
Pada tanggal 9 November 2022, saya menghadiri sebuah acara yang diadakan oleh QS, sebuah perusahaan konsultan terkemuka yang mengkhususkan diri dalam pemeringkatan universitas di Jakarta. Saya kebetulan membeli buku yang berjudul “Berbohong dengan Statistik”, yang ternyata terkait dengan buku “QS World University Ranking” yang menyoroti pemeringkatan universitas. Saya pergi ke acara tersebut bersama seorang teman yang berasal dari Universitas Negeri Malang, yang bertanggung jawab untuk mengirimkan data mengenai universitas kepada perusahaan konsultan tersebut. Namun, kami menemukan bahwa data yang dikirimkan oleh universitas kami telah diubah oleh perusahaan QS.
Setelah kami melakukan konfirmasi dengan beberapa universitas lain di Indonesia, ternyata hal serupa juga terjadi pada mereka. Data-data yang diberikan oleh universitas-universitas tersebut telah diubah dan disesuaikan sedemikian rupa oleh QS untuk memenuhi kebutuhan pemeringkatan tertentu. Selain itu, kami juga mengetahui bahwa DIKTI (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi) telah membayar perusahaan konsultan ini untuk menilai dan merangking Perguruan Tinggi Badan Hukum (PTNBH) di Indonesia.
Situasi ini menunjukkan adanya praktik yang tidak etis di balik pemeringkatan universitas yang dilakukan oleh QS. Mereka tampaknya memanipulasi data dan statistik untuk mencapai hasil yang diinginkan, yang pada akhirnya menguntungkan bisnis mereka. Hal ini mengindikasikan bahwa data-data yang dihasilkan oleh perusahaan konsultan ini tidak jujur dan didorong oleh motif bisnis, sehingga meragukan keabsahan pemeringkatan universitas yang mereka keluarkan.
Pemeringkatan universitas, seperti yang dilakukan oleh QS dan Times Higher Education (THE), sering kali menuai kritik. Beberapa kekhawatiran utama meliputi metodologi yang tidak akurat, manipulasi data, fokus berlebihan pada riset, dan dampak negatif pada pendidikan. Penting untuk mempertimbangkan kritik dan kekhawatiran ini saat menggunakan peringkat universitas sebagai satu-satunya dasar dalam menilai kualitas suatu universitas.
You must be logged in to post a comment.