Siapa yang mengendalikan dunia?

  1. Pertanyaan besar yang diajukan adalah “Siapa yang mengendalikan dunia?”
  2. Dunia yang dulu dikuasai oleh dua raksasa, AS dan Uni Soviet, telah berubah. Sekarang, tidak ada negara atau blok khusus yang secara eksklusif mengendalikan dunia.
  3. AS, yang dulu menjadi kekuatan super tunggal setelah runtuhnya Uni Soviet, mulai menolak peran sebagai ‘polisi dunia’ atau arkitek perdagangan global sekitar 15 tahun yang lalu.
  4. Negara-negara lain menjadi lebih kuat dan mulai mengabaikan aturan yang tidak mereka sukai, bahkan terkadang menetapkan aturan baru sendiri.
  5. Tiga hal yang mengubah peta kekuasaan dunia:
    • Rusia tidak diintegrasikan ke dalam institusi Barat dan merasa marah tentang hal itu.
    • China diintegrasikan ke dalam institusi yang dipimpin AS dengan asumsi bahwa mereka akan menjadi seperti Amerika. Ternyata, mereka tetap menjadi China.
    • Jutaan warga di AS dan demokrasi kaya lainnya merasa ditinggalkan oleh globalisasi.
  6. Saat ini, kita hidup dalam dunia tanpa pemimpin.
  7. Di masa depan, kita tidak akan memiliki dunia bipolar, unipolar, atau multipolar. Sebaliknya, akan ada tiga orde berbeda yang sedikit tumpang tindih: orde keamanan global, orde ekonomi global, dan orde digital.
  8. Orde keamanan global didominasi oleh AS dan sekutunya. AS adalah satu-satunya negara yang dapat mengirim pasukannya ke setiap sudut dunia.
  9. Orde ekonomi global adalah orde multipolar, di mana kekuasaan dibagi antara beberapa pemain utama.
  10. Ketegangan terjadi antara kedua orde ini karena AS akan menggunakan kekuatannya dalam keamanan nasional untuk mencoba membawa lebih banyak ekonomi dunia ke arahnya.
  11. Orde ketiga dan terpenting adalah orde digital, yang dijalankan oleh perusahaan teknologi. Mereka memiliki kekuasaan besar yang ditentukan oleh bagaimana mereka akan memanfaatkan kekuasaan tersebut.
  12. Orde digital dapat memecah belah dunia menjadi dua (jika AS dan China berusaha mengendalikan dunia digital), atau menciptakan globalisasi baru (jika perusahaan teknologi tetap dengan model bisnis global mereka), atau menjadi aktor dominan dalam segala hal (jika perusahaan teknologi menjadi dominan dan kapasitas pemerintah untuk memerintah berkurang).
  13. Dalam teknologi yang sedang berkembang dan merusak, tidak ada tombol jeda. Ada lebih dari 100 orang di dunia hari ini dengan pengetahuan dan teknologi untuk menciptakan virus smallpox baru.
  14. Perusahaan teknologi tidak hanya aktor Fortune 50 dan 100. Mereka semakin menjadi orang-orang paling berpengaruh di planet ini dengan pengaruh atas masa depan kita.
  15. AS, yang dulu menjadi pengekspor demokrasi utama di dunia, kini menjadi pengekspor utama alat-alat yang merusak demokrasi.
  16. Pemimpin teknologi yang menciptakan dan mengontrol alat-alat ini perlu bertindak dengan akuntabilitas, terutama dalam pelepasan kecerdasan buatan yang baru dan kuat.
  17. Perlu dipertanyakan bagaimana perusahaan teknologi akan menggunakan jumlah data yang belum pernah terjadi sebelumnya yang mereka kumpulkan tentang kita dan lingkungan kita.
  18. Pertanyaan penting lainnya adalah apakah mereka akan terus menggunakan model iklan yang mengubah warga menjadi produk dan memicu kebencian dan misinformasi.
  19. Kita perlu mengetahui apakah para pemimpin teknologi ini nyaman dengan kenyataan bahwa mereka telah menciptakan dan mengontrol alat-alat yang merusak demokrasi, atau apakah mereka akan melakukan sesuatu tentang hal itu.

Published by

Hadi Nur

This blog is primarily written for my own purposes, and there has never been any claim that it is an original work.