Hadi Nur | Professor and Head of Integrated Laboratory at Universitas Negeri Malang (UM) | Adjunct Professor at Universiti Teknologi Malaysia (UTM) | Guest Professor at Osaka University
Academic, Administrative and Research Positions
- 2022– | Guest Professor, Graduate School of Engineering Science, Osaka University, Japan
- 2022– | Head, Integrated Laboratory, Universitas Negeri Malang, Indonesia
- 2022– | Professor, Department of Chemistry, Universitas Negeri Malang, Indonesia
- 2022– | Adjunct Professor, Faculty of Science, Universiti Teknologi Malaysia
- 2018–2022 | Institute Director, Ibnu Sina Institute for Scientific and Industrial Research, Universiti Teknologi Malaysia
- 2017–2021 | Adjunct Professor, Universitas Negeri Malang, Indonesia
- 2015–2019 | Director, Centre for Sustainable Nanomaterials, Universiti Teknologi Malaysia
- 2010–2022 | Professor, Centre for Sustainable Nanomaterials, Ibnu Sina Institute for Scientific and Industrial Research, Universiti Teknologi Malaysia
- 2015 | Visiting Scientist, the Institute for Heterogeneous Materials Systems, Helmholtz-Zentrum Berlin for Materials and Energy, Germany
- 2009–2014 | Head of Catalytic Science and Technology (CST) Research Group, Universiti Teknologi Malaysia
- 2008–2014 | Global Alliance Manager (Region 1 – South East Asia), Universiti Teknologi Malaysia
- 2008–2010 | Associate Professor, Ibnu Sina Institute for Fundamental Science Studies, Universiti Teknologi Malaysia
- 2007–2008 | Senior Lecturer, Ibnu Sina Institute for Fundamental Science Studies, Universiti Teknologi Malaysia
- 2003–2007 | Lecturer, Ibnu Sina Institute for Fundamental Science Studies, Universiti Teknologi Malaysia
- 2002–2003 | Research Officer, Ibnu Sina Institute for Fundamental Science Studies, Universiti Teknologi Malaysia
Keikhlasan
Keikhlasan, dalam konteks agama, seringkali didefinisikan sebagai niat dan tindakan yang dilakukan tanpa mencari pujian, pengakuan, atau imbalan dari manusia, namun hanya untuk Tuhan atau kekuatan spiritual yang lebih tinggi. Ini adalah konsep yang ada dalam banyak tradisi agama. Misalnya, dalam Islam, konsep keikhlasan, atau “ikhlas” dalam bahasa Arab, sangat penting. Ikhlas berarti mengerjakan sesuatu hanya karena Allah, tanpa mencari pujian atau penghargaan dari manusia. Ini adalah elemen penting dari konsep ibadah dalam Islam dan merupakan salah satu syarat untuk diterimanya amalan.
Berikut adalah beberapa cara yang biasanya digunakan untuk menilai keikhlasan:
- Konsistensi: Orang yang konsisten antara kata-kata dan tindakannya seringkali dianggap lebih tulus.
- Bahasa Tubuh: Bahasa tubuh yang terbuka dan ekspresi wajah yang jujur dapat menunjukkan keikhlasan.
- Empati: Orang yang tulus sering kali menunjukkan empati yang nyata terhadap orang lain.
- Kejujuran: Orang yang tulus biasanya tidak ragu untuk mengakui kesalahan dan kekurangan mereka.
Keikhlasan sangat penting dalam networking. Berikut adalah beberapa alasan mengapa:
- Membangun Kepercayaan: Keikhlasan dapat membantu membangun kepercayaan, yang adalah fondasi dari setiap hubungan bisnis yang baik. Orang cenderung lebih percaya kepada mereka yang mereka anggap tulus dan jujur.
- Membentuk Hubungan Jangka Panjang: Jika Anda jujur dan tulus dalam interaksi Anda, orang-orang cenderung merasa lebih nyaman berinteraksi dengan Anda, yang dapat membantu membangun hubungan jangka panjang. Jaringan bisnis yang paling efektif adalah yang dibangun dari hubungan jangka panjang, bukan interaksi satu kali.
