Dalam arti yang paling umum, “run with” bisa berarti “berlari bersama” atau “menjalankan sesuatu bersama”. Namun, “run with” juga bisa berarti “menerima dan menggunakan ide atau saran” atau “bergabung dengan kelompok atau gerakan”. Jadi, seperti yang terdengar, run with adalah lintasan maraton dalam perjalanan seorang intelektual, sebuah akronim yang berarti Reading (Membaca), Understanding (Memahami), Networking (Membangun Jaringan), Writing (Menulis), Innovating (Inovasi), Thinking (Berpikir), dan Holiness (Kesucian). Mirip dengan setiap titik kontrol dalam perlombaan, setiap elemen ini memainkan peran penting dalam membentuk individu menjadi intelektual yang berpengaruh.
Pertama-tama, kita harus ‘Membaca’ (Reading), seperti pelari yang mengambil langkah pertama dalam lomba. Pembaca yang tekun menyerap berbagai jenis pengetahuan dan wawasan dari literatur dan karya-karya intelektual lainnya. Namun, setiap langkah harus disertai dengan pengertian. Maka ‘Memahami’ (Understanding) adalah langkah selanjutnya – menganalisis dan mengevaluasi apa yang telah dibaca dan merangkai potongan-potongan informasi menjadi sebuah gambaran yang lebih besar dan lebih mendalam.
Selanjutnya, kita tidak dapat menjalani maraton ini sendiri. ‘Membangun Jaringan’ (Networking) mengingatkan kita bahwa menjadi seorang intelektual berarti terhubung dengan komunitas ilmiah dan intelektual lainnya, berbagi dan belajar dari ide-ide mereka, serta berkolaborasi dalam proyek penelitian.
Kemudian, ada ‘Menulis’ (Writing), seperti memberi tanda pada jalur lomba dengan jejak kaki kita. Dengan menulis, intelektual mempertajam pemikiran mereka dan membagikan pengetahuan serta pemahaman mereka kepada dunia.
Selanjutnya, menjadi ‘Inovator’ (Innovating) adalah bagian penting dalam perlombaan ini, seperti pelari yang berusaha meningkatkan teknik dan strateginya untuk memperbaiki waktu lombanya. Intelektual mencoba menciptakan dan memberikan sesuatu yang baru dan berharga, baik itu ide, penelitian, teknologi, atau solusi.
‘Berpikir’ (Thinking) adalah bagian yang tak terpisahkan dari konsep RUNWITH, seperti strategi yang dimiliki oleh setiap pelari. Intelektual harus berpikir secara kritis dan analitis, mereka tidak takut menantang status quo dan selalu mencari pemahaman yang lebih dalam tentang dunia.
Akhirnya, inti dari RUNWITH adalah ‘Kesucian’ (Holiness). Sebuah maraton tidak hanya tentang berlari cepat, tetapi juga tentang berlari dengan integritas dan berpegang pada nilai-nilai etis dan moral. Demikian pula, menjadi intelektual berarti menjalani kehidupan yang penuh integritas dan berprinsip.
Konsep RUNWITH, seperti maraton, bukan hanya tentang mengejar pengetahuan. Ini tentang bagaimana kita berinteraksi dengan dunia dan orang lain, serta bagaimana kita menggunakan pengetahuan dan pemahaman kita untuk membuat perubahan yang positif dan berarti. Seperti seorang pelari yang berlari dengan tekun dan semangat, menjalani maraton intelektual melibatkan komitmen, kerja keras, dan keinginan untuk mencapai lebih jauh dan lebih tinggi.