melihat perdebatan, dan saya selalu menghindari perdebatan, terutama dengan orang bodoh. Kebodohan adalah kurangnya pemahaman, alasan, atau kecerdasan. Orang-orang bodoh inilah yang selalu saya lihat dalam perdebatan. Di bawah ini adalah dua pertimbangan yang membuat saya selalu menghindari perdebatan.

Gagal paham jika berdebat dengan orang bodoh

قال الإمام الشافعي: مَا جَادَلْتُ عَالِمًا إِلَّا غَلَبْتُهُ وَلَا جَادَلْتُ جَاهِلًا إِلَّا غَلَبَنِي

Artinya, “Setiap kali berdebat dengan kelompok intelektual, aku selalu menang. Tetapi anehnya, kalau berdebat dengan orang bodoh, aku kalah tanpa daya.”

Ucapan Imam Syafi’i ini dikutip dari Mafahim Yajibu an Tushahhah karya Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki, Surabaya, Haiatus Shafwah Al-Malikiyyah, tanpa catatan tahun, halaman 340. Kutipan ini diangkat oleh Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki ketika membahas masalah maulid di tengah segelintir orang yang ngotot membid’ahkan peringatan maulid karena gagal paham. Gagal paham seperti ini yang membuat diskusi sering kali tidak bersambung antara orang yang berdebat karena masing-masing bicara hal yang lain. Gagal paham inilah yang membuat perdebatan hanya menghasilkan kelelahan untuk orang yang berdebat dan juga orang yang menyaksikan perdebatan.

Jangan buktikan kehebatanmu

Balapan antara cheetah dan anjing pada bulan Desember 1937 di Stadion Romford London. Cheetah hanya diam. Foto ini tidak menggambarkan peristiwa yang sebenarnya dimana cheetah menang dalam balapan.

Mana yang lebih cepat, anjing atau cheetah? Tapi cheetah tidak bergerak. Lalu mereka bertanya kepada koordinator lomba, apa yang terjadi? Dia mengatakan bahwa terkadang mencoba membuktikan bahwa Anda yang terbaik adalah suatu penghinaan. Hal ini yang berlaku pada cheetah yang tidak perlu membuktikan bahwa sebenarnya dia adalah yang tercepat.

Refleksi filosofis

Pandangan yang menyatakan jangan berdebat dengan orang bodoh juga dapat dikaitkan dengan pemikiran Socrates dan Laozi yang menekankan pentingnya kebijaksanaan dalam mengelola diskusi serta kesadaran diri.

Socrates, dalam dialog-dialognya yang dicatat oleh Plato, sering kali menekankan bahwa kebijaksanaan sejati bukanlah soal menang atau kalah dalam perdebatan, melainkan kesediaan untuk mencari kebenaran dan memahami ketidaktahuan. Socrates menyatakan bahwa “Kebijaksanaan sejati datang kepada manusia saat ia menyadari betapa sedikitnya yang ia ketahui.” Sikap ini mengajarkan kita untuk menghindari perdebatan sia-sia dengan orang yang tidak mencari kebenaran, melainkan sekadar ingin menang atau mempertahankan opini mereka tanpa dasar yang kuat.

Di sisi lain, filsuf Taois Laozi dalam Tao Te Ching mengatakan, “Orang yang tahu tidak berbicara; orang yang berbicara tidak tahu.” Ungkapan ini mengajarkan bahwa kebijaksanaan sering kali terletak dalam keheningan, dan terkadang, menghindari perdebatan adalah tindakan yang menunjukkan pengendalian diri dan pemahaman yang mendalam. Laozi juga menegaskan pentingnya tidak membuktikan superioritas secara berlebihan, sebagaimana dikatakan, “Mereka yang berusaha untuk tampil hebat jarang mendapatkan pengakuan yang tulus.”

Kedua pandangan ini menegaskan bahwa kebijaksanaan dalam mengelola diri, tidak terjebak dalam perdebatan yang tidak bermakna, dan menahan diri dari pembuktian yang tidak perlu adalah bentuk penghormatan terhadap pemahaman diri dan kebenaran.