- Meningkatkan Reputasi: Keikhlasan juga dapat membantu meningkatkan reputasi Anda. Orang cenderung lebih menghargai dan menghormati individu dan bisnis yang dianggap tulus dan dapat dipercaya.
- Mendorong Kolaborasi: Keikhlasan dapat mendorong kerja sama dan kolaborasi. Jika orang merasa bahwa Anda ikhlas dalam niat dan tindakan Anda, mereka mungkin lebih mau bekerja sama dengan Anda atau merujuk Anda ke orang lain.
Dengan kata lain, keikhlasan dalam networking bukan hanya tentang etika, tetapi juga tentang membangun hubungan kerja yang efektif dan produktif.
Why Humans Run the World
“Why Humans Run the World” adalah gagasan yang dikemukakan oleh sejarawan dan penulis Israel, Yuval Noah Harari, dalam bukunya yang terkenal, Sapiens: A Brief History of Humankind.
Harari berpendapat bahwa keberhasilan manusia dalam menguasai dunia sebagian besar disebabkan oleh kemampuan kita untuk menciptakan dan berbagi imajinasi atau realitas yang dibayangkan. Harari berpendapat bahwa kerumitan masyarakat modern kita semua dibangun di atas realitas yang dibayangkan: “Tidak ada dewa di alam semesta, tidak ada bangsa, tidak ada uang, tidak ada hak asasi manusia, tidak ada hukum, dan tidak ada keadilan di luar imajinasi umum dari manusia.”
Keywords: imagination, ideas, communication, cooperation, reality, describe and create reality, fictional reality vs. objective reality, money is fictional reality, legal fiction, belief.
- Imagination: Kemampuan manusia untuk membayangkan hal-hal yang tidak ada dalam dunia fisik membantu kita menciptakan realitas baru yang lebih kompleks dan abstrak.
- Ideas: Ide-ide inilah yang mendorong kita untuk menciptakan konsep-konsep baru, menciptakan teknologi, dan membangun masyarakat yang lebih maju.
- Communication: Kemampuan manusia untuk berkomunikasi secara efektif memungkinkan kita untuk menyebarkan ide dan realitas yang dibayangkan kepada orang lain.
- Cooperation: Kerjasama antara individu dan kelompok merupakan faktor kunci dalam pengembangan masyarakat manusia. Kerjasama ini menjadi mungkin karena kemampuan kita untuk saling percaya pada realitas yang dibayangkan.
- Reality: Realitas dapat dibagi menjadi dua jenis: realitas objektif (fakta dan fenomena yang benar-benar ada di dunia) dan realitas fiksi (konsep dan ide yang diciptakan oleh manusia).
- Describe and create reality: Manusia tidak hanya bisa mendeskripsikan realitas yang ada, tetapi juga menciptakan realitas baru melalui imajinasi dan komunikasi.
- Fictional reality vs objective reality: Realitas fiksi adalah konsep yang diciptakan oleh manusia, seperti uang, hak asasi manusia, dan hukum. Realitas objektif adalah fenomena yang benar-benar ada di dunia, seperti gunung atau pohon.
- Money is fictional reality: Uang adalah salah satu contoh realitas fiksi yang diciptakan oleh manusia. Nilai uang tergantung pada keyakinan bersama akan nilainya, bukan pada nilai intrinsik benda tersebut.
- Legal fiction: Hukum dan sistem peradilan juga merupakan realitas fiksi yang memungkinkan masyarakat kita berfungsi. Hukum dibuat oleh manusia dan ditegakkan melalui kepercayaan bersama.
- Belief: Kepercayaan pada realitas fiksi, seperti uang, hukum, dan hak asasi manusia, memungkinkan manusia untuk bekerja sama dalam skala yang lebih besar daripada mungkin jika kita hanya mengandalkan realitas objektif.
Secara keseluruhan, Harari berpendapat bahwa kemampuan manusia untuk menciptakan dan berbagi realitas yang dibayangkan adalah faktor kunci yang memungkinkan kita untuk mengendalikan dunia dan membangun masyarakat yang rumit.
