Pada suatu pagi, pada tanggal 26 Juni 2024, Hamdi Nur atau panggilannya Uda Andi, kakak saya, mengingat kejadian kemarin di grup WhatsApp keluarga. Beliau bercerita mengenai bapak yang sekarang berumur 93 tahun berjalan sendirian keluar rumah untuk mencukur rambut. “Kemaren bapak tidak ada di rumah jam 3-an,” katanya kepada kami di grup WhatsApp. Mamak, ibu saya, sendirian di rumah saat itu. Ingatan Uda Andi melayang ke hari sebelumnya, saat bapak menelepon meminta diantar ke tukang cukur.
Uda Andi mencari bapak ke mana-mana, bahkan sampai ke daerah Jalan Cendrawasih di Air Tawar, Kota Padang, dan menuju Stasiun Tabing dekat rel, namun bapak tidak ditemukan. Karena merasa haus, Uda Andi berhenti di dekat penjual es tebak di simpang menuju Parupuk. Ketika bertanya pada penjual es itu, ia diberitahu bahwa 15 menit yang lalu ada yang menanyakan arah ke tukang cukur. Mendengar itu, Uda Andi tidak jadi minum es dan segera bergegas menuju Parupuk.
“Ya Allah, bapak…” ucap Terry Terikoh, istri saya, terkejut mendengar cerita Uda Andi.
Uni Venni, istri Uda Anda, kakak saya yang paling tua, yang ikut mendengar cerita itu merasa kasihan pada bapak. “Kasihan bapak nyari sendiri tukang cukur. Jadi yang memberi tahu bapak itu adalah tukang es itu, Andi?” tanyanya.
Uda Andi mengangguk, “Iya, tukang es cerita.”
“Apakah Andi berhasil menemukan tukang cukur itu?” tanya Uni Venni lagi.
Uda Andi menjelaskan bahwa ternyata empat bulan yang lalu, tukang es itu pernah mengantar bapak pulang menggunakan motor karena bapak bingung jalan pulang. Dan kali ini, setelah bertanya pada tukang es, Uda Andi mendapat petunjuk ke arah tukang cukur di Parupuk. Sesampainya di sana, Uda Andi menemukan bapak yang sudah selesai cukur dan sedang berjalan pulang.
Ketika Uda Andi sampai, bapaknya sudah berjalan sekitar 2 kilometer dari tempat cukur. “Bapak ketemu ketika sudah selesai cukur dan mau jalan pulang dari tempat cukur,” lanjut Uda Andi.
Uda Andi lalu mengajak bapak kembali ke penjual es untuk menikmati es tebak yang sempat tertunda. Mereka duduk bersama, menikmati es. Peristiwa ini mengajarkan pentingnya kebersamaan dan perhatian dalam keluarga.

You must be logged in to post a comment.