Menyederhanakan hidup

Saya pernah berbincang-bincang dengan seseorang yang dianggap mempunyai prestasi yang luar biasa. Beliau bercerita bagaimana perjuangan hidup dan juga kegigihannya dalam mengejar prestasi dunia tanpa pernah lelah. Semua serba cepat, dan kadang-kadang prestasi yang dicapai tersebut terlihat tidak masuk akal, sehingga sebagai orang nomal saya bertanya, bagaimana mungkin? patutkah? apakah tidak overheating? Di bawah ini ada dua cara pandang hidup yang dapat menjadi pertimbangan untuk diamalkan, yaitu konsep hidup lambat dan hidup sederhana. Konsep ini hadir sebagai konsekuensi negatif dari gaya hidup materialistis (economic materialism). Penelitian mengenai korelasi antara materialisme dan ketidakbahagiaan menemukan bahwa peningkatan kekayaan materi dan barang-barang tidak banyak berpengaruh pada kesejahteraan dan kebahagiaan.

  • Konsep hidup lambat mengacu pada gaya hidup yang mendorong pendekatan yang lebih lambat terhadap aspek kehidupan sehari-hari. Ini telah didefinisikan sebagai tindakan lambat atau santai. Ini dimulai di Italia dengan gerakan makanan lambat, yang menekankan teknik produksi makanan tradisional dalam menanggapi munculnya makanan cepat saji selama tahun 1980-an dan 1990-an. Lingkungan yang bergerak cepat dilihat sebagai alam yang kacau, sementara gagasan kehidupan yang lambat menyiratkan bahwa orang dapat lebih menikmati hidup dan lebih sadar akan isyarat sensorik.
  • Konsep hidup sederhana mencakup sejumlah praktek menyederhanakan gaya hidup. Ini termasuk, misalnya, mengurangi kepemilikan harta benda, seperti paham minimalisme. Hidup sederhana dapat dicirikan oleh kepuasan dengan apa yang kita miliki dan menjauhkan diri dari keserakahan. Hidup sederhana berbeda dengan hidup dalam kemiskinan. Ini adalah gaya hidup yang dilakukan dengan sukarela.

Salah satu hewan yang menjadi referensi dalam konsep hidup lambat adalah Sloth. Sloth adalah hewan yang bergerak dengan gerakan lambat dan memiliki banyak hal tentang memperlambat, mengambil sesuatu dengan mudah dan tersenyum, bahkan ketika melalui masa-masa sulit.

Memperlambat hidup dapat menginspirasi kita untuk menyederhanakan kehidupan. Kesederhanaan, antara lain, berarti menghargai hal-hal apa adanya – tanpa drama dan berpura-pura. Kita mungkin mulai menerima dan menghargai ketidaksempurnaan kita, dan mampu melihat keindahan melaluinya. Dengan kesadaran ini, kita dapat melihat dan menikmati hubungan kita dengan dunia yang lebih luas. Kita berjalan tanpa alas kaki atau berbaring dan bernapas dalam-dalam sambil menatap birunya langit dengan tujuan menghargai hal-hal yang tidak bisa dibeli dengan uang. Kita memanfaatkan dan menghormati perasaan kita. Kesederhanaan adalah kunci hati yang sebenarnya. Hati adalah kunci kebebasan yang sejati. Semoga kita dapat menjadi orang yang betul-betul merdeka!

Jangan sesali apa yang telah terjadi

Mengetahui dan mempelajari sejarah penting untuk mengetahui makna dan hikmah kehidupan. Yang terpenting adalah, jangan menyesali apa yang telah terjadi. Jangan selalu mengandalkan skenario “bagaimana jika”. Ini dikenal sebagai sejarah alternatif. Saya tidak pernah berpikir saya akan tinggal di luar negeri begitu lama, 2.5 tahun di Jepang dan 24 tahun Malaysia. Saya juga tidak menyangka pada tahun 2010 saya menjadi profesor di Universiti Teknologi Malaysia (UTM) dan akhirnya kembali ke Indonesia sebagai profesor di Universitas Negeri Malang (UM) tahun ini. Di masa lalu, semua ini gaib. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Dalam kasus saya, masa depan tidak bisa diduga. Itulah sebabnya kita harus percaya pada yang gaib, percaya pada qada dan qadar.