Kolaborasi global dan jaringan dalam penelitian
Mengembangkan kolaborasi global dan jaringan dalam penelitian semakin penting dalam dunia yang saling terhubung saat ini. Hal ini dapat membantu dalam berbagi pengetahuan, menggabungkan sumber daya, dan inovasi. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat Anda ambil untuk mendorong kolaborasi jenis ini:
- Identifikasi Potensi Kolaborator: Cari individu atau kelompok dengan minat penelitian yang sama atau keahlian yang saling melengkapi. Akademisi, ilmuwan, dan peneliti seringkali memiliki pekerjaan mereka terdaftar di situs web universitas atau database penelitian seperti Google Scholar, ResearchGate, atau Academia.edu. Konferensi, seminar, dan webinar juga merupakan tempat yang baik untuk bertemu dengan potensi kolaborator.
- Jalin Komunikasi: Hubungi potensi kolaborator dengan pesan yang jelas dan profesional yang menunjukkan minat Anda pada pekerjaan mereka dan kemungkinan kolaborasi. Penting untuk menghormati waktu mereka dan memberikan informasi cukup tentang latar belakang dan minat penelitian Anda. Manfaatkan teknologi; email, video konferensi, dan platform online kolaboratif dapat membantu menjembatani jarak geografis.
- Bangun Hubungan: Kembangkan hubungan profesional berdasarkan saling menghargai dan memahami. Ini mungkin melibatkan belajar tentang latar belakang budaya kolaborator Anda, konvensi akademik mereka, dan harapan mereka untuk kolaborasi. Hubungan yang kuat juga dapat menghasilkan lebih banyak peluang di masa depan.
- Rancang Proyek Kolaboratif: Kembangkan proyek yang memberikan manfaat bagi semua pihak yang terlibat. Ini mungkin melibatkan penggabungan sumber daya, berbagi data, atau membagi penelitian menjadi berbagai komponen yang dapat dilakukan secara paralel. Komunikasi yang jelas sangat penting di sini, karena kesalahpahaman dapat mengarah ke penundaan atau konflik.
- Tetapkan Peran dan Tanggung Jawab yang Jelas: Setiap orang yang terlibat dalam kolaborasi harus memiliki pemahaman yang jelas tentang peran dan tanggung jawab mereka. Hal ini dapat membantu mencegah kebingungan dan memastikan bahwa semua bagian penelitian dilakukan dengan efektif.
- Gunakan Alat Kolaboratif: Ada banyak alat yang tersedia yang dapat memfasilitasi kolaborasi global. Ini mencakup alat penulisan kolaboratif (seperti Google Docs), aplikasi manajemen proyek (seperti Trello), platform komunikasi (seperti Slack atau Microsoft Teams), dan solusi penyimpanan cloud (seperti Dropbox atau Google Drive).
- Atasi Hambatan Bahasa: Jika Anda berkolaborasi dengan individu yang berbicara dalam bahasa yang berbeda, pertimbangkan untuk menggunakan layanan atau perangkat lunak penerjemahan. Sebagai alternatif, Anda bisa bekerja sama dengan kolaborator yang mampu berbicara dua bahasa yang dapat memfasilitasi komunikasi.
Tetap Up to Date dengan Tren Penelitian Internasional: Ikuti tren dan perkembangan penelitian terbaru di bidang Anda di tingkat global. Ini akan membantu Anda mengidentifikasi peluang kolaborasi baru dan menjaga penelitian Anda relevan.
Ingatlah, kolaborasi penelitian internasional yang sukses memerlukan waktu, kesabaran, dan komitmen. Namun, hasilnya bisa sangat besar, menghasilkan penelitian yang lebih komprehensif dan berdampak.
Yuval Noah Harari
Yuval Noah Harari adalah seorang sejarawan dan penulis terkenal yang telah menerbitkan beberapa buku yang mengkaji sejarah dan masa depan umat manusia. Beberapa ide penting dari pemikiran Harari mencakup:
- Pentingnya Mitos Bersama: Dalam bukunya “Sapiens: Sejarah Singkat Umat Manusia”, Harari berpendapat bahwa apa yang membedakan manusia dari spesies lainnya adalah kemampuan kita untuk menciptakan dan percaya pada mitos bersama, termasuk lembaga, hukum, dan konsep seperti uang dan negara.
