Dalam upaya meningkatkan kualitas konektivitas di berbagai wilayah, sebuah kontrak ambisius telah ditandatangani untuk pembangunan infrastruktur BTS sebanyak 5.618 unit. Namun, muncul dugaan kesalahan dan kecenderungan korupsi dalam realisasi proyek ini.
Dari 7.904 titik yang awalnya diusulkan sebagai lokasi BTS, sekitar 5.600 di antaranya menunjukkan indikasi ketidaksesuaian. Beberapa titik, setelah ditelusuri, ternyata sudah memiliki BTS atau sinyal yang kuat. Ini menimbulkan pertanyaan besar: mengapa titik-titik tersebut diusulkan jika pembangunan di sana menjadi tidak relevan?
Kecurigaan semakin menguat ketika dari total 5.618 BTS yang direncanakan, sekitar 700 lokasi tidak sesuai dengan titik desa asalnya. Meskipun penyedia jasa mengklaim telah melakukan survei mendalam, hasilnya menunjukkan bahwa jika di suatu lokasi sudah ada sinyal 4G yang kuat, rencana pembangunan BTS di lokasi tersebut ditunda. Apakah ini merupakan kesalahan perencanaan atau ada kepentingan tertentu di baliknya?
Selanjutnya, dari 5.618 BTS, 700 titik koordinat diputuskan untuk dipindahkan. Di beberapa lokasi tersebut, ternyata sudah ada BTS yang sebelumnya dibangun oleh Bakti. Ini menunjukkan adanya ketidakkoordinasian yang serius dalam proyek ini, atau bahkan mungkin adanya kepentingan tertentu yang mengakibatkan tumpang tindih.
Yang lebih mencurigakan, dari 4.200 BTS yang rencananya akan dipindahkan, sekitar 700 di antaranya ternyata tidak bisa dibangun sama sekali. Alasan yang diberikan, seperti adanya sinyal BTS yang kuat atau lokasi berada di tengah hutan, seakan menjadi dalih untuk menutupi ketidaksesuaian yang terjadi.
Meskipun survei terus dilakukan hingga tahun 2022 dan kontrak untuk tahap kedua proyek ini baru saja dikeluarkan pada April 2022, banyak pihak yang mempertanyakan integritas dan transparansi dalam proyek ini, terutama mengingat banyaknya indikasi kesalahan dan kecenderungan korupsi yang muncul.
Published by
Hadi Nur
This blog is primarily written for my own purposes, and there has never been any claim that it is an original work.
View all posts by Hadi Nur