Manajemen kalbu oleh Cak Nun

“Allah (pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya, seperti sebuah lubang yang tidak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam tabung kaca, (dan) tabung kaca itu bagaikan bintang yang berkilauan, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di timur dan tidak pula di barat, yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah memberi petunjuk kepada cahaya-Nya bagi orang yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” | QS 24:35 | Tafsir |

Bahan ajar

Saya baru selesai memperbarui website pengajaran saya. Saya telah meletakkan semua video-video pengajaran saya dalam website ini. Ini adalah hikmah dari pandemik COVID-19, saya terpaksa membuat pengajaran secara online baik untuk mahasiswa di Universiti Teknologi Malaysia (UTM), maupun mahasiswa di Universitas Negeri Malang (UM). Dalam mengajar saya menggunakan Facebook Group, Google Meet dan YouTube sebagai platform. Mohon maaf, website-nya untuk sementara saya beri password.

Guru yang menginspirasi

Ini log book waktu saya kuliah magister di Institut Teknologi Bandung (ITB) 26 tahun yang lalu. Log book tidak akan pernah ada jika tidak ada guru yang menginspirasi untuk membuat catatan ini. Terima kasih Dr. Bambang Ariwahjoedi! Saya sengaja pamerkan di Facebook saya dengan tagging beliau. Ini adalah penghargaan dari saya untuk beliau.

Unsubscribe from Yahoo Small Business

The following is the history of this website. Today, I decided to unsubscribe from Yahoo Small Business.

  • I began to know the Internet when I came to the Universiti Teknologi Malaysia (UTM) in 1995 as a Ph.D. student. In 1999, when I was a postdoctoral fellow at UTM, I created a website at http://www.angelfire.com/mt/hadinur.

  • In 2000, I created a new account at http://www.geocities.com/hadinur when I was a postdoctoral research fellow at Catalysis Research Center, Hokkaido University, Japan.

  • After I returned to UTM, in 2003, I moved my website to http://www.ibnusina.utm.my/~hadi.

  • A new account http://www.hadinur.com was is started online on 5 May 2007.

  • On 1 April 2017, I decided to rent a WordPress domain https://www.hadinur.net. I moved the contents from http://www.hadinur.com to this website slowly.

  • After 13 years, 11 months, 13 days since 5 May 2007 using Yahoo Small Business as web hosting with the http://hadinur.com domain, I finally decided to cancel my subscription with this company because it was not in accordance with my expectations. I now only use the hadinur.net domain.

Tafsir Al-Azhar

Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah gelar Datuk Indomo, pengarang Tafsir Al-Azhar, populer dengan nama penanya Hamka (bahasa Arab: عبد الملك كريم أمر الله‎; lahir di Sungai Batang, Tanjung Raya, Agam, Sumatra Barat, 17 Februari 1908 – meninggal di Jakarta, 24 Juli 1981 pada umur 73 tahun) adalah seorang ulama dan sastrawan Indonesia. Ia berkarier sebagai wartawan, penulis, dan pengajar. Ia terjun dalam politik melalui Masyumi sampai partai tersebut dibubarkan, menjabat Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) pertama, dan aktif dalam Muhammadiyah hingga akhir hayatnya. Universitas al-Azhar dan Universitas Nasional Malaysia menganugerahkannya gelar doktor kehormatan, sementara Universitas Moestopo, Jakarta mengukuhkan Hamka sebagai guru besar. Namanya disematkan untuk Universitas Hamka milik Muhammadiyah dan masuk dalam daftar Pahlawan Nasional Indonesia.

Ideal dan berpijak dibumi

Semester ini saya mengajar mata kuliah Research Methodology. Sebagai seorang guru tentu saja saya mengajarkan teori, bagaimana melakukan riset yang baik, apa konsep-konsep riset yang baik, yang seringkali ideal dan tidak berpijak dengan kondisi yang riil dimana kita sukar melakukan riset yang baik — karena suasana riset yang tidak kondusif dan hanya mengejar hasil riset yang sifatnya superficial. Riset dangkal yang hanya memperhatikan aspek permukaan yang bersifat kosmetik, kurangnya kedalaman dalam pengetahuan dan penalaran. Hanya mengejar angka seperti sitasi dan lain-lain.

Walaubagaimanapun saya perlu mengajarkan hal-hal yang ideal, hal-hal yang sepatutnya dilakukan dalam riset. Ini sesuai dengan yang dikatakan oleh Plato, bahwa ide sejati itulah yang paling penting. Plato mengatakan ketidakmampuan kita untuk memahami kebenaran tentang dunia dan hal-hal di dalamnya melalui penyelidikan dan pengalaman empiris, tetapi hanya mencapai kebenaran dan pemahaman melalui akal murni atau ide sejati. Kadang juga disebut teori gagasan.

Jika kita ingin menjawab pertanyaan, “apakah kucing itu?” Menurut Plato, pergi keluar dan melihat kucing akan membingungkan, karena semua kucing berbeda, dan perbedaan spesifik antara semua kucing membuat tidak mungkin untuk menunjuk pada satu kucing dan berkata “inilah seekor kucing” secara universal. Sebaliknya, kita memiliki “bentuk” atau “gagasan” yang ideal tentang kucing, dan “kucing” ide sempurna ini adalah apa sebenarnya kucing itu. Jika kita pada akhirnya tidak memiliki akses untuk melihat hal-hal di dunia sesuai sifat aslinya, atau bagaimana sebenarnya, maka ide-ide dalam pikiran kita ini jauh lebih dapat diandalkan daripada apa yang dapat kita rasakan dengan indra kita yang salah dalam menangkap sesuatu. Ini adalah inti dari “idealisme”, dan beberapa pengikut Plato mengartikannya bahwa dunia fisik bahkan tidak ada sama sekali.

Dalam hidup ini kita perlu berusaha dan selalu berusaha untuk menuju kebaikan, yang merupakan sifat-sifat Allah SWT, walaupun mustahil mencapainya karena kita adalah manusia yang memang tidak sempurna. Hal yang paling penting adalah jangan hanya berteori saja tetapi lakukanlah. Iklan Nike yang terkenal, “Just do it,” sangat tepat untuk ini.