- Teknologi dan Masa Depan: Dalam “Homo Deus: Sejarah Singkat Masa Depan”, Harari memprediksi bahwa kemajuan teknologi akan mempengaruhi masyarakat dan manusia secara mendalam. Dia memprediksi bahwa bioengineering dan kecerdasan buatan akan mengubah cara kita memahami kehidupan dan kemanusiaan.
- Kebebasan dan Pengetahuan: Dalam “21 Pelajaran untuk Abad ke-21”, Harari mengeksplorasi bagaimana pengetahuan dan pemahaman tentang dunia dapat membantu kita menghadapi tantangan masa depan. Dia menekankan pentingnya kebebasan berpikir dan keterbukaan terhadap ide-ide baru.
- Pengaruh Data: Harari juga berpendapat bahwa data akan menjadi aset yang sangat berharga di masa depan, dan kemampuan untuk mengendalikan dan memanfaatkan data akan menjadi kekuatan yang dominan. Dia berbicara tentang konsep “dataisme”, dimana data dilihat sebagai kekuatan yang mendefinisikan dan mengendalikan dunia.
Harari menawarkan pandangan tentang masa lalu, sekarang, dan masa depan umat manusia yang memprovokasi pemikiran dan sering kali kontroversial, dengan fokus pada bagaimana ide, teknologi, dan data membentuk masyarakat kita.
When Cultures Collide: Leading Across Cultures
“When Cultures Collide: Leading Across Cultures” adalah buku yang ditulis oleh Richard D. Lewis yang membahas tentang bagaimana perbedaan budaya dapat mempengaruhi komunikasi dan interaksi bisnis. Buku ini menawarkan panduan tentang bagaimana cara berinteraksi dengan efektif dengan orang-orang dari budaya yang berbeda.

Model kultural Richard Lewis adalah cara untuk memahami bagaimana orang dari berbagai budaya berkomunikasi dan berinteraksi, khususnya dalam konteks bisnis. Model ini mengkategorikan budaya ke dalam tiga tipe: Linear-Active, Multi-Active, dan Reactive.
- Linear-Active: Negara-negara linear-active seperti Amerika Serikat dan Jerman cenderung memiliki pendekatan yang terstruktur dan terorganisir terhadap pekerjaan. Orang-orang di negara-negara ini biasanya fokus pada tugas dan lebih suka bekerja dan berpikir secara mandiri daripada dalam grup. Mereka cenderung jujur, langsung, dan berorientasi pada fakta dalam komunikasi mereka. Misalnya, dalam sebuah pertemuan bisnis, orang Amerika atau Jerman mungkin akan membahas agenda secara sistematis dan langsung, dengan sedikit small talk atau diskusi pribadi.
- Multi-Active: Negara-negara multi-active seperti Italia dan negara-negara Amerika Latin memiliki pendekatan yang lebih emosional dan berorientasi pada orang terhadap pekerjaan. Orang-orang di negara-negara ini menikmati interaksi sosial dan percakapan, dan mereka cenderung lebih ekspresif dan berorientasi pada perasaan. Misalnya, dalam pertemuan bisnis, orang Italia atau Amerika Latin mungkin menghabiskan banyak waktu untuk small talk dan diskusi pribadi sebelum beralih ke topik bisnis. Mereka juga cenderung berbicara secara simultan dan berorientasi pada perasaan.
- Reactive: Negara-negara reactive seperti Jepang dan Vietnam memiliki pendekatan yang menghormati dan merespon terhadap pekerjaan. Orang-orang di negara-negara ini biasanya mendengarkan dengan hati-hati, memeriksa nada suara dan bahasa tubuh lawan bicara mereka, dan merespons dengan cara yang sopan dan halus. Misalnya, dalam sebuah pertemuan bisnis, orang Jepang atau Vietnam mungkin akan mendengarkan dengan penuh perhatian, menahan diri untuk tidak menyela, dan merespons dengan sopan dan halus, seringkali mencoba untuk menjaga harmoni dan menghindari konflik.