47265953101_a73cb173d9_h
Ini adalah majalah yang saya beli mengenai sejarah alternatif.

Di bawah ini adalah tulisan yang menarik, yang saya dapat di internet, yang berkaitan dengan apa yang telah terjadi. Tulisan ini telah edit.

Di dunia ini, semua benda bergerak di zona waktunya masing-masing.
Beberapa masih lajang.
Ada pernikahan yang menghabiskan biaya mahal, sebulan sudah berpisah.
Ada yang sudah menikah selama 10 tahun tetapi masih belum dikaruniai anak.
Ada yang baru saja menikah sebulan yang lalu, langsung hamil.

Ada yang lulus sarjana pada usia 23 tahun tetapi harus menunggu 5 tahun sebelum mereka bisa mendapatkan pekerjaan tetap.
Ada juga yang lulus di usia 29 tahun tapi setelah lulus langsung bekerja di pekerjaan dengan posisi permanen.
Ada lagi pemuda berusia 25 tahun yang menjadi CEO namun pada usia 50 tahun ia meninggal dunia.
Ada juga yang umur 50 tahun baru saja menjadi CEO dan hidup hingga 90 tahun.

Zona waktu kita tidak sama.
Jadi tidak perlu merasa bahwa kita 'tertinggal' hanya ketika tampaknya orang lain lebih sukses.
Waktu kita belum tiba.
Obama pensiun pada usia 55, tetapi Trump 'mulai' pada usia 70.
Hanya zona waktu mereka yang berbeda.
Tapi keduanya bisa jadi Presiden.

Ada yang menjadi kakek pada usia 47 tahun.
Bahkan, ada juga yang baru mendapat anak di usia yang sama.
Ada orang yang 'di depan' dari kita.
Tapi ada juga yang 'di belakang' kita.
Setiap orang bergerak di jalur yang berbeda di zona waktu yang berbeda.
Tuhan punya rencana yang berbeda untuk kita semua.
Jangan iri, jangan sedih, jangan gundah gulana.
Mereka bergerak dengan zona waktu mereka dan kami juga memiliki zona waktu kami sendiri.

Anda tidak terlambat.
Anda tidak awal.
Anda tepat waktu.
Jangan stres.

Yakinlah bahwa rencana Tuhan jauh lebih baik, rezeki kita sudah dicatat oleh-Nya.
Rezeki adalah milik Allah.
Jangan bingung dengan pekerjaan Tuhan.
Kita bahkan tidak tahu masa depan kita
Masa depan kita selalu di tangan Tuhan.
Dan Tuhan itu adil.
Setiap orang akan mendapatkan apa yang Allah katakan pantas untuknya.
Perkuat ketergantunganmu kepada Allah, itu yang terpenting.

Kebahagiaan semu

Kepuasan tidak sama dengan kebahagiaan. Kepuasan hanya bertahan pada jangka masa yang pendek, sedangkan kebahagiaan lebih lama bertahan efeknya. Salah satu contoh kepuasan adalah menerima pujian. “Pujian dapat meningkatkan kebahagiaan“, kata para peneliti, walaupun sebenarnya kebahagiaan tersebut sebenarnya adalah hanyalah kepuasan. Mungkin ini adalah alasan mengapa banyak orang yang suka pamer supaya dipuji, supaya puas. Karena pujian tersebut sifatnya jangka pendek, maka frekuensi untuk pamer perlu tinggi supaya selalu puas. Akhirnya ketagihan. Ini fenomena yang kita temui dalam media sosial, pamer supaya dipuji. Inilah yang membuat Mark Zuckerberg, pendiri Facebook, menjadi sangat kaya raya karena sekarang manusia mempunyai platform untuk mendapatkan kepuasan dari pujian. Mungkin dia paham betul dengan psikologi manusia yang dia manfaatkan menjadi peluang bisnis yang sangat menguntungkan.

Kebahagiaan adalah emosi yang datang pergi, bergantung bagaimana cara kita memandang kehidupan. di bawah ini adalah cara untuk memandang kehidupan supaya tetap bahagia, walaupun dalam keadaan senang atau susah.