Berikut beberapa poin penting dari buku tersebut:
- Pengertian Budaya: Lewis memperkenalkan konsep “budaya nasional”, menggambarkan bagaimana perilaku dan sikap dalam bisnis sering kali dipengaruhi oleh budaya di mana orang tersebut dibesarkan.
- Perbedaan Budaya: Lewis mencoba mengkategorikan budaya ke dalam tiga tipe: Linear-active (misalnya, Amerika Serikat, Jerman), Multi-active (misalnya, Amerika Latin, Italia), dan Reactive (misalnya, negara-negara Asia seperti Jepang dan Vietnam). Ini membantu menjelaskan perbedaan dalam cara berkomunikasi dan berinteraksi dalam konteks bisnis.
- Panduan Praktis: Buku ini juga berisi panduan praktis tentang bagaimana berkomunikasi, bernegosiasi, dan bekerja sama dengan orang-orang dari berbagai budaya. Misalnya, apa yang dianggap sopan atau kasar dapat sangat berbeda antara budaya, dan pengetahuan tentang perbedaan ini dapat sangat membantu dalam situasi bisnis internasional.
- Studi Kasus: Lewis memasukkan banyak studi kasus dan anekdot untuk menggambarkan poin-poinnya, yang membuat bukunya informatif dan menarik untuk dibaca.
Secara keseluruhan, “When Cultures Collide” adalah panduan penting untuk pemimpin dan profesional yang beroperasi di lingkungan global. Ini menawarkan alat dan strategi untuk mengelola dan memahami perbedaan budaya, dan bagaimana perbedaan ini dapat mempengaruhi komunikasi dan interaksi.
Mengembangkan kolaborasi dan jejaring global dalam penelitian memerlukan pemahaman, empati, dan komunikasi yang baik. Berikut adalah beberapa tips:
- Percaya Diri: Memiliki keyakinan tentang penelitian Anda dan berbagi itu dengan keyakinan yang sama dengan kolaborator potensial.
- Jadilah Diri Sendiri: Jangan mencoba untuk menyajikan penelitian atau ide yang tidak sejalan dengan tujuan dan nilai-nilai Anda. Rekan peneliti akan menghargai kejujuran dan autentisitas Anda.
- Lakukan Pendekatan yang Ramah dan Sopan: Ketika mendekati rekan peneliti potensial, penting untuk melakukannya dengan cara yang sopan dan menghormati perspektif dan pekerjaan mereka.
- Dengarkan dan Tunjukkan Empati: Saat berbicara dengan rekan peneliti, tunjukkan bahwa Anda benar-benar mendengarkan dan peduli tentang apa yang mereka katakan. Tunjukkan empati dan minat pada penelitian dan pendapat mereka.
- Jangan Terburu-buru: Jangan terburu-buru untuk memulai proyek penelitian. Jalin hubungan profesional dan biarkan segalanya berkembang secara alami.
- Beri Pujian yang Tulus: Jika ada aspek dari pekerjaan mereka yang Anda kagumi, beri tahu mereka. Pastikan pujian Anda tulus dan spesifik.
- Jadilah Seseorang yang Bisa Diandalkan: Tunjukkan bahwa Anda dapat diandalkan dalam memenuhi tenggat waktu dan tugas penelitian. Jika Anda membuat janji, pastikan Anda menepatinya.
- Pahami Isyarat Non-Verbal dan Budaya: Memahami isyarat non-verbal dan nuansa budaya dapat membantu dalam komunikasi dan kolaborasi antar negara.
- Tunjukkan Minat Anda: Jika Anda tertarik bekerja sama dengan mereka, beri tahu mereka dengan cara yang sopan dan profesional. Jika mereka merespons positif, lanjutkan. Jika tidak, hormati keputusan mereka.
- Hormati Keputusan Mereka: Ingat, setiap peneliti memiliki hak untuk menyetujui atau menolak kerja sama penelitian. Hormati pilihan mereka dan jangan memaksa atau merasa berhak atas kemitraan tersebut.
Dengan pendekatan yang tepat dan sikap yang menghargai, Anda bisa mengembangkan kolaborasi dan jejaring global dalam penelitian dengan efektif dan membangun hubungan yang sehat dan saling menghormati.
You must be logged in to post a comment.