"Betapa indahnya menjadi orang yang beriman! Ada kebaikan baginya walau apa pun yang terjadi padanya - dan tidak ada seorang pun, selain dia, yang menikmati berkah ini. Jika dia menerima hadiah, dia berterima kasih kepada Allah atas karunia yang membawa kebaikan baginya. Dan jika kesulitan menimpanya, dia sabar, dan kesengsaraan ini juga membawa kebaikan baginya" (Muslim).
Kisah pencarian tak henti-hentinya tikus untuk kebahagiaan, video yang luar biasa oleh Steve Cutts. Sumber aslinya bisa dilihat di YouTube.

Belajar dari angka nol

Prof. Damardjati Supadjar (almarhum, Universitas Gadjah Mada) menyatakan bahwa “Hidup ini seperti matematika, kita harus belajar dari angka nol. Kalau diperhatikan, selama manusia hidupnya hanya menjumlah atau menambah, misalnya tambah harta, tambah anak, atau tambah jabatan, niscaya hidupnya tidak akan cepat menuju kesempurnaan, menuju ‘infinitum’ (ketidakterbatasan). ‘Infinitum’ diperoleh jika manusia melakukan pembagian dengan angka nol. Angka nol itu, dalam bahasa agama, sama dengan ikhlas. Artinya, hidup itu harus ikhlas, niscaya kita bisa segera mencapai infinitum.”

Kisah sisir dalam memaknai sesuatu

Akhirnya sisir yang menemani istriku, Terry Terikoh, selama 31 tahun, sejak beliau masih gadis, akhirnya patah oleh si bungsu Fahima Zikra. Sisir ini juga telah menyisir kepalaku selama 23 tahun, sejak kami menikah pada tahun 1993. Tidak terhitung berapa banyak rambut yang rontok oleh sisir ini. Memang tidak ada yang abadi di dunia ini. Namun, kami berterima kasih karena sisir ini telah berkhidmat dengan keluarga kami lebih dari tiga dasawarsa.

Mungkin bagi sebahagian orang, patahnya sisir adalah hal yang biasa. Tidak luar biasa. Ini bergantung bagaimana kita melihat dan meletakkan nilai kepada sesuatu. Memaknai sesuatu. Dalam hidup ini saya berusaha untuk memaknai semua yang yang saya alami, walaupun kecil dan sepele. Bagi saya, seharusnyalah kita memaknai dari detik ke detik kehidupan yang singkat ini supaya berarti.

Kualitas pemikiran

Setiap hari saya selalu bertemu dan berbicara dengan orang. Di kampus, saya selalu berbicara dan berdiskusi dengan mahasiswa dan juga kawan-kawan sesama pensyarah atau dosen. Dengan mahasiswa, saya selalu mempengaruhi mereka untuk berpikir dan dan bertindak dengan baik.

Di bawah ini adalah gambaran bahwa kualitas pemikiran kita yang sangat dipengaruhi oleh kesadaran supra dan juga alam bahwa tidak sadar, yang berupa intuisi, kekuatan spritual, pengalaman masa lalu dan kebiasaan seseorang. Kesadaran supra akan memberikan inspirasi kepada kesadaran, dan alam bawah tidak sadar memberikan proyeksi kepada kesadaran dan pemikiran. Inspirasi adalah proses yang dirangsang secara mental untuk melakukan hal-hal yang kreatif. Suasana mental yang baik sangat diperlukan, dan ini mesti difasilitasi oleh suasana dan lingkungan yang kondusif.

kualitas pikiran .png

Namun, inspirasi dan proyeksi tidak akan berjalan dengan baik jika pikiran dan hati kacau, yang disebut sebagai mekanisme yang menghambat (inhibitory mechanism). Gangguan mental dan kesehatan adalah faktor yang menyebabkan hambatan ini.

Untuk mendapatkan kualitas pemikiran yang baik, kita mesti mempunyai kekuatan spritual dan kebiasaan-kebiasaan yang baik. Buang atau jauhi kebiasaan-kebiasaan yang buruk, karena secara langsung atau tidak langsung akan mempengaruhi kualitas pemikiran kita.

Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang tidak hanya mengasah penalaran logika semata-maya tetapi juga mengasah kekuatan spiritual. Publikasi dari Gerd Gigerenzer ini dapat dirujuk. Dikatakan bahwa “intuition is the highest form of intelligence“.